
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan penat. Akhirnya Agatha sampai dirumahnya. Ketika ia ingin masuk ke dalam rumahnya, ia melihat bahwa ada seorang pria yang sedang berdiri didepan pintu rumahnya. Wajah pria tersebut tidak terlihat karena
ia menghadap ke pintu.
"Halo siapa ya?"ucap Agatha ramah.
"Agathaaa"ucap Alvaro langsung memeluk Agatha.
Perasaan hangat ini kembali muncul saat Alvaro memeluk Agatha. Perasaan yang membuatnya kembali merasa menjadi perempuan yang selalu diinginkan. Tetapi tiba-tiba sebuah wajah terlintas di pikiran Agatha. Ya siapa lagi kalau bukan Bintang.
"Lepasin"ucap Agatha sambil melepaskan pelukan Alvaro.
"Kamu kenapa?"ucap Alvaro heran.
"Gak papa. Ada apa kesini?"ucap Agatha dingin.
Sungguh sikap Agatha membuat Alvaro marah. Bisa-bisanya dia kembali dingin setelah dia berjanji kepadanya. Alvaro curiga kalau Agatha sudah mengetahui semuanya. Tapi kalo benar dia sudah tau?Bukannya seharusnya dia membenci orang itu, bukan membenci alvaro.
"Kamu kenapa Agatha?"ucap Alavaro.
"Aku cape"ucap Agatha.
"Kamu cape atau abis ketemu sama Bintang?"ucap Alvaro
DEGG
"Jadi kamu tau dia masih hidup?"ucap Agatha.
"Iya tau"ucap Alvaro.
"Kenapa kamu bisa tahu?Kenapa kamu ga ngasih tau aku sih?Kenapa?Kamu tau gak?Aku ngerasa kayak orang bodoh yang selalu menangisi kepergian bintang padahal dia masih hidup"ucap Agatha.
"Tha bukan gitu. Aku juga sebenarnya mau ..."ucapan Alvaro terpotong.
"Cukup Ro. Udah . Aku cape. Aku pengen istirahat. Leave me alone and don't disturb me for now."ucap Agatha sambil membuka pintu rumahnya dengan kunci.
Perkataan Agatha sukses membuat Alvaro terdiam. Alvaro memandangi wajah Agatha sebelum Agatha masuk kerumah.
Alvaro menghubungi Abang Agatha. Kebetulan dia memang mempunyai nomor hpnya Kevin karena dia berteman baik dengan Kevin.
"Halo siapa ya?"
"Ini gua Alvaro"
"Kenapa ro?Tumben lu nelpon. Ada apa nih?Tentang Geng Halilintar?"
"Bukan tentang itu tapi tentang Agatha. Agatha lagi sedih. Dia perlu teman. Balik kesini ke rumah lu buruan"
"Serius?Kenapa lagi Agatha?Tapi Gua gabisa kesana karena masih ada urusan penting banget disini dan gabisa ditinggalin.. Atau .. mending lu temenin Agatha didalam rumah tapi jangan macam-macam"
"Gua gabisa. Agatha ngekunci pintu rumahnya dan gua laki-laki."
"Aduh kalo gitu mah gampang. Lu ambil kunci cadangan kunci ditanaman depan rumah. Kalo gak posisi tanamannya deket banget sama pintu masuk."
"Elu naru kunci disitu?Buat Apa?"
"Cadangan aja si. Guakan suka pulang malem. Shut.. udah sana. Temenin ade gua sampe gua balik. Gua bakal usahain gua balik besok malem. Dan Awas aja lu kalo misalnya berani macem-macem sama adek gua satu-satuny,gua musnahin elu."
"Oke kalo gitu gua percaya ama lu. Gua titip dia selama gua masih ada urusan"
"Oke"
Alvaro bergegas mencari kunci tersebut. Setelag mendapatkannya, Alvaro kemudian membuka pinru rumah Agatha. Suasana dirumah Agatha Gelap dan Sunyi. Perlahan Alvaro mencari tombol untuk lampu supaya menyala. Setelah Lampu menyala, Alvaro bergegas mencari kamar Agatha.
Firasat Alvaro mengatakan bahwa kamar Agatha berada dilantai 2 sehingga ia langsung menaiki tangga menuju lantai 2. Di Lantai 2 ada empat kamar. Untung saja kamar pertama yang ia lewati bertuliskan nama Agatha Room sehingga Alvaro tau bahwa itu kamar Agatha.
Ada celah sedikit dipintu Agatha sehingga Alvaro bisa melihat apa yang dilakukan Agatha. Alvaro melihat Agatha menangis dalam diam. Alvaro tak melangkahkan kakinya masuk ke kamar Agatha karena ia tau bahwa Agatha butuh waktu untuk sendiri sehingga Alvaro memasuki kamar yang bertuliskan Kevin Room untuk menginap dan meminjam baju.
Setelah selesai menangis,Agatha mencuci mukanya agar tidak terlihat menangis. Agatha menuju dapur untuk mengambil minum. Agatha menuruni tangga. Namun, ada yang berbeda. Seingat Agatha, kondisi lampu rumah belum dinyalakan olehnya. Dia ingat bahwa ia langsung menuju kamarnya. Tapi sekarang yang ia lihat, semua lampu rumah menyala. Padahal, Ayahnya dan Abangnya sedang berada di luar kota dan gak mungkin kesini dalam waktu sehari. Apa mungkin ia salah mengingat. Apa jangan-jangan ada hantu?Membayangkannya saja bulu kuduk Agatha sudah merinding ketakutan.
Tiba-tiba pada saat Agatha mengambil minum, ada suara yang memanggilnya..
"Tha"ucapnya.
"Tha"ucapnya.
"Tha"ucapnya lagi.
Agatha yang mendengar ada suara yang memanggilnya berusaha untuk tidak takut.
"Masa ada hantu dirumah gua?kan ga mungkin."ucap Agatha.
"Enak aja gua disebut hantu"ucap suara tersebut.
"Tuh ada suara lagi.. Ihh maapin Agatha ya .. Agatha salah.. jangan ganggu Agatha"ucap Agatha takut.
"Hmm mending lu liat kebelakang elu sekarang"ucap suara tersebut.
"Gamau.. Takut"ucap Agatha.
Karena Agatha tidak mau berbalik, Akhinya orang tersebut menarik bahu Agatha agar Agatha mau menoleh. Ketika Agatha menoleh, Agatha kaget bahwa didepannya ada Alvaro.
"Alvaro"ucap Agatha.
"hmm"ucap Alvaro.
"Kok kamu bisa disini?kan aku bilang aku lagi mau sendiri. Terus kenapa kamu bisa masuk rumah?Terus gimana kalo aku jantungan Al"ucap Agatha cerocos.
"Shut berisik!Sebelumnya aku udah izin ke Abang kamu kalo bakal nginap disini buat ngejagain kamu dan Alasan aku menginap disini karena aku gamau ngebiarin aku sendiri disaat kamu butuh sandaran"ucap Alvaro tenang.
"Apasih .. aku ga butuh sandaran"ucap Agatha.
"Gengsi dipelihara.. Kalo ga butuh sandaran, kenapa kamu nangis dikamar?"ucap Alvaro.
"Ka...muu lihat?"ucap Agatha dan dibalas anggukan oleh Alvaro.
"Jadi benarkan?kamu butuh sandaran"ucap Alvaro
"Enggak ya aku ga..."
Ucapan Agatha terpotong karena Alvaro tiba tiba menarik pinggang Agatha dan memeluknya. Agatha tidak menolak saat dipeluk Alvaro karena rada nyaman dan memang sekarang ia sedang butuh sandaran.
"Aku gak bakal biarin air mata berharga yang kamu miliki jatuh buat orang yang sia-sia kamu tangisi. Kamu bisa pinjam pundak aku atau dada aku untuk sekedar bercerita dan bersandar. Aku yakin kamu orangnya kuat"ucap Alvaro