Trapped In Love With My Enemy

Trapped In Love With My Enemy
13. Izin Ke Ayah Ibu


Jam alarm pun berbunyi, cimberly langsung terbangun dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Cimberly pun langsung menuju ke kamar mandi mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat subuh. Selesai shalat cimberly pun teringat bahwa hari ini dia akan jalan dengan aldito dia pun mencari baju untuk pergi nanti.


" Oh iya hari ini kan buaya mau ngajak gue jalan, emm pakai baju apa ya" ucapku dan membuka lemari pakaian. Cukup lama cimberly memilih baju akhirnya pilihan cimberly jatuh ke cardigen ala korea berwarna coklat dan rok plisket berwarna putih dan tidak lupa hijabnya berwarna putih. Oh iya btw cimberly suka sekali dengan korea dan grub band korea, salah satu grub band favorit cimberly adalah BTS.


" Emm gue pakai ini aja deh, oh iya satu lagi pakai sepatu aja biar gak ribet" ucapku tersenyum dan aku pun teringat bahwa aku belum izin ke ibu dan ayah. Aku pun langsung turun kebawah menemui ibu dan ayahku


" Pagi bu" ucapku memeluk ibu dari belakang


" Eh anak ibu uda bangun, pagi juga" ucap ibu tersenyum


" Uda dong bu, oh iya bu berly mau izin nih bu" ucapku duduk di meja makan


" Izin? emang adek mau kemana?" tanya ibu yang masih masak


" Itu bu tadi malem dito ngajak berly jalan" ucapku pada ibu


" Dito? emang dito mau ngajak jalan kemana" ucap ibu


" Berly juga gak tau bu, berly nanyak malah katanya rahasia" ucapku


" Oh yauda ibu izinin" ucap ibu tersenyum


" Kalau ayah ngizinin gak yah bu?" tanyaku pada ibu


" Kamu tanya aja nanti ke ayah" jawab ibu


" Iya bu, nih ayah mana bu" ucapku


" Ayah tadi katanya mau joging mumpung hari minggu" ucap ibu


" Ohhhh" ucapku mengangguk


" Ibu masak apa?" tanyaku


" Nasgor dek" jawab ibu tersenyum sambil lanjut memasak


" Hem enak tu bu" ucapku


" Oh iya berly bisa bantu apa nih bu" ucapku ingin membantu


" Oh adek bantu ibu nyapu rumah ya" ucap ibu


" Ok asiap bu" ucapku memberi hormat ibu pun tertawa. Aku pun langsung mulai menyapu beberapa menit aku menyapu di teras, ayah pun pulang dari jogingnya.


" Pagi yah" ucapku pada ayah


" Eh anak ayah uda bangun" ucap ayah mengusap kepalaku


" Hehe uda dong yah" ucapku tertawa. Ayah pun duduk dibangku teras aku ikut duduk sekalian ingin izin ke ayah


" Yah" ucapku


" Iya kenapa dek?" tanya ayah


" Nanti adek mau izin ke ayah" ucapku


" Emang mau izin kemana?" tanya ayah


" Berly mau jalan sama temen yah" jawabku


" Temen, siapa?sisil?" ucap ayah


" Bukan sisil yah tapi dito yah" ucapku


" Dito?siapa dito?" tanya ayah heran


" Temen sekelas berly yah, dia tadi malem dateng main dan ngajak berly jalan hari ini " ucapku


" Tadi malem, ayah kok gak tau" ucap ayah


" Orang ayah tadi malem sudah tidur" ucapku


" Hehe oh iya" ucap ayah tertawa


" Ayah ayah" ucapku tertawa


" Ibu tau kok yah dan ibu uda izinin" ucapku


" Hem yauda tapi jangan pulang sampai lewat maghrib" ucap ayah mengingatkan


" Eh bukan yah cuma temen kok" ucapku meyakinkan


" Yauda ayok kita sarapan" ajak ayah


" Iya yah" ucapku tersenyum. Aku dan ayah pun sudah berada di meja makan, ibu pun menyambut kami


" Eh ayah uda pulang joging?" tanya ibu


" Uda bu" ucap ayah tersenyum


" Yauda ayok kita sarapan " ucap ibu. Aku, ayah dan ibu pun mulai sarapan. Ditengah-tengah sarapan ayah pun mulai membuka pembicaraan


" Oh iya nanti adek mau pergi jam berapa?" tanya ayah


" Jam 09.00 gitu yah" ucapku


" Ohh" ucap ayah


" Iya yah" ucapku


Selesai sarapan aku pun membantu ibu mencuci piring


" Adek gak siap-siap uda jam delapan lewat tu" ucap ibu


" Oh iya yauda bu berly mandi dulu ya bu" ucapku. Aku pun segera naik ke atas menuju kamar ku untuk bersiap-siap. Aku pun sudah selesai dandan sekarang tinggal menggunakan hijab. Disisi lain ada yang mengetuk pintu ibu pun langsung membukakannya, ternyata yang dateng aldito


" Assalamualaikum tante" ucap aldito menyalami tangan ibu dan tersenyum


" Wa'alaikumussalam, eh nak dito sudah dateng, ayok nak silahkan masuk" ucap ibu menyuruh dito masuk.


" Eh iya tante makasih" ucap dito. Ayah pun langsung menghampiri ibu ingin bertanya siapa yang datang


" siapa yang dateng bu?" tanya ayah


" Ini yah temennya adek, nak dito" ucap ibu


" Nak dito kenalin ini ayahnya berly" ucap ibu memperkenalkan ayah


" Om kenalin saya aldito temennya berly" ucap dito menjabat tangan ayah dan tersenyum


" Iya kenalin saya ayahnya berly" ucap ayah


" Silahkan duduk nak dito" ayah tersenyum


" Eh iya om makasih" ucap dito


" Tunggu yah nak dito tante panggil berly dulu" ucap ibu


" Iya tante" ucap dito


" Ngobrol sama om dulu ya" ucap ibu tersenyum ramah


" Iya tante" ucap dito tersenyum. Saat ibu pergi memanggil ku dito dan ayah pun mengobrol-ngobrol. Ibu pun mengetuk pintu kamar ku


" Dek adek" panggil ibu


" Iya bu buka aja gak berly kunci kok" ucapku ibu pun masuk


" Dek itu dito uda dateng" ucap ibu memberi tahuku


" Sudah dateng bu,oh iya bu bentar bu berly pakai sepatu dulu " ucapku sambil memakai sepatu


" Masyaallah cantiknya anak ibu" ucap ibu menggoda ku


" Ah ibu bisa aja, berly nanti bisa terbang loh ibu puji gitu" ucapku tersenyum malu


" Emang bener kok anak ibu cantik " ucap ibu mencubit pipiku


" Ihh ibu mah sakit tau" ucapku manyun


" Hehe abisnya anak ibu gemesin, gak nyangka anak ibu uda tumbuh sebesar ini" ucap ibu memeluk ku


" Emm ibu bisa aja" aku pun membalas pelukan ibu


" Yauda ayok kasihan dito nanti nunggu lama" ucap ibu, aku pun mengangguk. Aku dan ibu pun sudah sampai di ruang tamu.