
Bel pulang berbunyi. Agatha segera diantar oleh Gibran untuk pulang kerumahnya. Setelah Agatha pulang kerumahnya. Dia langsung menuju kamarnya. Karena dirumahnya tak ada siapapun. Abang dan Ayahnya pergi ke luar kota.
Setelah sampai kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya dikasur. Tak lupa tasnya dia taruh di kursi. Dia masih membayangkan kejadian di UKS yang membuatnya malu sekaligus bahagia.
"Ngapain sih gua kayak gitu?Malu dah"ucap Agatha.
"Aishhh ihhh maluu guaaa"ucap Agatha
Tiba-tiba dering dari ponselnya berbunyi menandakan bahwa ada notif pesan masuk.
Shafa
Tha mau ikut ga?
Anda
Kemana?
Shafa
Rahasia. Yang penting pasti kamu suka. kalo mau aku jemput jam 9.
Anda
Kemana dulu?Jam 9?Seriously?itu udh malem banget.
Shafa
Ke tempat yang paling indah. Biasanya juga kalau kita main kerumah Gibran atau Kennan sampai jam 12 malem belum pulang.
Anda
Kennan dan Gibran ikut?
Shafa
Gak dong. Kan kita harus punya waktu berdua. Girls Time lah bilangnya.
Anda
Mau kemana tapinya?
Shafa
Ke Tempat yang pastinya seru. Banyak cogan Tha.
Agatha hanya membaca. Tak ingin membalasnya. Agatha merasa heran, kenapa Shafa tidak menyebut ingin pergi kemana terus kenapa dia tidak mengajak Kennan dan Gibran.
Ketika Agatha sedang memikirkan itu, tiba tiba nada dering dari handphonenya berbunyi menandakan bahwa satu panggilan telepon...
"Halo Tha?"
"Iya Shafa?"
"Jadi ikut gak nih?"
"Kemana dulu?"
"Ayolah Tha, aku udah janji sama teman aku..Lagian masa kamu tega biarin aku malem-malem pergi sendiri"
"Hmmm"
"Tha inget, aku ga bakal celakain kamu kok. Ini bakal jadi malam yang menyenangkan. Soalnya kata orang, tempat yang kita datengin bakal banyak cogan"
"Gak semua hal harus tentang cogan Shaf"
"Ayolah Tha sekali ajaa.. Sekali please kabulin..Temenin"
"Kemana dulu?"
"Oke aku nyerah. Ke Acara Ulang Tahun teman aku, ayo tha"
Mendengar temannya terus memohon akhirnya Agatha pun luluh.
"Oke"
"Yess! Aku jemput jam 9. Jangan lupa ya pakai gaun yang seksi dan tentunya cantik"
"Oke"
Setelah panggilan tersebut, Agatha sibuk mencari gaun yang paling bagus. Mungkin Acara teman Shafa itu sangatlah modern sehingga Shafa menyuruhnya untuk memakai gaun seksi.
Jam dinding menunjukan pukul 8 malem. Agatha sudah bersiap siap untuk pergi. Agatha sedang mencari gaun yang pantas untuk digunakan. Saat mencari gaun, mata Agatha jatuh pada gaun paling bawah lemarinya. Gaun yang sudah ia simpan dan tak pernah ia sentuh. Gaun yang menjadi hadiah terakhir Langit kepadanya. Gaun terindah yang Agatha miliki tapi gaun itu juga yang mengingatkan Agatha pada Langit, Kekasihnya.
Agatha mengambil gaun tersebut dan memakainya. Rambutnya ia gulung ke atas sehingga menampilkan kesan yang elegan. Make up yang dia pakai diusahakan untuk cocok pada gaun tersebut. Bukan make up yang berlebihan tapi make up yang natural. Agatha hanya tidak ingin mempermalukan Shafa yang jago akan dandan.
(Abaikan mukanya please:v)
Setelah menunggu beberapa menit, Akhinya jam menunjukan pukul 9 malam. Shafa sudah berada diluar rumah Agatha untuk menjemput Agatha. Agatha pun langsung keluar rumah. Shafa membawa mobil berwarna pink hellokitty. Yaps memalukan bukan?tapi yasudahlah sudah terlanjur.
"Maaf ya nunggu lama"ucap Agatha yang sudah berada di mobil Shafa.
"Gila kamu Tha, cantik banget"ucap Shafa.
"Kamu juga Shaf"ucap Agatha malu.
"Yasudah kita berangkat oke?"ucap Shafa.
"Oke"ucap Agatha.
Akhirnya Agatha dan Shafa sampai di Sebuah Pesta besar. Agatha dan Shafa turun dan langsung disambut oleh beberapa teman Shafa.
"Hei Shaf bawa siapa nih?Cantik"ucap seorang pria.
"Temanku. Kenalin Namanya Agatha"ucap Shafa
"Shafa"ucap Shafa singkat dan datar.
"Kendra"ucap Kendra tersenyum.
"Yaudah Shaf masuk. Udah ditungguin sama Aksa"ucap Kendra.
"Oke"ucap Shafa sambil mengandeng tangan Agatha.
Saat memasuki pesta, Semua perhatian menuju Agatha. Agatha yang ditatap tersebut pun malu dan akhirnya menunduk. Tiba tiba ada sebuah tangan yang memegang pinggangnya posesif.
"Jangan menunduk. Lu cantik"ucap seseorang tersebut.
Agatha kenal dengan suaranya. Suara yang selalu Agatha rindukan tetapi mustahil karena orang itu sudah pergi meninggalkan Agatha sendirian. Orang itu seharusnya sudah tidak ada disini.
"Gua disini Tha"ucap seorang pria tersebut.
Keringat dingin membasahi tubuh Agatha. Tubuhnya menjadi sangat kaku. Sungguh Agatha ingin pingsan. Kakinya sangatlah lemas. Kalau saja pria tersebut tidak memegang pinggang Agatha,mungkin sekarang Agatha sudah terjatuh.
"Bin..tang"ucap Agatha.
Suara Agatha tiba-tiba menghilang. Mulutnya tak bisa mengeluarkan kata-kata apapun lagi. Ia masih tak habis pikir bahwa orang yang selalu dia rindukan ternyata ada disampingnya.
"Iya gua disini Tha, gua berhasil kembali untuk lu. Gua gak bisa ngebiarin lu sendirian di dunia ini"bisik Bintang ke telinga Agatha.
Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh Agatha. Tidak lain adalah Shafa temannya Agatha.
"Agatha yaampun, aku udh jalan kemana kamu ternyata masih disini. Eh sama cogan lagi"ucap Shafa .
"Ma.aa"ucapan Shafa terpotong karena ia masih sangat terkejut akan kehadiran Bintang.
"Maafin Agatha ya.. Boleh minjem Agatha sebentar?Gua ada perlu sama dia"ucap Bintang tersenyum.
Seolah terhipnotis oleh senyumnya Langit. Shafa langsung mengangguk setuju.
"Bo..leh kok, lama juga gapapa.. kalau perlu aku bilang aja ya"ucap Shafa dan dibalas senyuman oleh Bintang.
Bintang pun menarik Agatha pergi. Agatha dibawa oleh Bintang ke tempat sepi. Ya ke dalam Rumah yang megah.
"Lu ngapain sih disini?Lu tau gak disini tuh bahaya?Masih kecil udah main ke acara ini."ucap Bintang.
Agatha masih terdiam. Sulit bagi dirinya membalas langit. Apalagi dengan penuturan kata dari Bintang. membuatkan tak percaya bahwa Ia adalah Bintang. Orang yang selama ini tak pernah bicara gua elu. Orang yang selama ini selalu lembut kepadanya.
"Tha jawab. Lu ngapain disini?Mau sok jagoan kesini?Apa mau ngebuktiin kalau lu udh gede?"ucap Bintang marah.
"Seriously?Kamu...Bintang?" ucap Agatha.
"Kamu masih hidup?"ucap Agatha meneteskan air mata.
"Iya Gua masih hidup. Kejadian waktu itu ga sepenuhnya buat Gua meninggal."ucap Bintang
"Kamu..."ucap Agatha kembali terdiam.
"Lu harus pergi dari sini Tha"ucap Bintang.
Entah apa yang Agatha rasakan tapi orang yang berada didepannya ini sama sekali tidak mirip dengan Bintang. Mukanya mungkin mirip tapi tidak perilakunya.
"Aku tanya sekali lagi"ucap Agatha.
"Kamu Langit?"ucap Agatha.
"Iya gua langit. Gua kekasih elu Tha. Masa lu lupa?Apa karena orang itu bikin lu lupa?"ucap Bintang.
"Orang?Siapa?"ucap Agatha.
"Alvaro"ucap Bintang.
Sebuah nama terlontar dari mulut Langit yang mampu membuat hati Agatha berdesir kuat.
"Udah gih sana pergi!"ucap Bintang.
"Gua bisa jelasin semua kejadiannya tapi.. sekarang lu harus pergi dulu Tha.. Bahaya disini. Disini banyak pelacur. Oh.. jangan jangan lu juga salah satu pelacur?Jadinya lu gak takut disini?Dan dapet undangan kesini?"ucap Bintang emosi.
"Cukup Tang,.Kamu bukan bintang yang aku kenal. Kamu bukan dia."ucap Agatha menangis.
"Aku Bintang Tha"ucap Bintang sadar akan kosa katanya.
"Sebelumnya aku mau nanya .. Dua pertanyaan ..Setelah itu aku gabakal pernah ganggu kamu lagi"ucap Agatha sambil menangis.
"Tha..bukan gitu. Aku ga bermaksud"ucap Bintang kembali menyadari kosakata yang sudah terlalu buruk kepada Agatha.
"Pertanyaan pertama, Kamu kemana selama ini?"ucap Agatha pelan.
"Dan untuk pertanyaan kedua, kamu..masih..cintakan sama aku?"ucap Agatha ragu.
"Aku...."ucapan Bintang terpotong..
Shafa tiba-tiba datang dan menarik Agatha pergi.
"Agatha..harusnya kamu bilang,kalo dia itu Bintang Putra Langit. Kalau kamu bilang itu dia. Aku gabakal izinin dia bawa kamu. Udah sekarang kita pulang"ucap Shafa.
"Shaf...aku lagi pengen sendirian. Please leave me alone."ucap Agatha
"Tapi Tha..."ucapan Shafa terpotong karena Agatha langsung melangkah keluar.
Agatha melangkahkan kakinya keluar dari pesta. Untung saja ada taksi yang lewat sehingga Agatha bisa pergi. Selama diperjanan, Agatha hanya memikirkan perkataan Langit yang sungguh menyakitkan.
'Pelacur?'batin Agatha
Tiba-tiba Agatha teringat kata kata Bintang ...
"Gua bisa jelasin semua kejadiannya tapi.. sekarang lu harus pergi dulu Tha.. Bahaya disini. Disini banyak pelacur. Oh.. jangan jangan lu juga salah satu pelacur?Jadinya lu gak takut disini?Dan dapet undangan kesini?"ucap Langit emosi.
Agatha teringat dengan Shafa yang masih disana. Kalau benar disana tempat para pelacur. Lalu Shafa? Bagaimana dia punya undangannya?Bahkan banyak yang kenal dengan Shafa.
Dengan terburu-buru, Agatha menelpon Hp Shafa. Namun nihil..Shafa tak menjawab panggilannya padahal HPnya aktif. Agatha menelpon Shafa sampai ke 12 kali panggilan tetapi hasilnya tetap sama. Agatha hanya berharap bahwa Shafa baik-baik saja dan omongan dari Bintang hanya sebuah kebohongan.