Trapped In Love With My Enemy

Trapped In Love With My Enemy
21. kekhawatiran Sisil


Lanjut ya guys.


" Eh itu sil, sebenarnya...." ucapku berpikir apakah aku harus cerita tapi sisil tiba-tiba memotong perkataan ku


" Sebenarnya apa sih ly, lo bikin gue penasaran aja" ucap sisil penasaran


" Isss sabar napa sih lo" ucapku sebel


" Hehe abisnya lo lama banget " ucap sisil nyengir


" Tapi lo diem aja cuma lo yang tau sil" ucapku


" Iya lo tenang aja, emang lo kemarin kemana?" tanya sisil


" Gu..e kemarin jalan bareng buaya" ucapku pelan tapi masih bisa terdengar oleh sisil


" Apa ly, coba ulangin lagi. Gue gak salah denger kan" ucap sisil menegaskan


" He'em " ucapku mengangguk.


Saat itu posisi kelas masih sepi hanya ada aku dan sisil serta beberapa siswa yang sudah datang.


" Kacau lo ly, lo kok bisa jalan bareng dito sih" ucap sisil khawatir


" Awalnya gue juga gak mau lo sil tapi buaya maksa gue" ucapku tegas


" Ok sekarang lo cerita semuanya dari awal" ucap sisil


" Ok gue akan cerita semuanya " ucapku menarik nafas


" Malam minggu kemarin dito tiba-tiba dateng ke rumah gue, gue juga gak tau kenapa dito tiba-tiba dateng, terus sama nyokap gue dito di ajak ngobrol, gak berapa lama nyokap gue pamit masuk ke dalam tinggal gue dan dito, terus dito ngajak gue ngobrol tiba-tiba di tengah-tengah percakapan dito ngajak gue jalan, gue uda nolak kalau gue gak bisa tapi dia tetep maksa, gue gak tau lagi harus gimana, yauda sampai akhirnya kemarin gue jalan sama buaya" ucapku panjang lebar.


" Eh tapi lo tenang aja sil gue gak ada apa-apa kok sama buaya " sambung ku


" Asli ly gue kaget banget, gue sih gak masalah lo jalan sama siapa , gue percaya sama lo kalau lo gak ada apa-apa sama dito tapi kalau veril tau lo bisa kena masalah" ucap sisil khawatir


" Gue tau sil, gue juga uda bilang kedito soal masalah ini tapi dito bersikeras kalau gak papa dia yang akan bilang ke veril" ucapku


" Ok semoga veril gak tau kalau lo jalan bareng aldito , lagian aldito sinting kali ya gak mikir apa kalau veril bisa ngamuk" ucap sisil emosi


" Uda sil gue akan tanggung semua eksekuensi nya" ucapku menenangkan sisil


" Iya tapi gue khawatir sama lo" ucap sisil


" Makasih lo uda khawatir sama gue sil tapi gue it's ok kok, gue beruntung punya sahabat kayak lo" ucapku tersenyum memeluk sisil. Padahal dalam hati gue gue juga gak tau apa yang akan terjadi sama gue kalau veril tau.


" Oh iya ly emang veril kemarin kemana kok dito malah ngajak lo jalan?" tanya sisil


" emmm" ucap sisil mengangguk


Tiba-tiba sisil lihat gelang yang gue pakai,gelang pemberian aldito


" Wihhh gelang baru ly?" tanya sisil memegang tangan ku


" Eh i...tu heheh iya" ucapku tersenyum kikuk. Sisil curiga dan menyipitkan matanya


" Lo kenapa ly kok kikuk gitu, oh jangan bilang gelang ini..." ucap sisil terpotong, gue tau pasti sisil akan menebak aldito


" Hihi iya" ucapku hanya nyengir


" Astaga ly" ucap sisil menutup mulutnya gak percaya


" Sil dengerin gue dulu, gue awalnya gak mau tap..." ucapku terpotong


" Tapi dito maksa lo" ucap sisil tegas


" Iya, gue harus gimana" ucapku dengan nada sedikit tinggi


" Sebenarnya hubungan kalian apa sih?" tanya sisil


" Gak perlu gue jawab juga kali sil lo pasti tau" ucapku


" Tapi ly gue ngerasa aneh masak musuh bisa deket gini" ucap sisil


" Ya allah sil, gue sama dito gak ada apa-apa, gue sama dito sebatas musuh" ucapku tegas


" Iya lo nganggep dito musuh tapi dito? apa dito punya rasa sama lo?" tanya sisil


" Aigo sil buaya punya rasa sama gue, hahah gak mungkin" ucapku tertawa


" Apa sih ly yang gak mungkin di dunia ini" ucap sisil


" Sil dengerin gue, gak mungkin dito suka sama gue, karena apa? ya karena dito uda ada veril yang lebih dari segalanya yang sempurna mana mungkin dia suka sama gue yang jauh dari kata sempurna" ucapku tertawa hambar


" Gue tegaskan sekali lagi ke elo ya sil, gue sama dito hanya musuh" ucapku tegas


" Ya bisa jadi ly dito suka sama lo, ya soalnya lo yang lebih dulu deket dengan aldito sebelum veril" ucap sisil


" Akhhh udalah sil tambah ngacok aja lo, intinya gue uda jujur ke elo dan please jangan bilang ke siapa-siapa cuma lo yang tau" ucapku


" Iya lo tenang aja ly" ucap sisil