
Bella bangun pukul 05.02 lalu beranjak untuk mandi,memakai seragam,lalu menyiapakan bukunya.Bella mengambil hpnya,melihat ada notifikasi pesan dari nomer tidak dikenal
+628.........
Bella gue didepan rumah lo
Bella menyeringat heran berpikir siapa gerangan orang yang mengirim pesan ini.
Bella keluar rumahnya,membuka gerbang lalu terlonjak kaget melihat seseorang yang sedang duduk diatas motor sambil menyengir setelah melihat Bella keluar.
"Ares ngapain lo disini?!"
"Kan aku udah ngirim pesan ke lo beb"
"Cih apaansi beb beb bebek"
"Ish bukan bebek Bella tapi Beyebeh"
"Najong. Lo dapet nomer gue darimana?"
"Cih cantik cantik pikun"
Bella berpikir sejenak lalu teringat kemarin saat dikelas.
Flashback on
Ares menatap ke arah Bella
"Bell minta nomer hp lo dong"
Bella melirik sekilas"Ogah" Lalu memfokuskan pandangannya kembali kearah guru yang sedang menerangkan
"Kalo lo gamau ngasih nomer lo gue bakalan teriak disini hari ini dan detik ini juga kalo gue cinta sama lo"
Bella mengangkat satu alisnya meremehkan ucapan Ares"Silakan kalo berani"
Ares menyeringai,menarik napasnya lalu mulai berteriak "BELL..."
Bella membekap mulut Ares "Berisik!"
Guru yang sedang menerangkanpun melihat ke arah Ares lalu bertanya"Kenapa kamu Ares teriak-teriak?!"
"Hehe gapapa bu saya cuma mau merilekskan otak saya yang penuh dengan materi materi pelajaran"
Guru itu hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ares dan lanjut menerangkan.
Ares menghadap kearah Bella"Bell mana nomer lo,kalo ga gue teriak lagi nih"
"Ck okeoke"
Ares mengambil hpnya bersiap untuk mengetik nomer Bella.
Bellapun menyebutkan nomernya.
Kontak Bella diberi nama oleh Ares 'MyloveBella❤'.
Ares menunjukan layar handphonenya kepada Bella"Nih gue udah simpen ya"
Bella bergidik jiji melihat nama kontaknya di hp Ares.
Flashback off
Ares menoel dagu Bella"Sudah ingat"
Bella tersadar dari lamunanya kemudian melotot ke arah Ares karena berani-beraninya menoel dagu Bella.
Ares terkekeh melihat ekspresi Bella yang menurutnya lucu,Ares mencubit kedua pipi Bella"Uhh lucunya calon pacarku ini"
Bella memukul tangan Ares"Apaansi lo seenak jidat nyubit gue sakit tau ga!"
"Aduhh sakit ya sini gue sembuhin pake ini" ucap Ares sambil menunjuk bibirnya
Bella bergidik geli"Najong jiji gue"
Bukannya merasa tersinggung Ares malah tertawa terpingkal-pingkal,membuat Bella menyeringat heran.
Ares menghentikan tawanya."Yaudah ayok naik"
"Ogah"
"Gue udah nungguin lo dari subuh tau ga masa lo gamau hargain guesi" ucap Ares dengan raut wajah yang disedih-sedihkan
"Bodoamat"
"Biar cepet dari pada lo naik mobil terus macet terus terlamabat terus dihukum gimana hayo.Mendingan sama gue"
Bella terdiam sejenak.
"Yaudah"
Ares mengepalkan tangannya lalu meninju udara"Yess".
Ares melepas helm lalu menyodorkan helmnya kepada Bella"Nih pake"
"Lo nya?"
"Gapapa guemah,gue takut lo kenapa-napa"
"Alay" cibir Bella sambil mengambil helm Ares dan memakainya.
****
Sesampainya di sekolahan mereka menjadi pusat perhatin
"Mereka pacaran"
"Ihh cocok bangetsi mereka couple goals banget cowoknya ganteng ceweknya cantik"
"Tu cewek anak barukan"
"Cih tuh anak baru keganjenan bangetsi"
"Ih yayang Ares sama siapa sih"
Begitulah berbagai pujian dan cibiran yang didengar Oleh Bella dan Ares.Namun mereka tak menghiraukannya.
Ares tiba-tiba menggandeng tangan Bella.
"Lepasin!" sentak Bella marah
Ares langsung melepaskan tautan tangan mereka lalu menyengir"Hehe gasengaja".
Ares memukul-mukul tangannya sendiri"Ck nih tangan tau aja mana yang cantik"
Bella hanya melirik sekilas tingkah konyol Ares lalu berjalan cepat mendahului Ares.
"Eh Bell tungguin Aa dong"Ares mengejar Bella namun Bella malah berlari."Ck yaudahlah"
Bella sampai dikelasnya dengan napas yang memburu.Gilang yang melihat itu menyeringat heran"Kenapa Bell?"tanyanya
"Gapapa" Bella berjalan menuju bangkunya dan duduk dengan napas yang masih ngos-ngosan
"Mau gue beliin minum ga?" tawar Gilang
"Gausah"
Gilang tak memperdulilan ucapan Bella,dia menuju kantin dan membeli air mineral untuk Bella.
Sesampainya dipintu kelas Gilang langsung berbalik lalu membuang air mineralnya ke tong sampah"Ck gue keduluan sama Ares"batinnya
"Udah" ucap Ares
Bella mengangguk
"Makannya gausah lari-larian gitu capekkan"
Bella tak menghiraukan Ares lalu mengambil buku didalam tasnya dan membaca.
Ares menggelengkan kepala melihat Bella yang terus belajar padahal dia sudah pinrar.Ares merebut buku Bella,menaikan buku itu tinggi-tinggi.
"Ck balikin"
Ares mendorong jidat Bella dengan telunjuknya"Nih otak dirileksin dulu jangan belajar melulu,ntar stres lo"
Bella berdecak,mencoba mengambil bukunya dengan berjinjit-jinjit,karena walaupun Bella lumayan tinggi tapi Ares lebih tinggi lagi.
Gilang merampas buku Bella dari Ares lalu memberikannya kepada Bella.
"Thanks"ucap Bella kepada Gilang
Ares melotot tajam kearah Gilang
"Apaansi lo gausah ikut campur"
"Lo yang gausah campurin urusan Bella mau dia belajar kek mau ngga kek terserah dialah karena lo bukan siapa-siapanya" ucap Gilang santai namun dengan penuh penekanan di kalimat'lo bukan siapa-siapanya'
Ares mengangkat satu sudut bibirnya"Lo cemburu karena gue bisa deket sama Bella,tapi lo ngga"
"Cih ga,ngapain gue cemburu"
"Gausah muna deh lo gue tau lo suka sama Bella"
"Kalo iya kenapa"
Bella yang sudah sangat risih mendengar perdebatan Ares dan Gilang menggebrak mejanya keras
Brakkk
Ares dan Gilang langsung bungkam kemudian duduk dikursinya masing-masing dengan perasaan yang sulit diartikan.
"Haii epribadeh" Ucap Eky yang baru memasuki kelasnya.
Eky yang melihat Ares dan Gilang yang terdiam dengan wajah memerah dan tangan yang mengpal menyeringt heran
"Napa lo?" tanya Eky pada Gilang
Tak ada sahutan
Eky berbalik"Napa?"tanyanya pada Ares
"Ga" ucap Ares
Eky kini menatap Bella lalu bertanya "Mereka kenapa Bell?"
"Berantem"
Eky melotot kaget"Berantem gara-gara apa?"
Bella hanya mengangkat kedua bahunya,karena tidak ingin mencampuri usursan ketiga cowok itu,padahla dia mengetahui bahwa dialah yang menyebabkan Ares dan Gilang berantem.
Eky merasa jengah karena ucapannya tak ditanggapi lalu memilih bungkam.
"Woii ada guru ada guru" ucap seorang cowok setelah melihat guru yang ingin memasuki kelasnya.
Semua murid duduk di tempatnya masing-masing dengan grasak-grusuk.
"Pagi anak-anak" sapa Pak Haryono
"Pagii"
"Oke sekarang kita mulai pelajarannya"
Pelajaran dimulai dengan lancar hingga jam istirahat.
"Bell kantin yuk" ajak Ares
"Gue mau ke toilet"
"Gue anter"
"Gausah"Bella berjalan cepat meninggalkan Ares
Gilang yang melihat itu tertawa meremehkan "****** lo"
"Berisik a*j**g!"
Gilang tak memperdulikan umpatan Ares lalu berjalan santai keluar kelas.
"Lo ribut gara-gara Bella?" tanya Eky pada Ares
"Bukan urusan lo" ucap Ares lalu pergi keluar kelas menuju roftop.
Eky melihar sekeliling kelas hanya ada dirinya sendiri"Woii kalong kok gue ditinggal si"Eky berlari terbirit-birit keluar kelas.
_roftop
Ares menendang semua barang yang ada dihadapannya untuk meluapkan emosi.
"Bella kenapasi lo cuekin gue terus"
"Eh emang Bella orangnya cuek ke semua orang ya"
"Aaaaa lo juga Gilang napa ikut-ikutan suka sama Bella"
Ares terus mengumpat kasar.
_toilet
Bella mencuci tangan dan wajahnya,tiba-tiba ada tiga orang cewek yang mendekatinya.
"Lo Bella kan?" tanya seorang cewek berambut panjang dengan make up menor seperti tante-tante.
Bella tak memperdulikan ucapan cewek itu dan terus melakukan kegiatannya.
"Eh lo budek ya" ucap seorang cewek berambut sebahu.
Dua cewek yang lain tertawa.
Bella berjalan keluar toilet namun dihadang oleh cewek berambut sebahu dan cewek berbando biru.
"Minggir" ucap Bella datar
Cewek berambut panjang mendekati Bella lalu menarik bahu Bella agar menghadap kearahnya "Lo tau siapa gue?"
Bella memutar bola matanya malas
"Ohiya lo kan anak baru jadi gatau siapa gue.Oke kenalin gue Olivia Anderson gue anak donatur di sekolahan ini"
"Terus?" ucap Bella datar,membuat ketiga cewek itu geram
"Jadi lo jangan berani-beraninya deketin Ares sampe berangkat bareng lagi gue aja gapernah"
Bella tertawa sinis"Miris"
Oliv menjambak rambut Bella,namun Bella hanya diam dengan ekpresi andalannya,yaitu datar.Oliv menjambak rambut Bella dengan lebih kencang karena melihat Bella tidak meringis kesskitan sekalipun.
Tiba-tiba cewek berambut sebahu mengambil gayung berisi air lalu menyiram badan Bella.
Bella yang sudah tak tahan lagi langsung menarik tangan Oliv lalu memelintirkannya kebelakang.
"Sttt aw sakit b*g*" rintih Oliv.
Bella menyentakan tangan Oliv dengan kencang lalu berjalan keluar toilet.
"Sial berani-beraninya dia" ucap Oliv
"Udah nanti kita kasih pelajaran yang lebih lagi" ucao seorang cewek berbando biru
"Oke kita cabut girls" ucap Oliv.
***
Dikoridor Bella menjadi pusat perhatian karena tampilannya acak-acakan dan baju yang basah.
"Kenapa si Bella"
"Si Bella pasti abis dibully sama Oliv and the geng karena dia berangkat bareng Ares"
"Duh kasian ya Bella"
"Neng seksi bangtsi"
Begitulah omongan-omongan yang didengar Bella.
"Bell lo kenapa ko basah gini?" tanya Ares yang tidak sengaja melihat Bella.
"Gara-gara lo"
"Kok gue emang gue ngapain lo?" tanya Ares keheranan
Bella terus berjalan ke arah lokernya untuk mengambil seragam tanpa mempedulikan pertanyaan Ares.
"BELL LO KENAPA?" tanya Ares berteriak
Tiba-tiba ada siswi yang menyahut"Paling di bully ama fans fanatik lo si Oliv and the geng"
Ares menggeram kesal mendengar ucapan siswi itu,berjalan dengan tergesa-gesa menuju kelas Oliv.
Brakk
Ares menggebrak meja Oliv dengan kencang.
"Eh Ares kamu kenapa beb?"ucap Oliv manja
"Lo apain Bella?!"
"Aku cuma ngasih pelajaran sama dia supaya ga deketin kamu"
"Lo siapa berani ngelarang larang?"
"Aku aku"
"Siapa?!" bentsk Ares keras
"Kalo lo berani macam-macam ke Bella habis lo ditangan gue!!" ucap Ares dengan emosi yang tersulut-sulut
Oliv meneguk ludahnya susah payah dan merasa lututnya lemas mendengar ucapan Ares.
****
"Bell pulang bareng gue yu" ucap Ares
Tak ada sahutan
"Bell gue minta maaf ya gara-gara gue lo jadi di bully,gue janji bakal jagain lo supaya ga diganggu sama Oliv lagi" ucap Ares dengan penuh penyesalan
"Gaperlu".Bella berjalan kearah mobil berwarna hitam yang dikendarai oleh supirnya. Sebenarnya Bella tak menyalahkan Ares karena Ares tak tau menahu tentang kejadia itu,tetapi Bella sedang malas saja menanggapi orang karena moodnya sedang buruk.
Ares mengacak-acak rambutnya frustasi." Gue bakal cari cara supaya Bella mau maafin gue"batinnya
****
Vote,like and comen guyss.