
Lanjut ya guys. Tiba-tiba dito menarik tanganku membuat aku berhadapan dengannya. Pandangan kami saling bertemu, cukup lama kami bertatapan akhirnya aku pun sadar.
" Ihh apa-apaan sih lo" ucapku memukul tangan aldito
" Heheh ya maaf, gue cuma mau bilang makasih ke elo dan oh ya gue iri banget sama lo tub, lo punya keluarga yang hangat dan harmonis" ucap dito
" Iya sama-sama" ucapku pada dito
" Yauda ayok turun tub" ajak dito sambil mengacak hijabku
" Ihh buaya buntung dasar lo ya" ucapku kesal
" Hehe apa lo" ejek dito berlari menurunin tangga
" Lo ya awas lo kalau gue bisa nangkep lo" ucapku. Aku pun mengejar aldito tapi tiba-tiba di tangga kakiku tersandung aku pun jatuh tapi untungnya dito dengan sigap menarik tanganku dan aku tidak jadi jatuh tapi posisi ku sekarang berada di pelukan aldito. Saat jatuh pun aku menutup mataku dan berteriak,saat itu aku tersadar kok aku gak ngerasa sakit, aku pun membuka mataku dan aku ternyata berada di pelukan aldito, Pandangan ku dan dito pun bertemu. Cukup lama kami saling bertatapan ibu pun tiba-tiba datang dan menyadarkan kami dari lamunan masing-masing.
" Kenapa dek kok teriak-teriak gitu" tanya ibu. Ibu datang karena mendengar teriakan ku tadi
" Hehe gak papa kok bu" ucapku. Aku pun belum tersadar bahwa posisiku masih berada di pelukan aldito
" Em..em.. kenapa peluk-pelukan bukan muhrim" ucap ibu terbatuk dan tersenyum menggoda
" Hah" ucapku mencerna kata-kata ibu, aku pun menatap aldito dan tersadar,aku segera mendorong dito.
" Ihhh dasar lo buaya buntung mencari kesempatan dalam kesempitan" ucapku kesal
" Ya ampun tub bukannya terima kasih sama gue karena lo gak jadi jatuh malah ngomelin gue" ucap dito
" Em makasih" ucapku jutek
" Yauda ayok ibu sama ayah uda nungguin" ucapku pada dito
" Hemm" ucap dito berdehem. Kami pun sudah berada di meja makan
" Yah,bu" ucapku
" Yauda ayok duduk nak dito" ucap ibu pada dito tersenyum
" Iya tante" ucap dito
" Anggap rumah sendiri ya nak dito jangan malu-malu" tambah ibu
" Hehe iya tante" ucap dito tersenyum
" Maaf ya nak dito makanannya adanya cuma ini" ucap ibu
" Eh gak papa bu ini uda lebih dari cukup" ucap dito. Kami semua pun makan dengan tenang hanya dentingan sendok yang terdengar tiba-tiba ayah membuka pembicaraan
" Oh ya nak dito, nak dito tinggal sama siapa dirumah?" tanya ayah
" Saya cuma sama bibi om" ucap dito
" Mama sama papa kamu kemana?" tanya ayah lagi
" Mama papa saya di luar negeri om ngurusin kerjaannya" ucap dito
" Pasti kamu dirumah kesepian ya nak dito?" tanya ibu
" Ya gitu deh tan, uda terbiasa di tinggal sendirian " ucap dito tersenyum hambar
" Kamu bisa anggap tante sama om seperti orang tua kamu sendiri kok" ucap ibu
" Iya kan yah?" tanya ibu pada ayah
" Iya bu" ucap ayah tersenyum
" Makasih om tante uda baik banget sama dito" ucap dito terharu
" Sama-sama nak, sering-sering main kerumah berly juga kalau apa kesepian soalnya dia gak punya adik" ucap ibu tertawa
" Ihhh ibu mah" ucapku manyun
" Hehhe" ibu tertawa
" Iya bu insyaallah dito akan sering main ke sini" ucap dito nyengir melirik aku, aku pun cuma jutek.
Makan malam pun selesai, aku pamit ke teras sama ibu.
" Yauda iya dek" ucap ibu. Aku pun keluar, saat aku keluar dito pun ikut keluar juga
" Om tante saya kedepannya" ucap dito tersenyum
" Oh iya silahkan nak dito " ucap ibu
Aku pun sekarang duduk di sebuah ayunan yang ada di depan rumah, dito pun dateng menghampiri ku
" Tub" ucap dito bersandar di ayunan
" Hem,kenapa?" tanyaku, dito pun langsung duduk disebelah ku, aku pun menggeser sedikit
" Udaranya sejuk ya tub, langitnya juga indah" ucap dito memandang langit
" Iya" ucapku ikut memandang langit
" Lo suka bintang apa bulan tub" tanya dito
" Gue suka sama dua-duanya " ucapku
" Kalau lo suka bulan atau bintang?" tanyaku balik
" Gue suka bintang" ucap dito, aku pun menoleh ke arah nya
" Kenapa lo suka bintang" ucapku melihat dito
" Karena menurut gue bintang itu spesial, walaupun dia kecil tapi begitu cantik" ucap dito
" He'e" ucapku mengangguk-angguk, dito pun melihat ke arahku, Aku pun tersadar kalau dito ngeliatin aku, aku pun menoleh ke arahnya
" Kenapa lo liatin gue kayak gitu" tanyaku heran
" Gak papa tub, tub gue boleh minta sesuatu ke elo?" tanya dito padaku
" Hah?" ucapku heran
" Iya gue boleh minta 1 permintaan" ulang dito
" Emang lo mau minta apa" jawabku
" Bisa gak lo jangan pernah pergi atau ninggalin gue" ucap dito
Aku pun memandang dito begitu sendu tatapannya
" Ya tub gue cuma minta itu ke elo, gue gak akan pernah minta apa-apa lagi" ucap dito memegang tangan ku
" Emang kenapa kalau gue pergi dari lo?" tanyaku
" Gue gak bisa, gue gak mau kehilangan orang yang ngertiin gue selama ini, walaupun kita musuh tapi gue ngerasa nyaman kalau berada di dekat lo" ucap dito
" Bisa lepasin gak tangan gue" ucapku pelan ke dito
" Eh iya tub sorry" ucap dito
" Hem gak apa-apa" ucapku
" Ya tub jangan pergi dari gue" ucap dito
" Gue gak bisa janji soal itu" ucapku sambil melihat bintang
" Kenapa tub?" tanya dito
" Gak papa, lagian lo kan uda punya veril lo bisa berbagi semuanya ke veril" ucapku
" Lo uda gak butuh gue lagi" ucapku tersenyum tipis melihat bintang
" Buaya sekarang kita gak bisa sedeket dulu lagi, lo harus ngehargai perasaan veril" ucapku berdiri menepuk pundaknya
" Tapi tub,gu.... " ucap dito terpotong karena aku mengajaknya masuk
" Yauda ayok masuk lagian uda jam 20.00 lo gak pulang nanti kemaleman besok kita kan sekolah" ucapku tersenyum
" Iya yauda gue mau pamit dulu ke nyokap bokap lo" ucap dito
" He'em" ucapku mengangguk