Trapped In Love With My Enemy

Trapped In Love With My Enemy
1. Pengenalan Tokoh


Hai guys, aku disini ingin menulis sebuah novel yang ceritanya ku ambil dari pengalaman hidup ku sendiri tapi gak sepenuhnya, sebagian cerita aku ambil dari karangan ku sendiri. Pertama-tama aku ingin mengenalkan nama tokoh yang ada di dalam novel ku ini. Namanya hanya nama karangan ku sendiri, didalam novel yang ku buat ini pemeran utamanya aku sendiri, tetapi namaku di novel ini hanya nama samaran.


Cimberly atasyah uzma adalah namaku dalam novel ini, ada juga Aldito aqausar wijaya adalah musuh cimberly sekaligus cowok yang cimberly diam-diam sukai. Ada juga Veril anggun saputri cewek terhits di sekolah SMA.xxxxx, dan veril adalah pacar aldito dan oh ya aldito adalah cowok terhits di sekolah sama seperti veril kekasihnya, mereka adalah pasangan yang sangat serasi mereka terlahir dari keluarga yang berada, ganteng dan cantik sekaligus pintar.


Disekolah ini cimberly memiliki beberapa sahabat yaitu Marsya aurelia, Sunia putri ariska dan sisil adinda. Itulah sahabat cimberly di masa SMA ini. Sahabat-sahabat cimberly terlahir dari keluarga orang berada kecuali cimberly, cimberly hanya terlahir dari keluarga biasa-biasa saja. Cimberly bisa sekolah elit di kotanya berkat beasiswa yang iya dapat, cimberly termasuk siswa berprestasi, maka dari itu dia berhak mendapatkan beasiswa sehingga cimberly bisa sekolah SMA favorit.


Btw cimberly sekarang berusia 17 tahun, memiliki tinggi badan 155cm tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek, sedangkan aldito dia sekarang berusia 18 tahun,memiliki tinggi badan 170cm dan veril sama seperti aldito berusia 18 tahun dan memiliki tinggi badan 163cm, oh ya cimberly memiliki kulit berwarna putih, memiliki hidung yang mancung tetapi tidak sebangir hidung aldito, cimberly juga memiliki sifat yang murah senyum terhadap temen ceweknya tetapi berbanding terbalik jika berhadapan dengan temen cowoknya. Apabila cimberly berdekatan sama cowok dia begitu cuek dan acuh tak acuh hanya kemungkinan kecil cimberly bisa deket sama cowok.


Aldito sendiri memiliki kulit hitam manis tetapi itu justru menambah ke ketampanan seorang aldito, memiliki hidung yang mancung, rambut hitam yang lebat dan itu membuat semua kaum hawa tergila-gila padanya. Veril sendiri juga memiliki daya pikat tersendiri, memiliki kulit yang putih, hidung yang mancung, style yang fashionable dan menjadi idola kaum adam.



Awal Cerita



Pagi itu cimberly bangun dari tidurnya, iya langsung pergi ke kamar mandi san sekaligus mengambil air wudhu, selesai mandi cimberly menunaikan shalat subuh, setelah selesai menunaikan shalat cimberly langsung bersiap-siap memakai seragam sekolah, karena hari ini adalah hari pertama cimberly masuk sekolah lagi setelah melewati libur panjang dikarenakan kenaikan kelas. Sekarang cimberly sudah kelas XII(kelas 3 SMA). Tidak terasa tinggal setahun lagi cimberly akan lulus-lulusan. Kembali ke cerita, sekarang cimberly sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama ayah ibunya.


"Pagi yah bu" ucap cimberly kepada ayah ibunya


"pagi anak ayah" ucap ayah


"Dek, adek mau sarapan pakai nasi atau roti?" tanya ibu


"Biasa bu roti aja, ibukan tau cimberly kalau pagi gak selera makan nasi" ucapku tersenyum


"Tapi ya sekali-kali adek harus sarapan pakek nasi" ucap ayah


..."Emm terserah kamu deh, tapi roti sama susunya ...


dihabisin itu" ucap ayah


"Siap bos" ucapku mengangkat tangan di atas kepala memberi hormat😁


"Adek sekarang sudah kelas 3 ya?"tanya ibu


"Iya bu, gak terasa adek sudah kelas 3 SMA bentar lagi lulus-lulusan" ucapku tersenyum


"Yauda cepet habisin makanannya uda jam berapa ini, nanti adek telat ke sekolah inikan hari pertama sekolah lagi gak mungkin hari pertama sekolah uda telat" ucap ibu


"Hehe iya bu" ucapku tertawa


"Ayah kerja hari ini?" tanyaku


"Iya sayang biar dapet duit" ucap ayah tertawa


"Hehe ayah mah bisa aja" ucapku ikut tertawa


"Yauda kalian ini dari td ketawa aja" ucap ibu tersenyum


"Biarin bu banyak ketawa bikin awet muda lho" ucapku nyengir


"Bisa aja kamu" ucap ibu mengelus kepala ku