Trapped In Love With My Enemy

Trapped In Love With My Enemy
16. Hari Yang Berharga


Aku pun melihat bajuku dan aku melihat baju aldito, begitu pun dengan aldito.


" Hah kok gue baru sadar style baju kita kok bisa sama" ucapku kaget. Aku pakai cardigen coklat dan rok putih, sedangkan aldito kebalikannya hoodie putih dan jeans coklat


" Lo ngikutin gue" ucapku pada dito


" Ya mana gue tau bego, gue kan dari rumah emang pakek ini" ucap dito menjitak kepalaku.


" Oh gue baru inget jadi orang-orang ngeliatin kita karena ini" ucapku masih gak percaya, di tambah lagi style aldito yang memang cool dan di tambah iya menggunakan topi berwarna putih


" Oh iya kali" tambah dito


" Lagian kok bisa sama gini ya" ucap dito juga heran


" Hemm" ucapku mengangkat bahu menandakan tidak tahu, Aku pun tersadar dengan makanan tadi kenapa dito bisa tau makanan kesukaan gue


" Oh iya buaya, gue mau nanyak sama lo" ucapku serius


" Hem mau nanyak apa sih lo tub" ucap dito


" Lo kok bisa tau makanan kesukaan gue" ucapku menyipitkan mata


" Hehe soal itu" ucap dito menggaruk tengkuknya


" Gue nanyak sama nyokap lo" ucap dito nyengir


" Ibu gue?" tanyaku


" Iya heheh tadi malem pas ngobrol bareng nyokap lo gue iseng-iseng nanyak" ucap dito cengengesan


" Ohhh pantesan aja lo bisa tau" ucapku


" Hihi" ucap dito tertawa


Gak berapa lama pesanan kami pun dateng


" Silahkan mas, mbak" ucap mbak pelayan


" Makasih ya mbak" ucapku tersenyum


" Iya mbak" ucap mbak pelayan tersenyum dan pergi


" Yauda sekarang ayok makan tub" ajak dito


" He'em" ucapku.


Kami pun menikmati makanan masing-masing dan cukup lama kami makan akhirnya selesai. Saatnya minta bil ke mbaknya. Aku pun memanggil mbak pelayannya


" Mbak" ucapku, mbaknya pun dateng


" Mbak minta bil nya" ucapku


" Ini mbak" ucap mbak pelayan memberikan bil


Saat gue ingin membayar tapi dito melarang ku


" Uda mbak saya aja yang bayar" ucap dito menarik tanganku yang ingin membayar


" Ihh apa-apaan sih lo buaya, gue kan mau bayar" ucapku kesal


" Uda gue aja kan gue yang ngajak lo jalan" ucap dito


" Ya tapi kan..." ucapku terpotong karena dito meletakkan jari telunjuknya di bibirku, aku pun seketika terdiam


" Syuttt uda diem, dasar kutub" ucap dito menjitak kecil kepala ku


" Cup cup cup, kasihan" ucap dito mengusap-usap kepalaku


" Hem" ucapku ngambek mengalihkan pandangan. Kami pun keluar Cafe dan melanjutkan perjalanan. Sekarang jam masih menunjukkan pukul 15.30 masih ada waktu untuk jalan. Didalam mobil dito pun memulai pembicaraan


" Tub" ucap dito


" Hem" ucapku berdehem


" Sekarang jam berapa " ucap dito melihat ke arahku dan fokus lagi menyetir


" Jam setengah 4" ucapku


" Mumpung masih ada beberapa jam lagi kita nonton yok" ucap dito


" Nonton?" tanyaku


" Iya nonton, lo suka film apa?" tanya dito


" Gue suka drakor" ucapku santai


" Idih korea-korea mulu isi otaklu" ucap dito menjitak kepalaku


" Biarin wekk, kalau lo gak suka yauda" ucapku mengejek dito


" Yauda ayok kita nonton drakor" ucap dito


" Hah lo serius" ucapku tidak percaya


" Hehe penasaran juga gue" ucap dito tertawa


" Huuuu" ucapku


Kami pun meluncur ke mall untuk melihat bioskop. Kami pun membeli tiket dan camilan untuk nonton. Sekarang kami sudah berada di ruangan. Filmnya pun segera di putar, oh iya judul drakornya adalah" My girlfriend is gumiho "


" Yakin mau nonton" ucapku pada dito


" Hem judulnya keren juga" ucap dito


" Nih makan" ucapku memberikan popcorn pada dito


" Aaa" ucap dito membuka mulut


" Iss manja banget, nih makan" memasukkan popcorn ke mulut dito


" Emm nyam nyam nyam" ucap dito dengan memonyong-monyongkan bibirnya


" Iss" ucapku menepuk mulut dito


" Iss jahat lo tub" ucap dito memegang mulutnya


" Hihi" ucapku tertawa


" Gitu dong ketawa kan tambah cantik" ucap dito mencubit pipiku, seketika pipi ku blush


" Baper lo ya" ejek dito


" Idih amit-amit baper sama buaya" ucapku mengalihkan pandangan dan menonton film


" Jujur aja kali tub" ucap dito tertawa


" Apaana sih lo, tuh lihat filmnya uda main" ucapku