NO Khalwat UNTIL Akad

NO Khalwat UNTIL Akad
실패한 (failed) II


Hal yang paling ku benci adalah menunggu, tapi Allah masih menentukan waktu terbaik untukku memiliki mu, saat ini sabar adalah kunci terbaik menuju bahagia.


Refanza Alfrando Aldrian


------------------------------------------------------


Allah akan senantiasa menguji hambanya dengan cobaan untuk menaikkan derajat seorang hamba.


Mau tak mau, suka tak suka Allah tau mana yg terbaik dari seorang hamba.


Maka dari itu, jalani dengan hati yg ikhlas dan selalu berhusnudzan pada sang illahi Robbi.


Hari ini Zeyna bergegas pergi ke kampus, pasalnya bekas-bekas untuk sumpah dokter telah di acc dan dia dinyatakan sebagai salah satu mahasiswa yg akan mengikuti sumpah dokter, 2 Minggu mendatang.


"Hei zey" sapa Billa.


"Ehh bill, wa'alikumsalam." Seru zeyna.


"Hehhhe iya lupa salam, Assalamualaikum buk dokter." Sapa Billa mengulangi membuat zeyna terkekeh geli.


"Wa'alikumsalam salam buk pengacara yg gak lulus-lulus hehhhe" goda zeyna.


"Zeyna mah, bikin gue down. Au dah bete" seru Billa pura-pura ngambek.


"Iya deh, aku do'ain tahun ini lulus Aamiin" do'a zeyna membuat Billa tersenyum lebar.


"Nah gitu kan enak di dengar" sumringah Billa.


"Ohh ya zey, tadi gue ketemu sama kak Ali dia nyariin Lo, nah berhubung gue ketemu Lo duluan, gue sampein deh, dah sono Lo temuin kak Ali di surau fakultas pertanian, kayaknya ada yg penting yg mau dia omongi ke Lo." Tutur Billa panjang lebar yg hanya diangguki oleh zeyna.


"Ehh tapi, ada apa ya kira-kira?" Tanya zeyna menggaruk alisnya yg tidak gatal.


"Tau deh, dah sono temuin aja, siapa tau mau dilamar hahhaa" goda Billa yg di pelototi oleh zeyna.


"Wuihh ngeri buk hahhha, udah sono" Tutur Billa mendorong bahu zeyna.


"Iya iya aku duluan, assalamualaikum." Pamit zeyna berlalu dari hadapan Billa.


"Wa'alikumsalam, awas baper hahhhaha." Teriak Billa.


--------


Aktivitas mu kini terpantau, percaya atau tidak orang yg begitu mendambakan mu ingin engkau selalu ada dalam pengawasan nya.


"Permisi, liat kak Ali gak" tanya zeyna pada mahasiswa yg tengah berkumpul santai diteras surau.


"Zeyna ya, tadi Ali ke taman fakultas pertanian, di bilang kalau Lo nyariin dia, Lo suruh nyusulin kesana." Tutur salah satu mahasiswa yg diangguki oleh zeyna.


"Oke makasih, saya duluan assalamualaikum." Pamit zeyna.


"Wa'alikumsalam" seru serempak para mahasiswa.


~At taman F.pertanian~


"Assalamualaikum kak" sapa zeyna begitu melihat sosok Ali Abdurrauf, mahasiswa fakultas pertanian prodi teknik Agribisnis.


"Wa'alikumsalam, ehh zey.. silahkan duduk." Seru Ali memerintah.


"Ehh gak usah kak, zeyna berdiri aja, lagian zeyna gak bisa lama-lama." Tutur zeyna menolak secara lembut.


"Oh oke, to the point aja ya. Jadi gini, kita para kader surau fakultas pertanian dengar bahwa ummi mu sedang sakit dan harus operasi pencangkokan jantung, nah kita inisatif buat bantu meringankan biaya operasi ummi mu, ini gak banyak sih semoga membantu" jelas Ali panjang lebar sembari menyodorkan amplop coklat berisi uang 200 jt.


"MasyaAllah kak, maafin zeyna ya jadi merepotkan anak kader surau buat bantu operasi ummi." Tutur zeyna.


"Tapi kak, ini tidak perlu, zeyna masih bisa mengusahakan sendiri" Tutur zeyna menyodorkan kembali amplop berisi berisi uang itu.


"Udah terima aja, uang ini kita dapat dari penggalan dana, dan dari beberapa dosen yg tulus ikut bantuin, mereka ikhlas zey, terima aja, ummi mu butuh uang ini, ambil ya gak perlu sungkan, kamu dan kami semua bersaudara, kita ibarat satu tubuh" Tutur Ali menolak amplop yg dikembalikan zeyna.


Semua muslim bersaudara ibarat satu tubuh, sebagai yg di riwayatkan Rasulullah saw dalam sebuah hadist


عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ).


Artinya: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam". (HR. Muslim).


"Terimakasih banyak ya kak, tolong sampaikan ke yg lain juga, maaf zeyna gak bisa bales apa-apa kecuali Allah yg akan membalas kebaikan kakak dan yg lainnya, Jazakumullah Khairan" Tutur zeyna tersenyum.


"Wa jazakillah Khairan" ucap Ali.


"Kalau gitu, saya pamit dulu ya kak, saya masih harus bertemu dosen, Assalamualaikum." Pamit zeyna.


"Barakallah, Wa'alikumsalam" seru Ali tersenyum.


-------


Kembalilah Allah rindu padamu, rindu keluhmu yg slalu meminta ini dan itu.


Kini Alfran telah bangkit dari dukanya meski masih tersimpan seribu kepedihan dan kebencian atas kepergian Aluna, ia tetap harus profesional karna notabenenya yg seorang CEO perusahaan Aldrian, perusahaan warisan dari sang Kakek.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" seru Alfran.


"Maaf pak, ada yg ingin bertemu." Tutur David, sekretaris Alfran.


"Siapa, apa dia sudah membuat janji" tanya Alfran penasaran karna seingatnya ia mengosongkan jadwal apa pun itu untuk satu hari ini, ia masih ingin menyegarkan otaknya dari kepiluan kemarin.


"Bu zeynasha pak, beliau ingin bertemu bapak" Tutur David Alfran.


"Zeyna?" Seru Alfran mengerutkan keningnya.


"Suruh dia masuk" perintah Alfran.


"Baik pak," patuh sang David.


"Bu zeynasha, silakan masuk" seru sekertaris Alfran.


"Terimakasih" ucap zeyna tersenyum.


"Assalamualaikum" sapa zeyna membuka pintu ruangan Alfran.


"Wa'alikumsalam" seru Alfran sumringah dengan yg dilihatnya kini, sosok gadis berhijab syar'in nan cantik yg menyejukkan mata kini ada dihadapannya tanpa ia yg meminta.


"Masuklah zey, duduklah" perintah Alfran yg diangguki oleh zeyna.


"Maaf pak, saya to the point saja, saya kesini ingin mengembalikan uang bapak yg digunakan untuk biaya operasi ummi saya, ini pak cash 450 juta, dengan ini maka tawaran bapak pada saya telah gugur, saya mohon bapak jangan pernah gangu hidup saya lagi. Hanya itu yg ingin saya sampaikan, saya pamit. Assalamualaikum" Tutur zeyna menjelaskan kemudian berlalu meninggalkan ruangan Alfran, dengan Alfran yg menampilkan ekspresi yg sulit dibaca.


"Argghhh, sial!" Seru Alfran benar-benar murka.


"Siapa yg berani membantu zeyna, argghhh kurang ajar!, Lihat saja nanti, zeyna akan menjadi milikmu seutuhnya." Tutur Alfran murka sembari meluluhlantakkan seisi mejanya.


Kini ia murka, sangat murka, pasalnya rencana yg ia susun matang-matang kini gagal hanya menyisakan angan semata. Ia harus kembali menunggu dan menyusun rencana lain untuk mendapatkan zeyna. Ya, ia rela melakukan cara apapun untuk menikahi zeyna, meski dengan cara sisi egoisnya.


Ditengah emosinya, Alfran meraih Handphon dan menghubungi Rian, orang yg ia minta untuk selalu mengawasi gerak-gerik zeyna tanpa zeyna tau dan orang yg memberitahunya mengenai sakit yg diderita ummi Risna, ibu zeyna.


"Hallo pak," sapa Rian di sebrang sana.


"Tolong kamu ke kantor saya, bawa semua hasil pekerjaan kamu selama ini, saya tunggu secepatnya." Tutur Alfran to the point.


"Baik pak, saya segera kesana sekarang juga." Tutur Rian mematikan Handphon.


--------


Tok... tok.. tok..


"Masuk" perintah Alfran pada Rian, yg sudah ia ketahui dari pesannya pada sekertarisnya untuk tidak menerima tamu selain Rian suruhannya.


"Permisi pak," sopan Rian.


"Duduk!" Perintah Alfran yg diangguki Rian.


"Barusan zeyna datang kesini mengembalikan uang yg telah digunakan untuk biaya operasi ibunya, cash 450 juta, saya ingin tau dari mana zeyna mendapatkan uang sebanyak itu dalam sehari." Tutur Alfran bertanya.


"Begini pak, dari pengintaian saya hari ini, Bu zeyna bertemu dengan seorang pria di kampusnya yg kemudian mereka membahas mengenai uang dari penggalan dana untuk membantu biaya operasi ibu Bu zeyna, setelah saya telusuri pria itu bernama Ali Abdurrauf mahasiswa fakultas pertanian yg juga ketua organisasi Kader surau. Dan info yg saya dapat uang itu hanya berjumlah 300 juta, kemudian setelah dari kampusnya Bu zeyna langsung ke ATM, saya rasa Bu zeyna mengambil uang untuk menutupi kekurangan uang tersebut." Tutur Rian menjelaskan.


"Argghhh, sial!. Terus awasi zeyna dan pria itu, laporkan jika mereka terlihat dekat maupun ketika mereka bertemu." Tutur Alfran murka.


"Baik pak, masih ada yg ingin bapak tanyakan?" Tanya Rian sopan.


"Bagaimana keadaan ummi zeyna saat ini" tanya Alfran.


"Operasi telah dilakukan semalam dan berhasil, tinggal menjalani proses penyembuhan" Tutur Rian yg diangguki Alfran.


"Ada lagi pak?" Tanya Rian lagi.


"Cukup, kamu boleh pergi." Tutur Alfran.


"Baik pak, saya permisi dulu" pamit Rian yg diangguki Alfran.


--------


Terbebas dari masalah yg telah selesai satu persatu, membuat hati lega dan bersyukur pada sang illahi Robbi.


Allah Maha baik pada semua hamba yg bermunajat pada-Nya, yg senantiasa mendengar keluh kesah tak berujung seorang hamba. Maha Agung Tuhan semesta alam.


"Hallo ummi, assalamualaikum" sapa zeyna kala Videocall dengan umminya.


"Wa'alikumsalam sayang, zeyna sehat nak" tanya Risna, ummi zeyna.


"Alhamdulillah ummi adek baik, ummi bagaimana, adek sedih ummi sakit" Tutur zeyna lirih.


"Maafin ummi ya sayang, Alhamdulillah ummi sudah lebih baik, adek gak perlu khawatir lagi ya, disini kan ada Abi, Aa', Uni dan cucu ummi yg bawel yg selalu jagain ummi" Tutur Risna masih terdengar lemah.


"Adek kangen banget sama ummi, pengen peluk ummi" manja zeyna pada Risna yg ditanggapi senyuman manis umminya.


"Sabar ya sayang, 2 Minggu lagi kan kita sekeluarga bakalan ke Semarang menyaksikan Putri kesayangan ummi sumpah dokter" Tutur Risna lembut.


"Iyaa deh, adek tunggu. Jangan lupa bawa oleh-oleh ya mi, soalnya Billa udah gak sabar pengen makan oleh-oleh khas Lampung" Tutur zeyna sumringah.


"Tenang aja nanti Billa ummi bawain rempeyek satu bagasi mobil hahhha" canda Risna tertawa.


"Ummi ada-ada aja deh, ummi adek lagi di rumah sakit, mau periksa pasien, adek tutup telvonnya ya" Tutur zeyna lembut.


"Iyaa sayang, dokter cantiknya ummi, assalamualaikum" Tutur Risna.


"Wa'alikumsalam ummi sayang" pamit zeyna menutup telvon.


-------


Kemarin ujian datang silih berganti tiada akhir, saatnya kebahagiaan dari Allah datang membayar air mata yg tumpah karna cobaan pada setiap hamba.


Dreeett...


"Hallo, Assalamualaikum, afwan ini siapa ya, ada yg bisa saya bantu" sapa zeyna.


"Wa'alikumsalam, zeyna ini aku Ali" sapa Ali.


"Ohh kak Ali, ada yg bisa zeyna bantu kak?" Tanya zeyna.


"Zeyna, apa kamu sedang sibuk sekarang?" Tanya balik Ali.


"Kebetulan zeyna barusan selesai periksa pasien kak, ada apa ya kak" tanya zeyna lagi.


"Bisa bertemu di restauran Turki depan kampus, ehmm.. kamu ajak Billa aja biar kita gak Khalwat." Tutur Ali.


"Ada perlu apa ya kak," tanya zeyna sekali lagi.


"Nanti kita bahas disana, aku tunggu ba'da ashar ya" Tutur Ali.


"Ohh iya kak, insyaallah." Seru zeyna.


"Ya udah aku tutup telvonnya, Assalamualaikum" pamit Ali.


"Iya kak, Wa'alikumsalam" seru zeyna mematikan telvon.


------


~NO Khalwat UNTIL Akad~


See you next part😙


Jadi, ada apa Ali ngajakin zeyna ketemuan ? Ada yg tau ? Comment ya😇


Jangan lupa bagi bintang sebagai penyemangat autor yak😂