Trapped In Love With My Enemy

Trapped In Love With My Enemy
17. Pemberian Aldito


Kami pun menonton filmnya sampai selesai, aku dan dito pun keluar ruangan.


" Sekarang jam berapa tub" tanya dito


" Jam 17.15" ucapku


" Sebelum pulang kita lihat-lihat dulu yok" ajak dito menarik tanganku, kami pun berhenti di toko aksesori


" Ngapain ke toko aksesori" tanyaku


" Uda ikut aja" ajak dito.


Dito pun mengambil gantungan tas berbentuk boneka buaya dan beruang kutub. Dito juga mengambil sebuah gelang titanium berbentuk kupu-kupu. Dito pun memberikannya ke aku


" Nih tub, satu buat lo dan satu buat gue" ucap dito memberikan gantungan berbentuk buaya


" Gue kok yang bentuk buaya" tanyaku heran


" Iya anggap aja kenangan-kenangan dari gue, lo kan ngatain gue buaya jadi lo harus simpen gantungan berbentuk buaya ini sedangkan gue akan simpen gantungan yang berbentuk beruang kutub ini karena beruang kutub ini kan kayak lo dingin dan cuek" ucap dito menjelaskan


" Hem" ucapku manyun di bilang cuek


" Hehe uda jangan manyun gitu, dan satu lagi gue mau ngasih lo gelang ini" ucap dito memasangkan nya ke aku


" Lah kok buat gue" ucapku heran


" Iya di gelang ini ada kupu-kupunya, gue ingin lo harus jadi seperti kupu-kupu ini yang harus terbang mencari bunga yang indah dan jangan pernah sedih" ucap dito.


Seketika aku terdiam dengan kata-kata dito dan tanpa sadar mataku sudah berkaca-kaca, aku gak bisa bayangin jika suatu saat aku gak akan pernah bersama dito lagi, tapi sebelum air mataku jatuh dito pun menyadarkan ku.


" Hy, lo kenapa tub kok nangis?" tanya dito


" Eh gak kok" ucapku mengelak dan mencegah air mataku agar tidak jatuh


" Lah itu mata lo berair" tanya dito


" Gue cuma kelilipan aja kok" ucapku berbohong


" Yauda ayok pulang uda setengah 6 nanti ayah nyariin" ucapku mengalihkan pembicaraan


" Em yauda ayok, nih mas uangnya" ucap dito membayar aksesori yang dia ambil. Kami pun sudah berada di parkiran, dito pun mengambil mobilnya dan kami sekarang berada di perjalanan


" Buaya" ucapku


" Iya kenapa tub" jawab dito menoleh ke arahku dan fokus menyetir kembali


" Makasih ya buat hari ini" ucapku


" Iya tub sama-sama" ucap dito tersenyum


" Mungkin ini pertama dan terakhir kita jalan" ucapku


" Lah kenapa gitu?" tanya dito


" Gak papa kok" ucapku tersenyum


" Uda loh tenang aja kapan-kapan kita jalan-jalan lagi kok" ucap dito tersenyum


Dalam hati aku pun berkata kita gak bakal bisa jalan kek gini lagi buaya, gue akan ngejauhi lo tapi gue masih gak tau apakah gue sanggup, gue gak mau di cap nikung temennya sendiri ucapku dalam hati dan melihat keluar jendela.


Cukup lama di perjalanan kami pun sudah sampai dirumahku. Aku dan dito pun turun dari mobil dan mengetuk pintu.


" Assalamualaikum " ucapku dari luar dan mengetuk pintu. Ibu pun membukakan pintu


" Wa'alaikumussalam" ucap ibu, aku pun mencium tangan ibu begitu juga aldito


" Eh adek uda pulang, yauda ayok masuk dulu nak dito" ucap ibu mengajak dito masuk, kami pun sudah berada di ruang tamu ada ayah di sana.


" Siapa bu?" tanya ayah yang masih asik membaca belum melihat kearah ku


" Adek yah" ucap ibu, ayah pun langsung melihat


" Uda pulang dek" tanya ayah


" Uda yah" ucapku mencium tangan ayah begitu juga dito


" Makasih ya nak dito kamu nepati janji kamu sudah jagain anak bontot om dan pulang tepat waktu " ucap ayah tersenyum ke dito


" Hehe iya om sama-sama" ucap dito


" Nak dito jangan pulang dulu ya, sudah maghrib nanti aja sekalian" ucap ayah


" Iya om, sebelumnya saya boleh numpang shalat disini" ucap dito


" Oh ya tentu boleh banget nak dito " ucap ayah


" Yauda dek ajak dito ke kamar bang anan" ucap ibu. Oh iya guys nama abangku adalah yanan adi sagita di panggil bang anan.


Aku pun mengajak dito ke atas ke kamar bang anan.


" Buaya lo shalat di kamar bang anan ya" ucapku


" Iya makasih ya tub" ucap dito tersenyum


" Iya sama-sama kalau lo butuh sesuatu gue di kamar sebelah " ucapku. Kamar bang anan dan kamarku memang sebelahan


" Iya " ucap dito


" Yauda gue masuk kamar dulu" ucapku pergi dan masuk kamar. Aku pun langsung bersih-bersih dan menunaikan shalat maghrib


" Huuu capek banget" ucapku menjatuhkan diri di ranjang, Sekarang aku sudah menggunakan baju tidur dan tidak lupa hijab. Aku pun bangkit dari kasur dan keluar kamar, saat aku keluar kamar dito juga keluar


" Lo uda selesai shalat?" tanyaku pada dito


" Uda tub" ucap dito


Tiba-tiba ibu pun memanggil aku dari bawah


" Adek ayok makan malem ajak dito juga" ucap ibu dari bawah


" Iya bu" ucapku dari atas


" Yauda ayok buaya uda di panggil ibu tu" ucapku mengajak dito, aku pun ingin turun tapi tiba-tiba dito menarik tanganku.