NO Khalwat UNTIL Akad

NO Khalwat UNTIL Akad
Rencana 1


Demi alam semesta dan seisinya, aku tak akan pernah berhenti. sampai hatimu memberi ku ruang untuk bertahta, hanya aku, tanpa orang lain boleh menyentuh milik ku.


Refanza Alfrando Aldrian


------------------------------------------------------


Cinta yg kini mulai tumbuh semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu, entahlah sejak kapan rasa ini ada,


Hari ini, adalah hari dimana hati berontak tak sabar.


Hari ini, adalah saatnya hajat sang hati terpenuhi.


Dan hari ini, ku pastikan engkau dalam peluk ku.


Mau atau tak mau, suka atau tak suka, aku tak peduli.


Karna Rabbmu dan Rabbku telah memberi izin untuk ku memiliki hatimu.


Kini tampak kebingungan diantara Fatma & Aluna, serta wajah tak tenang yg dipancarkan zeyna, membuat suasana terlihat canggung dan hening.


"Ehmm.." deheman Alfran membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya.


"Kalian.. saling mengenal ?" tanya Fatma hati-hati,


"Tidak bu, kita ha.." niat zeyna menjelaskan. namun kata yg keluar tak semulus yg difikirkan, karna tatapan Alfran yg tajam ke arah zeyna, membuatnya terhipnotis seketika.


"Tidak perlu orang lain tau hubungan kita, sayang" ucap Alfran dingin dengan menekankan kata orang lain yg membuat zeyna mengerutkan kening karna bingung.


"Sayang?, Tante cantik sama Om Alfran pacaran ya?" Tanya gadis kecil yg menatap mereka dengan wajah bingung yg menggemaskan.


"Iya sayang, tentu saja" jelas Alfran pada Aluna dengan mengedipkan sebelah matanya disertai dengan seringai andalannya pada zeyna.


"Ehh, tidak sayang Tante tidak pacaran sama Om ini, lagi pula Tante tidak mengenalnya" jelas zeyna menggebu namun tetap lembut, yg ditatap bingung oleh Aluna.


"Udahlah sayang, akui saja, biar Aluna tau jika sebentar lagi kita akan menikah" ucap Alfran semakin tidak jelas menurut zeyna.


"Terserah pak Alfran, huuh." Ucap zeyna menghela nafas dengan nada sedikit kesal, yg di balas kekehan oleh Alfran.


"Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, Innallaha ma'a shobirin". ucap zeyna membatin.


"Ohh ya Aluna, ini hadiah buat Aluna karna udah pinter banget mau habisin makanan sama minuman obat" Tutur zeyna sembari mendekati ranjang tempat gadis kecil itu berbaring, dengan menyodorkan 2 paper bag berwarna pink dan biru.


"Wahhh, yeeee makasih Tante cantik" antusias Aluna dan tiba-tiba menarik tangan zeyna dan kemudian langsung mencium pipinya.


"Ehh.." ucap zeyna spontan karna terkejut atas perlakuan Aluna.


"Wah, wah. Tante cantik aja nih yg dicium, dari tadi Om disini gak dapet ciuman dari luna, oke Om Alfran pergi" protes Alfran sembari melangkah hendak keluar membuat Aluna tertawa.


"Loh kok malah ketawain Om Alfran sih" bingung Alfran,


"Abisnya Om lucu sih, suka ngambek kaya anak TK" Tutur Aluna kembali tertawa, membuat zeyna tersenyum melihatnya.


"Ohh gitu, awas ya" Tutur Alfran seolah-olah mengancam.


"Hehhhe maaf Om." Mohon Aluna seraya mengatupkan kedua tangan dengan mimik pura-pura memelas.


"Hemm.." angguk Alfran malas.


"Tante ini apa? Luna boleh buka ya" Tutur Aluna mengalihkan pandangan dari Alfran ke wajah cantik zeyna.


"Iyaa Aluna, buka aja" Tutur zeyna lembut, membuat Fatma yg menyaksikan mereka berdua ikut tersenyum.


"Wahh, ini kerudung ya Tante" sumringah Aluna tersenyum sambil menunjukkan sebuah kerudung di tangannya yang diangguki oleh zeyna.


"Tante Aluna mau Tante cantik yg pakein, Tante cantik mau ya, ya" Tutur Aluna memohon dengan puppy eyes khas anak kecil.


Dan lagi-lagi tatapan memohon Aluna membuat zeyna takjub, membuatnya mengangguk mengiyakan.


"Tuhan, jagalah anak sebaik Aluna, dia tak pantas menanggung kesakitan pada tubuh dan raganya, disisi ibu dan ayah nya yg telah tiada, kuatkan dia, hapuskan penyakitnya. Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal Maula wa ni'mal nasir". Tutur zeyna dalam hati menyaksikan Aluna yg begitu enjoy melawan penyakitnya.


"Tante..". panggil Aluna


"Ehh, iya sayang". Ia tersadar dari lamunan nya begitu Aluna memanggilnya, dan spontan mengambil kerudung dari tangan Aluna.


"Sini biar Tante bantu"


Dengan antusiasnya Aluna langsung memposisikan dirinya di depan zeyna, dengan hati-hati zeyna membantu Aluna memakai kerudung karna selang oksigen sedikit menghalanginya.


"Sudah selesai" Tutur zeyna tersenyum lembut.


"Om, Nek. Luna cantik kan?" tanya Aluna pada Alfran dan Fatma.


"Iyaa sayang, Luna cantik banget" Tutur Fatma dengan mata berkaca-kaca karna terharu, membuat Aluna sumringah.


"Om.." panggil Aluna.


"Om, Om Alfran Aluna cantik kan?" Tanya Aluna lagi pada Alfran sembari menggoyangkan tangan Alfran.


"Huuu Om Alfran mah, tadi kan Luna tanya, luna cantik kan pakai kerudung?" Tanya Aluna kesekian kalinya.


"Iya dong, Aluna kan memang selalu cantik, apalagi pakai kerudung cantiknya nambah seperti Tante zeyna" Tutur Alfran menggoda zeyna. Membuat zeyna spontan menatap Alfran kesal karna ia merasa tak enak di dengar Fatma dan Aluna.


-------


Ketika hati mu rapuh perihal cinta menapaki masalah seorang diri, percayalah dan tak perlu risau Allah Robbul Izzati senantiasa menyambut kedatangan mu untuk menumpahkan gundah melalui sujud ke pasrahan mu.


Malam ini begitu suram karna langit mendung disertai hujan deras, membuat siapa saja enggan keluar rumah barang sebentar saja,


Tak beda jauh dengan suasana hati zeyna saat ini, ia gelisah, risau dan panik, semua bercampur menjadi satu.


Flasback on


"Ummi masuk rumah sakit dek, bisnis Aa' sedang down, omset restauran mengalami kerugian, Aa' kena tipu" lirih Hisyam diseberang telvon.


"Astaghfirullah, ya Allah. Allahuma yassir walaa tu'assir, Aa' yg sabar ya, terus sekarang gimana keadaan ummi a' ?." Tanya zeyna lirih.


"Jantung ummi bermasalah dek, harus menjalani pencangkokan jantung, kata dokter harus segera di operasi" Tutur Hisyam dengan suara sendu menahan tangis.


"Ummi, hiks..." Tutur zeyna seraya menangis tersedu.


"Adek gak boleh nangis, adek yg kuat di sana, ingat dek fokus, ingat sebentar lagi adek sumpah dokter, adek fokus dengan ujian-ujian yg adek hadapi sekarang" Tutur Hisyam menguatkan zeyna, meski ia sendiri rapuh dengan keadaan ini.


"Aa', hiks..


a' ummi udah dapat donor jantungnya ?." Lirih zeyna bertanya.


"Udah dek, kata dokter ada pasien yg bersedia mendonorkan jantungnya buat ummi karna pasien tersebut sekarang sedang kritis karna penyakitnya" Tutur Hisyam.


"Terus a', masalah biaya bagaimana ? Usaha Aa' kan sedang down, jika mengandalkan Abi pasti tidak cukup hiks.., maafin adek, adek emang gak berguna, adek dokter tapi adek gak bisa bantu ummi, hiks..." Tutur zeyna menyesal.


"Hussh adek gak boleh ngomong gitu, biar nanti Aa' sama Abi yg cari biayanya, adek fokus sama kuliah adek, ingat pesan Aa' tadi." Tutur Hisyam menyemangati zeyna.


"Iyaa Aa', adek coba usahakan bantu ya, nanti adek pinjem sama temen adek" zeyna.


"Ya udah yg penting ingat pesan Aa' tadi, adek harus fokus kuliah juga.


Dek, udah dulu ya, Aa' mau nebus obat ummi dulu" Tutur Hisyam.


"Iyaa Aa', salam buat semua ya, assalamualaikum" Tutur zeyna seraya mengakhiri telvon.


"Wa'alikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Hisyam memutuskan telvon.


Flasback off


----------


"Ummi... hiks...." lirih zeyna menangis.


"Gimana caranya dapetin uang sebanyak itu, operasi jantung itu mahal, hiks.. ummi.. "


"Ya Allah bantu zeyna, Allahuma yassir walaa tu'assir."


Dreeett..


Deringan ponsel membuyarkan lamunan zeyna, yg saat ini sedang duduk termenung di taman kota.


Tanpa mau tau siapa yg menelponnya, ia langsung saja mengangkat nya tanpa melihat nama yg tertera di layar ponsel.


"Hallo, Assalamualaikum.." sapa zeyna lirih.


"Wa'alikumsalam.. hei sayang," sapa seseorang di seberang telvon, membuat zeyna mengerutkan dahinya bingung, dan langsung melihat nama yg tertera di layar ponsel, namun nihil tak ada nama yg ada hanya deretan angka.


"Afwan, mungkin antum salah orang, saya tutup telvonnya, ***.." ucap zeyna terpotong.


"Tunggu zey, ini aku Alfran." Sergah Alfran sebelum zeyna mematikan telvonnya.


"Pak Alfran?, ada apa lagi pak, saya mohon bapak berhenti merecoki hidup saya, saya tidak pernah ada urusan dengan bapak kecuali sekadar sebagai keluarga pasien saya,


Afwan pak, saya sedang sibuk saya matikan telvonnya." Tutur zeyna dengan kesal dan langsung mematikan telvonnya.


"Arghh.. " Desis Alfran geram.


-----------


"Mengapa ? Ada apa ? Harus bagaimana lagi ya Tuhan, 5 tahun aku banting tulang di kota orang, tapi tetap saja semua terasa hambar, tak pernah sedikitpun aku memberikan sebuah kebahagiaan yg berharga buat ummi Abi, apalagi cobaan-Mu ya Tuhan... aku harus bagaimana, mendapatkan uang tidak semudah yg difikirkan, bantu aku, aku mohon bantu aku ya Allah." Keluh zeyna pilu dibawah guyuran hujan yg kini membasahi tubuhnya.


Keluhmu adalah lara bagi orang-orang tersayang mu, duka mu mengiris relung hati orang-orang yg mengasihi mu, bangun lah, tersenyum dan teguhlah.


Kau lemah sebab kau lengah, lengah dari adanya solusi Tuhan. Kau sedih sebab kau lupa ada kasih Tuhan yg senantiasa mengiringi setiap langkah.


~NO Khalwat UNTIL Akad~


See you next part๐Ÿ˜„