Cold Girl

Cold Girl
episode 7


Ting tong ting tong


Bella yang sedang merebahkan diri dikasur langsung berdiri dan berjalan untuk membuka pintu setelah mendengar bunyi bel rumahnya.


Bella membuka pintunya, lalu terlihatlah seorang cowok tampan yang sedang tersenyum manis saat melihat Bella.


"Hai Bell" sapa Gilang


"Hmm, masuk"


Gilang mengikuti Bella masuk kedalam rumah.


"Duduk" ucap Bella lalu pergi kekamarnya untuk mengambil buku.


Setelah mengambil buku Bella menuju dapur untuk mengambil minuman, menghampiri Gilang lalu meletakkan dua jus jeruk dimeja.


"Di minum" ucap Bella lalu duduk di sofa berbeda dengan yang ditempati oleh Gilang.


Gilang mengambil jus dimeja lalu meminumnya."Thanks"


Bella hanya menangguk.


"Lo ga ngerti yang mana?" tanya Bella datar.


"Hmm semua" Gilang menyengir.


"Oke kita mulai dari bab pertama"


Bella terus menjelaskan dengan detail.


Gilang terus memandangi Bella yang sedang menjelaskan, menurutnya Bella semakin imut jika banyak bicara seperti sekarang, Gilang hanya menganggukkan kepalanya atau bergumam saja jika Bella bertanya kepadanya apakah dia sudah mengerti atau belum.


"Ngerti?" tanya Bella setelah menjelaskan.


"Hmm"


Bella mengambil pulpen dan buku, lalu menulis soal untuk Gilang. Setelah selesai menulis 10 soal Bella menyodorkan bukunya kepada Gilang.


"Nih kalo lo udah ngerti, silakan isi soal ini"


Gilang tersenyum."Oke" mengambil soal itu lalu mulai mengisinya, setelah 30menit lebih Gilang baru menyelesaikan soalnya.


"Nih" ucap Gilang sambil menyodorkan jawabannya.


Bella memeriksa jawaban Gilang sambil sesekali mengerutkan keningnya, Bella mencoret lima soal, yang berarti soal itu salah.


"Nih, jawaban lo cuma bener lima, tapi ya lumayan lah buat pemula kaya lo"


"Oke thanks"


"Hmm"


Gilang melirik kearah jam tangannya.


"Eh Bell udah jam 5 nih, gue balik dulu ya. Nanti kapan-kapan kita belajar lagi mau ga?" ucap Gilang sambil membereskan bukunya.


"Terserah"


"Oke berarti bisa ya, nanti kalo ada waktu kabarin"


"Ya"


"Oke by Beca"


Bella mengerutkan keningnya.


Gilang tersenyum"Beca itu artinya Bella Cantik"


Bella merotasi bola matanya.


"Yaudah sana pergi"


"Haha oke oke by Beca" Gilang berjalan keluar rumah Bella, menyalakan motornya lalu tancap gas.


Raka yang kebetulan berpapasan dengan Gilang mengerutkan keningnya "Siapa ya?" ucapnya.


Raka memarkirkan mobilnya, lalu masuk kedalam rumah Bella. Disana terlihat Bella yang sedang membereskan bukunya.


"Tadi sapa Bell?"


Bella melihat kearah Raka sekilas lalu lanjut membereskan bukunya "Gilang".


"Ngapain lagi dia?"


"Belajar bareng"


Raka mengangguk-anggukan kepalanya dengan mulut berebntuk o.


"Darimana lo?" tanya Bella.


"Biasa nongkrong"


"Oh, anter gue yu"


"Kemana?"


"Supermarket"


"Mau ngapain?"


Bella berdecak sebal sepupunya ini bener-bener b*go nya ngelewatin batas otak, sampe ke supermarket aja ditanya mau ngapain.


"Pake nanya, ke supermarket ya pasti beli sesuatu"


"Ohh kirain cuma nebeng boker doang"


"Kampret lo"


Raka terkekeh."Haha oke, gue mau siap-siap dulu"


"Ya"


Raka menaiki tangga lalu memasuki kamar yang letaknya disebelah kamar Bella.


Bella membawa bukunya kedalam kamar lalu meletakannya dimeja belajar. Melakukan ritual mandinya, setelah itu dia memakai baju santai dan mencepol asal rambutnya.


Bella mengambil tasnya lalu keluar kamar untuk menemui Raka. Namun ternyata Raka belum juga siap.


"Ck masa cowo dandannya kalah cepet ama cewe"gerutu Bella sambil menunggu Raka disofa.


Selang beberapa menit Rakapun selesai.


"Ck lama"ucap Bella setelah melihat Raka menuruni tangga.


"Gapapalah biar nambah cakep"Raka menyisir rambutnya kebelakang dengan tampang sok cool.


Bella berekspresi jiji


"Ck ayo"


"Cuss"


Bella dan Raka berjalan keluar rumah, lalu memasuki mobil Raka.


Raka menyalakan mobilnya.


"Bell" ucap Raka sambil sibuk menyetir.


"Hm" gumam Bella sambil melihat keluar jendela.


"Lo suka Gilang?" tanya Raka tiba-tiba.


Bella langsung melihat ke arah Raka. "Gak lah".


Raka melirik Bella sekilas. "Kalo Ares lo suka ngga?"


Bella tak langsung menjawab.


Raka tersenyum "Wah bener nih dugaan gue, kalo lo itu udah kepincut sama si Ares"


"Dih ngga ya sapa bilang"


"Omaca" Raka tersenyum jahil sambil mencolek dagu Bella.


"Gue bilang ngga ya ngga Ka!"


"Iya deh iya terserah lo, bisa bahaya kalo tuan putri Bella marah"


"Cih"


Tak terasa ternyata mereka telah sampai disupermarket.


"Ka lo ikut masuk apa nunggu disini?" tanya Bella.


"Nunggu disini aja deh mager gue" ucap Raka sambil menyenderkan badannya.


"Oke" Bella menuruni mobil, lalu masuk kedalam supermarket.


Saat sedang memilih cemilan, tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Bella menengok ke sebelah kanannya.


"Hai Bell kamu disini juga" ucap Risa sambil tersenyum.


"Hai, iya"


Risa menganggukan kepalanya"Kesini sama siapa?"


"Si Raka"


Risa terlihat terkejut setelah mendengar nama Raka.


"Napa lo?" tanya Bella.


Risa cepat-cepat merubah ekspresi terkejutnya dengan tersenyum."Hehe gapapa Bell"


"Kok lo kaya kaget gitu waktu gue nyebut nama Raka" ucap Bella curiga.


"Hehe gapapa Bell, gue ke kasir duluan ya" Risa langsung pergi menuju kasir.


Bella merasa ada aroma-aroma yang mencurigakan. Diapun melanjutkan memilih cemilannya.


Setelah memilih cemilan, Bella membayar semuanya di kasir.


Keluar dari supermarket, lalu memasuki mobil.


"Udah?" tanya Raka.


"Ya"


Raka menjalankan mobilnya.


Bella memikirkan ada apa anatara Risa dengan Raka. Bella melihat Raka lalu bertanya "Ka lo kenal sama Merissa?"


Cyitttt


Tiba-tiba Raka mengerem mobilnya, membuat Bella sedikit terkejut.


Raka menatap Bella. "Ngga" ucapnya.


Bella memicingkan matanya."Terus kenapa lo kaya kaget gitu?"


Raka kembali menjalankan mobilnya, dan tak menanggapi ucapan Bella.


"Ditanya tu jawab" ucap Bella datar.


"Intinya gue ga kenal sama yang namanya Markisa Markisa itu"


"Merissa" ralat Bella.


"Nah iya itu"


Bella melihat keluar kaca mobil sambil melamun.


Raka melirik Bella sekilas


Semoga Bella percaya sama omongan gue. Batin Raka


Sesampainya dirumah Mereka memasuki kamarnya masing-masing tanpa sepatah katapun.


Ares


Bell lagi ngapain?


Bella


Napas.


Tak sampai satu menit Ares langsung membalas pesannya.


Ares


Wkwk, Bella lucu deh bikin gemes😂


Bella merotasi bola matanya.


Bella


Lo serem kek dedemit.


Ares


Gue ganteng kek Justin bieber gini


Bella


Bodo


Ares


Udah sana tidur dah malem ntar anemia loh. goodnight❤


Bella


Masi jam7, insomnia.


Ares


Oh masi jam7 ya kirain udah malem, maklum lah kepikiran Bella terus jadinya gainget waktu hehe, nah itu maksud gue.


Bella


Oh.


Setelah mengetikan itu Bella langsung mematikan hpnya,karena malas meladeni Ares. Kemudia Bella melakukan rutinitasnya seperti biasa,yaitu belajar hingga larut malam.


***


Seperti biasa Bella berangkat sekolah diantar oleh Raka.


Sesampainya dikelas, Bella duduk dikursinya sambil membaca novel menunggu bell masuk.


"Hai Bella" ucap Risa sambil tersenyum.


Bella memutuskan pandangannya dari novel, lalu melihat kearah Risa yang sedang duduk disampingnya. "Hai" ucapnya.


"Bell"


"Hm"


"Kamu udah ngerjain tugas fisika belom?" tanya Risa.


"Udah"


"Ohh, nanti istirahat kita keperpustakaan yu"


"Hm"


"Minggir lo" ucap Ares kepada Risa.


Risa langsung menurut dan duduk kembali dikursinya.


Ares melihat kearah Bella lalu tersenyum. "Bella"


Bella tak menanggapi


"Bell lo kok gabales chat guesi"


"Gapenting"


"Pentinglah akukan masa depan kamu"ucap Ares sambil menyengir.


"Bodo"


Gilang dan Eky memasuki kelas.


"Bell besok bisa ga?" tanya Gilang ambigu.


"Serah" jawab Bella yang mengerti arah pembicaraan Gilang.


"Mau kemana lo?" tanya Ares kepada Gilang.


"Kepo"


"Bell mau kemana sama si curut itu?"


Bella tak menjawab pertanyaan Ares, dia terus fokus membaca novelnya seakan tak mendengan ucapan Ares.


"Bell mau kemana?"tanya Ares lagi.


"Belajar"


"Lo cuma berdua sama si curut?"


"Ya"


Ares melotot tak terima"Yaudah gue ikut"


"Terserah"


"Okee"


Gilang mengeraskan rahangnya"Sialan"batinnya.


Eky yang melihat drama secara langsung itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil terkekeh."Dasar bucin"batinnya.


***


Bella dan Risa saat ini sedang ada di perpustakaan, mereka sibuk dengan bukunya masing-masing.


"Hai cantik" ucap seorang cowok yang tiba-tiba duduk dihadapan Bella.


Bella menatap cowok itu sambil mengangkat satu alisnya.


"Kenalin gue Bryan, cowok yang waktu itu pernah nabrak lo di koridor, inget ga?"


Bella menyeringatkan alisnya berpikir, memang dia pernah ditabrak oleh seorang cowok, namun dia tidak ingat bagaimana wajah cowok itu.


"Lo ga inget ya, yaudah gapapa. Btw nama lo sapa?" tanya Bryan.


Bella tak menjawab pertanyaan Bryan, dia terus membaca bukunya.


Bryan menoleh kesebelah kiri Bella.


"Heh lo cewek mata empat, temen lo namanya siapa"


Risa melirik kearah Bella sebentar lalu menjawabnya "Bella"


"Oh"


Bryan melihat kearah Bella "Sekarang gue udah tau nama lo, gue pergi dulu by Bella" Bryan berjalan keluar perpustakaan.


Bella sama sekali tak melirik ataupun menjawab ucapan Bryan.


"Bell kamu ga kenal sama dia?" tanya Risa


"Ga"


"Kok dia sok akrab gitu ya"


"Biasa Cogil"


Risa mengerutkan keningnya "Cogil apaan Bell?"


"Cowo g*la"


Risa terkekeh "Ada ada aja"


Bel masuk telah berbunyi.


Bella dan Risa kembali ke kelasnya.


Setelah sampai dikelas mereka duduk dibangkunya masing-masing.


Pelajaran berlangsung seperti biasanya.


Hingga pulang sekolahpun seperti biasanya.


***


Saat ini Bella sedang berada dirumah Risa untuk mengerjakan tugas kelompok. Bella melihat penampilan Risa yang memakai pakaian santai dengan rambut digerai dan tanpa menggunakan kacamata, sangatlah berbeda Risa terlihat lebih cantik.


"Bella kamu yang cari di internet ya, nanti aku yang nyalin"ucap Risa.


"Oke"


Bella mulai mencari di internet. Dan Risa mulai menulis awal kalimatnya.


"Nih ketemu" ucap Bella.


"Oke" Risa menyalin catatan di internet itu.


Sekitar 50menitan Bella menunggu Risa menyelesaikan catatannya, akhirnya Risapun selesai.


"Finish" ucap Risa merasa lega.


"Yaudah gue balik dulu"


"Ga main dulu Bell?"


"Ga deh, kapan kapan aja ya"


"Ohh oke, aku anter ya"


"Gausah guekan bawa mobil"


"Oh iya, yaudah hati hati Bella"


"Iya"


Bella berjalan keluar rumah Risa, memasuki mobilnya, lalu menjalankan mobilnya menuju rumah.


Bella masuk kedalam rumahnya.


"Dari mana aja kamu?! kenapa baru pulang?!" tanya Pak Herman tegas.


"Kerja kelompok"


"Dimana?!"


"Rumah Risa"


"Sana pergi ke kamar dan jangan lupa belajar lagi!"


"Ya"


Bella berjalan menuju kamarnya, sesampainya dikamar Bella langsung merebahkan diri dikasur dan tertidur, Bella malam ini tak belajar, karena dia merasa hari ini sangat lelah.


Papahnya itu tak pernah sekalipun bertanya pada Bella sudah makan belom?, gimana disekolah?, Papahnya itu hanya menyuruhnya belajar terus, sampai otak Bella berasa penuh dengan rumus-rumus dan hampir meledak.


***


Like, comen , and vote:)