
Tok tok tok
"BELLAA!"
"KELUAR DONG"
"BELLA HAN HATI GUE"
"BELLA CANTIK"
Pintu terbuka menampilkan seorang cowok sedang mengucek matanya dengan rambut berantakan."Berisik! masi jam6 udah treak-treak kek emak-emak kos lagi nagihin duit"ucapnya
Ares terkekeh lalu mengambil tangan Raka dan menciumnya.
"Apaansi lo cium-cium lo kira gue emak lo"
"Hehe kenalin bang,gue Ares Adhitama calon pacarnya Bella.
Gue kesini mau jemput Bella"
"Yaelah baru calon aja udah acara jemput-jemputan jam6 pula"
"Biasa caper dikit,pdkt kan ga segampang iklan cornetto bang"
"Terserah dah,yo masuk dulu lo belom sarapankan" ucap Raka sambil mengayunkan tangannya mengajak Ares masuk.
"Ko lo tau bang gue belom sarapan"
"Keliatan dari muka lo asem-asem kecut"
Ares tertawa."Haha bisa aja lo bang. Eh btw si Bella mana?"
"Masi dikamar,mungkin lagi siap-siap"
Raka dan Ares duduk di tempat makan.
"Siap-siap jadi bini gue ya bang"
Raka menoyor kepala Ares."Enak aja lo sekolah dulu yang bener"
"Hehe siap bang"
Bella menuruni tangga. Menoyor kepala Ares "Lo ganggu aja gue tidur!"
Ares mengusap kepalanya "Adu duh kakandakan mau menjemput ananda Bella agar tidak terlambat ke sekolah"
Raka berekspresi seperti ingin muntah setelah mendengar ucapan Ares.
"Najong!" ucap Bella
"Udah udah yuk kita makan dulu,nanti kalian kesiangan loh"
Mereka bertiga memakan nasi goreng dengan keheningan,hanya ada suara dentingan sendok.
Setelah selesai Bella mengambil semua piring bekas makan lalu mencucinya.
Ares melihat Bella dengan tatapan kagum "Langsung otw jadiin bini inimah" ucapnya.
"Pala lo bunder enak aja kalo ngomong"
Ares hanya terkekeh menanggapi ucapan Raka.
Raka tiba-tiba mendekat kearah Ares.
Ares menyilangkan kedua tangan didadanya "Mau ngapain lo?"tanyanya was was.
Raka menepuk kepala Ares."Lo kira gue cowo apaan"."Gue mau nanya"
"Apa?"
"Lo beneran cinta sama Bella?"
"Banget malah"
"Gue mau lo rubah Bella menjadi periang kek dulu lagi,gak kaya sekarang kek kulkas"
"Emang dulu Bella periang bang?, kok gue ga percaya ya"
"Iya beneran"
"Oh oke bang"
Bella berjalan kearah Ares dan Raka.
"Yuk berangkat" ucap Ares
Bella hanya menganggukan kepalanya.
"Bang gue sama Bella berangkat dulu ya"
"Oke hati-hati kalo bawa ratu es barangkali retak"
"Hehe siap bang"
Ares dan Bella berangkat menuju sekolahan menggunakan motor Ares.
Sesampainya di sekolahan mereka berjalan beriringan menuju kelas.
"Bell"
Bella mengangkat alisnya.
"Lo cantik"
"Emang"
"Wah wah neng Bella mulai sombong ya"
Bella tak menjawab ucapan Ares.
"Wihh penganten baru nihh" ucap Eky
Ares terkekeh "Haha tau aja lo Ky"
Bella tak memperdulikan ucapan dua curut itu lalu duduk dikursinya.
"Woi bro diem-diem aja lo" ucap Ares sambil menepuk pundak Gilang
"Berisik"
"Wih sensi amat lo lagi pms Lang"
Gilang tak menyahuti ucapan Ares.
Ares tersenyum penuh arti melihat Gilang."Gue tau lo pasti cemburu"batinnya
Tett tett
Datang seorang guru berbadan tambun dan berkacamata,seperti tokoh cikgu besar di upin&ipin.Namanya Bu Lina.
"Pagi anak-anak" sapanya
"Pagi bu"
"Oke kumpulkan tugas yang ibu berikan kemarin"
Semua murid mengumpulkan tugasnya masing-masing.
"Selagi Ibu mengoreksi tugas,kalian kerjakan paket halaman 65-70"
Para murid mengerjakan tugas yang diberikan Bu Lina.
"Ares,Eky dimana tugas kalian?!"
"Tugas tenggelam dalam lautan luka dalam"ucap Ares sambil bernyanyi.
Murid-murid tertawa mendengar ucapan Ares.
"Kalian berdua berdiri di depan kelas,angkat satu kaki sampai jam istirahat!"
Ares dan Eky berjalan ke depan kelas lalu melaksanakan hukumannya.
"Dasar cikgu besar" gerutu Eky
"Ngomong apa kamu?!"
"Hehe ngga bu"
Pelajaran terus berlanjut sampai jam istirahat tiba.
Tett tett
Ares bernapas lega."Akhirnya selesai juga, encok ni kaki gue"ucapnya.
Ares menghampiri Bella yang masih duduk dibangkunya."Bell kantin yuk.Lo ga bawa bekel kan"
"Gamau"
"Oh okeey"
Ares berjalan menuju kantin bersama Eky dan Gilang.
Sesampainya dikantin Ares membeli dua porsi nasi uduk.
"Buat sapa lo beli dua segala?" tanya Eky
"Buat Bella"ucap Ares sambil melirik Gilang
"Ohh oke oke yang lagi pdkt mah beda"
Gilang hanya diam.
"Gue kekelas ya"
"Oke semoga sukses cuy"
"Bell makan yuk"
Bella menggelengkan kepalanya.
"Ini gue udah beli nasi buat lo"
Bella melirik Ares lalu mengambil nasi dari tangan Ares dan memakannya.
Ares tersenyum senang,kemudian dia juga memakan nasinya.
"Thanks" ucap Bella setelah selesai makan.
Ares tersenyum"Sama-sama"
Bella berdiri dari duduknya.
"Mau kemana?" tanya Ares
"Toilet"
"Gue anter"
"Gausah"
"Oke hati-hati ya Bella han hati ku"
Bella berjalan dikoridor tiba-tiba.
Brukk
Bella memegang bahunya yang terasa sakit,lalu melihat kearah seseorang yang telah menabraknya.
"Eh sorry ya ada yang sakit ga?" tanyanya
Bella menggelengkan kepalanya lalu berlalu begitu saja dari hadapan cowok itu.
"Cantik juga ya" batin cowok itu,namanya Bryan kelas XIIipsC.
Setelah menuntaskan buang air kecilnya lalu berjalan keluar kelas. Namun sebelum Intan tiba-tiba menghadangnya.
"Bell lo mau ga jadi temen gue?" tanya Intan.
Bella tak memperdulikan ucapan Intan dan terus berjalan keluar toilet.
"Songong bangetsi awas aja lo,sekarang masih gue liatin" gerutu Intan.
****
Bella memasukan buku-buku kedalam tasnya.
"Bell pulang bareng ya.Gada penolakan titik,lo kan berangkat bareng gue nah otomatis lo juga pulangnya sama gue"
"Terserah"
"Ayok"
Ares dan Bella beriringan menuju parkiran.
Diperjalanan. "Bell kita jalan dulu yuk" ajak Ares.
"Ga"
"Ayolah Bell"
"Ga!"
"Oke oke"
Bella turun dari motor Ares lalu masuk kedalam rumah tanpa mengatakan sepatah katapun.
Ares menghembuskan napasnya."Huh sabar sabar cowok sabar nanti nambah ganteng" menjalankan motornya lalu pergi dari rumah Bella.
Bella melihat mobil Papahnya terparkir rapi dibagasi rumahnya."Papah udah pulang"batinnya.
Bella membuka pintu dan masuk ke rumah.
"Pulang sama siapa?!" tanya Pak Herman yang sedang duduk di sofa.
"Temen"
"Cowok apa cewek?!"
Bella mulai bergetar takut."C-c cowo"
Pak Herman menghembuskan napasnya kasar. "Kamu jangan berani-beraninya pacaran!,kamu tu masih sekolah dan harus belajar gausah pacar-pacaran,NGERTI KAMU!"
"Iya"
Bella masuk ke kamarnya,kemudian langsung tertidur agar beban pikirannya bisa berkurang.
****
"Ya sialan!"
Sedari tadi Ares dan Eky tak henti-hentinya mengumpat karena mereka sedang bermain game.Gilang tak ikut berkumpul karena ada urusan keluarga.
"Yess menang!" ucap Ares.
Eky menjatuhkan badannya di kasur Ares."Kok gue kalo maen sama lo kalah terus ya"
"Otak lo nya kurang di shake kali"
Eky tiba-tiba melompat-lompat di kasur Ares.
"Ngapain lo lompat-lompat kek ronggeng m*n**t"
"Gue lagi ngeshake otak gue supaya bisa ngalahin lo"
Ares tergelak "Hahaha lo tuh bener-bener gada otak, maksud gue bukan gitu"
Eky berhenti melompat lalu bertanya dengan wajah polos."Terus gimana?"
"Taulah percuma gue ngejelasin juga lo pasti gabakal ngerti"
"Ck"
"Eh gimana ya cara naklukin cewek yang dingin?"tanya Ares
"Mana gue tau,guemah sukanya yang hot bukan yang dingin"ucap Eky sambil memakan cemilan milik Ares.
Ares menoyor kepala Eky."Sialan lo,otak lo isinya yang begituan mulu"
"Ya wajar dong berarti gue normal ga kaya lo" Eky melirik Ares.
"Lu kira gue cowok apaan"
"Ya lu kan ga pernah suka ama cewek,kali aja lu homo"
"Sialan lo,gue suka sama Bella kali"
Eky menyengir."Oh iyaya gue lupa"
"Dasar pikun"
Eky berdiri"Res gue balik lah"
"Hus hus sana gue mau chatingan ama Bella"
"Songong banget lo"
"Terserah gue lah"
Eky berjalan keluar rumah Ares.
Ares mengetikan pesan kepada Bella.
MyLove Bella
Bella lagi ngapain?
Ares menunggu balasan dari Bella,namun sudah 20menit tak ada balasan juga.
Bell
Bella han hatiku lagi apa?
Bell lo lagi sibuk ya
Sibuk ngurusin rumah tangga kita eaaa❤😁
Yaudahlah kalo lo beneran sibuk
Jangan lupa bales ya beb❤
Ares merebahkan diri dikasur lalu melakukan rutinitasnya yaitu mikirin Bella sebelum tidur dan tertidur.
****
Bella terbangun dari tidurnya, mengambil hp lalu tersenyum melihat pesan dari Ares."Cowok gila" ucapnya sambil terkekeh.
Bella bejalan kearah dapur lalu mengambil minum untuk menghilangkan dahaganya.
Saat Bella ingin berbalik tiba-tiba
"BUAAAA"
Bella menjerit"Kyaaa"sambil memukuli Raka.
"Buahaha gitu aja kaget lo,dasar jantung gembel"
"Bodo" Bella melengos pergi kekamarnya.
Bella berdiri di balkon kamar,membiarkan rambut indahnya tertiup angin. Bella memandangi bintang-bintang dilangit,dan tiba-tiba teringat kepada Mamahnya. "Mah Bella kangen sama Mamah" ucapnya parau.