Cold Girl

Cold Girl
Pingsan


Setelah kejadian itu, Agatha sudah memutuskan untuk menjadi kembali seperti dulu. Namun butuh beberapa waktu untuk mengubah sikapnya kembali. Agatha sudah terbiasa bersikap dingin sehingga untuk kembali menjadi periang, mungkin akan susah kembali.


Hari Senin pun telah tiba Agatha bergegas pergi ke sekolah karena Agatha telat bangun padahal Abangnya sudah mengetuk dari jam 5 pagi. Namun, karena Agatha tidur terlalu malam jadinya dia baru bangun jam 6 pagi.


Di sekolah sudah ada murid-murid yang berbaris rapih. Agatha langsung pergi ke barisannya dengan atribut yang lengkap.


"Ya ampun Tha,akhirnya kamu dateng juga.. Aku tdi nyariin kamu dikelas tapi kata Alvaro kamu belum dateng.. Oh iya kok bisa kamu deket sama Alvaro?"ucap Shafa satu kali nafas.


"Aku.. telat bangun"ucap Agatha.


"Kok bisa sih?Emangnya abang kamu gak ngebangunin kamu?Kan kalian berangkat sekolah bareng kan?Tuh buktinya abang kamu ada disana?"ucap Shafa.


"Bisa gak sih Shaf, nanyanya pas udh beres upacara?Berisik tau gak!"Ucap Gibran risih.


"Hehehe maaf"Ucap Shafa tediam.


Setelah beberapa menit upacara dimulai.. Tiba-tiba..


BRUKK


Seorang siswi terjatuh. Semua penghuni yang ada langsung berhamburan melihatnya. Alvaro yang dari tadi sudah melihat siswi tersebut langsung mengendongnya ala bridal style.


"Biar saya aja yang gendong"ucap Gibran.


"Tapi Bran..."ucapan Shafa terhenti.


"Gua aja yang gendong"ucap Alvaro langsung memangku Agatha.


Setelah sampai Di UKS, Alvaro menyerahkan Agatha ke petugas UKS. Alvaro pergi meninggalkan Agatha. Agatha diobati dengan kayu putih. Semua badannya di oleskan kayu putih. Aroma kayu putih yang diberikan didekat hidung Agatha membuat Agatha tersadar. Perlahan Agatha membuka matanya yang begitu berat. Hal pertama yang ia lihat adalah warna putih. Tentu saja itu adalah tembok UKS.


"Udah sadar?Gimana ada yang sakit?"ucap Alvaro.


"E.hh"ucap Agatha gugup.


"Nih aku bawain bubur. Pasti tadi kamu telat makan ya?"ucap Alvaro memperlihatkan bungkusan.


"Makasih ya"ucap Agatha tersenyum sambil berusaha membangunkan dirinya dalam posisi duduk.


"Biar aku suapin ya"ucap Alvaro sambil membuka bungkusan tersebut.


"Gausah.. ngerepotin jadinya"ucap Agatha.


"Aku ga ngerasa repot"ucap Alvaro yang sudah siap menyuapi Agatha.


Empat puluh menit sudah berlalu, Akhirnya upacara telah selesai. Kennan,Gibran dan Shafa pun langsunv pergi ke UKS. Setelah sampai di UKS pemandangan yang mereka lihat adalah Agatha dan Alvaro yang tertidur. Agatha tertidur di kasur sedangkan Alvaro tertidur di Kursi. Kepala Alvaro berada di kasurnya Agatha.. Tangan kanan Alvaro menggenggam tangan kanan Agatha. Mereka sedang tertidur pulas.


"Gilaaaaa...."ucapan Shafa terpotong oleh tangannya Kennan.


"Berisik"ucap Kennan.


Gibran yang melihat kejadian itu sangatlah panas. Namun dia masih memikirkan kondisi Agatha. Dia panik saat Agatha pingsan. Ingin sekali dia berada disamping Agatha tetapi dia tidak bisa. Petugas UKS yang bernama Mira disana pun melihat Kennan,Gibran dan Shafa yang datang.


"Dia baik baik aja kan?"ucap Gibran khawatir.


"Iya..dia cuma ga sarapan jadi gaada tenaga"ucap Mira.


"Udah dikasih sarapan tadi?Dia udh minum obat?"Ucap Gibran.


"Udah tadi My Husband Al.v...eh maksudnya Alvaro udh ngasih"ucap Mira keceplosan


"Oke makasih udh jagain Agatha"ucap Kennan.


"Mending kita balik ke kelas dulu nanti pas jam istirahat kita kesini lagi"ucap Kennan.


"Iya bener. Yuk"ucap Shafa.


"Gausah kalian duluan aja. Aku mau jaga Agatha"ucap Gibran.


"Kan udah ada Alvaro, lagian pelajaran mau dimulai"ucap Kennan.


"Iya Gibran..Masa kamu tega sih .. Aku nanti sendiri dikelas"ucap Shafa memelas.


"Tapi..."ucap Gibran binggung.


'Agatha lu selalu menang Tha dapetin hati Gibran'batin Shafa.


"Ayo ihh lagian Agatha udah ada Alvaro. Gaenak kalo kita disini yang ada berisik"ucap Shafa.


"Tapi... "ucapan Gibran lagi lagi tertahan.


"Bener kata Shafa"ucap Kennan sambil menepuk bahu Gibran.


"Oke Fine gua ngalah"ucap Gibran kesal dan langsung pergi meninggalkan UKS.