
Setelah setengah jam, Agatha bangun dari tidurnya. Hal pertama yang ia lihat adalah Alvaro masih tertidur sangat pulas. Dia menatap Alvaro dengan begitu dalam. Memperhatikan wajahnya yang sangat tampan.
"Tuhan ga adil, masa dia nyiptain wajah Alvaro setampan ini apalagi matanya, selalu aja bisa bikin hati aku tenang.."ucap Agatha pelan sambil tangan kirinya mengelus wajah Alvaro. Karena tangan kananya masih digenggam oleh tangan Alvaro.
Tiba-tiba Alvaro membuka matanya...
"Sudah puas melihat wajahku?"ucap Alvaro tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"E...hh ka..mu kok udh bangun?"ucap Agatha dengan salah tingkah dan langsung menarik tangannya.
"Iya udah"ucap Alvaro bangun dari tidurnya dan langsung menatap Agatha.
"Sejak kapan kamu udh bangun?"Ucap Agatha.
"Sejak kamu pegang-pegang wajahku dan ngomong sendiri"ucap Alvaro.
"Ka...m..uu... kenapa kamu ga bangun kalo misalnya udah bangun tadi.. kamu ngerjain aku?"ucap Agatha.
Satu kata yang mendefinisikan keadaan Agatha. Malu. Ya malu... Pipi Agatha sangat merona. Semberut merah keluar dari pipi Agatha.
"Ya abis aku mau denger aja kamu ngomongin aku apa eh ternyata..."ucap Alvaro.
"Udah udah gausah dilanjutin lagi.. Aku mau ke kelas"ucap Agatha langsung bangun dari tempat tidur.
"Kamu pakai blush on bukan?"ucap Alvaro sambil menarik tangan Agatha.
"Enggak. Kenapa?"ucap Alvaro
"Soalnya...."ucap Alvaro sengaja terpotong.
"Soalnya apa?"ucap Agatha penasaran.
"Pipi Kamu merah banget. Kamu blushing yaa?Kamu gugup sama aku?"ucap Alvaro menatap tajam Agatha. Bukan tatapan memusuhi tapi tatapan meneduhkan.
"Aku ga blushing"ucap Agatha menolak padahal Pipinya masih merona..
"Cie merah"ucap Alvaro.
"Ihh enggak Alvaro"ucap Agatha.
"Cie merahh cie cie"ucap Agatha menyubit pipi Agatha.
Lalu Alvaro tiba-tiba memegang pipi Agatha, Dia mengelus pipi Agatha yang kian memerah karena cubitannya atau karena salah tingkah.
"Gak sakitkan aku cubit kayak gini?Maaf ya abisnya gemesin kalo ngeliat pipi kamu merah"ucap Alvaro.
Agatha diam. Sungguh dia hanya ingin menikmati tatapan teduh Alvaro. Dia hanya ingin sebentar saja merasakan Alvaro menyentuh pipinya. Hanya sebentar camkan itu. Mata Agatha terhipnotis dengan mata Alvaro. Membuat matanya tak berkedip.
"Mau ke kelas?"ucap Alvaro membuyarkan lamunan Agatha.
"Eh... boleh"ucap Agatha gugup.
"Tha aku khawatir banget sama kamu. Kamu ga apa apa kan?"ucap Gibran sambil memeluk Agatha.
Agatha yang dipeluk pun membalas pelukan Gibran. Kelakuan Gibran dan Agatha membuat dua orang panas.
"Gausah pelukan di tempat umum juga kali."ucap Alvaro mendelik.
"Terserah gua lah"ucap Gibran melepaskan pelukannya ke Agatha. Tapi tatapan matanya tidak lepas dari mata Agatha.
"Eh maaf ya.. Kita duduk disini dulu gapapakan Ro?"ucap Kennan dan dibalas dengan diam oleh Alvaro.
"Iya gapapa kok"ucap Agatha ramah.
"Aku gapapa Gibran, kamu gausah khawatir."ucap Agatha sambil tersenyum.
"Gimana aku ga khawatir, aku ini orang yang selalu ada didekatmu dan tadi aku ga ada didekatmu saat kamu sakit. Lagian mana sih Abang Kamu itu?Kok adiknya ditinggal."ucap Gibran.
"I am fine Gibran. Please donn't wory about me"ucap Agatha tersenyum.
"Lebay lo jadi cowok" Ucap Alvaro yang dibalas tatapan tajam oleh Gibran.
Senyuman Agatha membuat semua orang yang memperhatikannya meleleh seketika.
"wah gila sih Agatha ternyata cantik banget kalo senyum"
"Aaaa senyumanmu mengalihkan duniaku"
"Udh cantik eh senyumnya juga bikin dia nambah cantik"
"My princess gua"
"Kecentilan banget *****"
"Wah siap siap aja sih dia di buly sama Intan and The Geng kalo dia kayak gitu. Apalagi deket sama Alvaro yang incaran Intan"
Begitulah kata kata mereka.
"Terus Abang kamu mana,Tha?"ucap Shafa.
"Ga sekolah. Sakit"Balas Agatha singkat
"Oh pantesan"ucap Shafa.
"Pantesan?"ucap Kennan.
"Iyalah pantesan.. Soalnya ngerasa kurang personil Most Wanted SMA pas hari ini"ucap Shafa
"Kirain aku apaan"ucap Kennan.
'Berharap kamu menyukaiku itu hanya sebuah ilusi belaka yang tak bisa kugapai'batin Kennan.