
Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh Ares, karena hari ini dia dan Bella akan berjalan-jalan. Ares bersiap, lalu pergi kerumah Bella untuk menjemputnya.
Teng tong teng tong
Munculah seorang gadis memakai piama dengan rambut awut-awutan namun masih terlihat cantik.
"Ngapain lo?!"tanyanya sewot.
Ares melotot mendengar ucapan Bella.
"Bell lo amnesia?"
"Apasi gaje"
"Bella kitakan hari ini mau jalan"
Bella terdiam sejenak, lalu menepuk jidatnya. "Gue lupa, gue siap-siap dulu, lo tunggu disini aja"
"Oke, dandannya jangan cantik cantik ya"
"Napa?"
"Ntar banyak cowok yang ngelirik lo"
Bella tak menjawab ucapan Ares. Dia masuk kedalam kamarnya, lalu melakukan ritual mandinya dengan santai tak peduli dengan Ares yang menunggunya lama.Bella memakai pakaian sederahana kaos putih polos yang dimasukan kedalam lavis hitam dan memakai sepatu putih, mencepol rambutnya asal lalu memoleskan sedikit liptint agar bibirnya tak terlihat pucat.
"Ck kan gue udah bilang jangan cantik cantik" ucap Ares setelah melihat Bella penampilan Bella, padahal dilihat-lihat Bella hanya memakai pakaian sederhana tapi Bella tetap saja terlihat cantik, ya gimana ya orang cantik kan pake apapun tetep aja cantik.
"Terserah gue dong"
Ares menarik pelan tangan Bella menuju Mobilnya. Setelah sampai dimobil Bella menyentakan tangan Ares. "Gausah modus!"
Ares memperlihatkan gigi-giginya "Hehe gapapa dong modusin calon pacar sendiri"
"Najong"
Ares menyalakan mesin mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanyanya.
"Serah"
"Oke kita ke mall aja"
"Ya"
"Bell bapak kamu tukang bangunan ya?" ucap Ares sambil menyetir dan melirik Bella sekilas.
"Sotoy"
"Ck Bell jawab 'iya emang kenapa?' gitu, gue kan mau gombal"
"Basi"
Ares hanya bisa menghembuskan napas dan mengelus dada mengahadapi cewek super duper dingin dan galak bernama Bella ini.
Bella Bella untung gue cinta, kalo ngga ughh gue cincang lo.
***
"Sial sial sial" Ares terus merutuk kesal. Karena rencananya bersenang-senang dengan Bella gatot alias gagal total.
Flashback on
Bella dan Ares masuk kedalam mall
"Bell kita main timezone atau permainan lai. yang ada disini yu" ajak Ares antusias
"Gue bukan anak kecil"
Ares memikirkan hal apakah yang disukai oleh Bella.
"Bell lo mau es cream atau boneka ngga?"
"Gue bukan anaka kecil
"Belanja?, biasanyakan cewek suka belanja"
"Males"
Ares mengacak rambutnya frustasi.
"Hmm kita makan aja yu"
"Ga laper"
"Arghh Bella lo maunya apasi?" tanya Ares mulai jengkel.
"Pulang"
Ares menganga tak percaya.
"Kitakan baru nyampe dan belum apa-apa masa langsung pulangsih"
"Yang pentingkan lo sama gue udah jalan-jalan dari rumah sampe sini, selesai kan"
"Tapi kan kita baru masuk dan belom ngapa-ngapain"
"Oke gue pulang sendiri" Bella berjalan keluar mall meninggalkan Ares.
"Arghh sialan kok jadi gini si, ternyata realita tak semanis ekspetasi" batin Ares sambil mengacak rambutnya kesal.
Ares mengejar Bella lalu memegang peregelangan tangan Bella."Oke gue anter"ucapnya.
Bella menyentakan tangan Ares dengan kasar. "Nawarin nawarin aja, gausah pake modus!"
Ares terkekeh. "Kalo lagi marah gitu lo imut banget si Bell, gue jadi gemes pengen nyubit pipi lo"
"Gausah modus lagi lo, gue pulang sendiri ni"
"Hehe oke oke sayang aku gabakalan modusin kamu lagi kok, tapi aku bakal seriusin kamu"
Bella bergidik geli.
"Najong banget si, jyjy gue"
Ares tertawa. "Jangan jiji jiji gitu ntar suka lo sama gue,tapi gapapa deng kalo lo suka sama guekan kita tinggal pacaran terus nikah deh"
"Gue tinggal beneran nih"
"Haha oke oke gue diem nih"
Ares mengantarkan Bella kerumah. Lalu pulang kerumahnya dengan membawa perasaan yang campur aduk.Marah, kesel tapi ada senengnya juga bisa jalan sama Bella, ya walaupun jalannya cuma begitu doang.
Flashback off
"Apa-apaan ini masa jalannya cuma gitu doang"
"Arghhhh gatot gatot gatot"
"Ares kamu teriak-teriak mulu sih kenapa?, gatot gatot apa coba gatot kaca?" ucap Bu Vida diamabang pintu kamar Ares yang mendengar teriakan Ares.
"Gatot mah, gagal total"
"Ohh kirain gatot kaca, apanya yang gatot?"
"Jalan sama Bellanya"
"Ohh sabar aja itu berarti anda kurang beruntung hihi"
"Ck dasar mamah durhaka, anaknya lagi sedih bukannya di hibur malah diejekin"
"Eh eh eh emang ada mamah durhaka, adanya juga anak durhaka kali"
"Bodoamat"
"Haha yaudah selamat bergalau sepanjang hari"
"Ck"
Bu Vida keluar dari kamar Ares.
"Ck susah bener ya naklukin hati si Bella" ucap Ares
"Gue harus cari cara yang antimainstream buat dapetin hati cewek yang antimainstream"
***
Ting tong ting tong
"Pasti si kunyuk Ares" ucap Bella.
Bella membuka pintu rumahnya. Bella terkejut mendapati seseorang yang bukan Ares, ternyata dugaannya salah.
"Loh ngapain lo?"
"Jemput lo"
"Gausah"
"Gue udah jauh-jauh kesini loh"
"Gue ga nyuruh lo kesini"
"Plis hargain gue"
"Lo juga hargain keputusan gue, kalo gue gamau ya gamau"
Gilang menghembuskan napasnya kecewa, ya dia Gilang.
"Oke" setelah mengucapkan kata itu Gilang berbalik.
Saat hendak masuk kerumah Bella digaketkan oleh seseorang yang sedang berdiri dibelakangnya.
"Setan!"ucapnya.
"Ganteng gini dibilang setan lo buta apa katarak?" ucap Raka kepedean.
"Lo si ngagetin kek setan"
"Tadi siapa?"
"Gilang"
"Pacar lo?"
"Bukan lah"
"Terus?"
"Gatau gakenal"
Raka menyentil jidat Bella. "Lo tau namanya tapi bilang gakenal"
"Oh iya ya hehe, dia temennya Ares"
"Ohhh ngapain?"
"Ngajak berangkat bareng"
"Lo gak mau?"
"Gak"
Raka merangkul Bella. "Yaudah gue yang anter"
"Oke"
***
Bella duduk dibangkunya lalu membuka tas untuk mencari topinya, namun hasilnya nihil.
Ck gue lupa bawa topi
Bella berjalan menuju lapangan upacara, lalu berbaris di paling belakang.
"Bell lo ga bawa topi?" tanya Ares dibelakang Bella.
"Ga"
"Siswa yang tidak memakai atribut lengkap silahkan memisahkan diri di barisan sebelah kanan" ucap Pak Santoso menggunakan mic.
Bella berjalan ke barisan siswa yang melanggar, disana tidak ada seorangpun cewek hanya ada sekitar sepuluh orang cowok, Bella menjadi merasa agak malu karena dia cewek satu-satunya. Bella mulai berbaris.
"Wih ada cewek cakep nih" ucap seorang cowok bertampang brandalan disamping Bella. Bella tak menanggapi ucapan cowok berandalan itu.
"Cih sombong banget mentang-mentang cantik lo"
"Hey" ucap cowok itu sambil berniat untuk memegang dagu Bella, namun langsung ditepis kasar oleh seseorang.
"Gausah pegang-pegang punya gue" ucap Ares, ya seseorang yang menepis tangan cowok berandalan itu adalah Ares.
"Ohh sorry bos gue kaga tau" ucap cowok berandalan itu.
Arres tiba-tiba berdiri dihadapan Bella, sehingga Bella mundur di barisan belakang.
"Gue gamau lo kepanasan" ucap Ares.
Modus mulu kerjaannya. Tapi kok gue deg-degan ya, ih apaansi ni jantung gabisa banget dikompromi.
Bella merasa panasnya berkurang sedikit, hanya sedikit karena tingginya dan tinggi Ares tak beda jauh hanya sebatas mata Ares.
Upacarapun selesai semua murid berhamburan ke kantin untuk membeli minuman.
Bella duduk dibangkunya untuk mengistirahatkan sejenak badannya, setelah kantin sepi baru Bella membeli minum. Tiba-tiba ada yang meletakan minuman di hadapan Bella.
"Nih di minum"
Bella tak bergeming.
"Gak gue kasih racun kok, tuh liat masih disegel"
Bella membuka tutup botol, lalu meneguknya samapai tandas.
Gilang melotot melihat Bella yang meminum airnya dengan sekali teguk langsung tandas.
"Lo haus banget ya"ucap Gilang
"Ya, thanks dan"
Gilang tersenyum."Sama-sama"
Bella beridiri lalu berjalan.
"Mau kemana?" tanya Zidan.
Bella tak menjawab dan terus berjalan.
Gilang yang penasaranpun mengikuti Bella. Ternyata Bella ke perpustakaan.
Gilang duduk dihadapan Bella yang sedang membaca.
"Baca buku apa?" tanyanya.
"Fisika"
"Ohh. Hmm Bell lo kan pinter, mau ga ngajarin gue matematika?"
Bella menangguk, karena dia pasti tidak akan menolak untuk berbagi ilmu.
Gilang tersenyum bahagia."Oke, nanti pulang sekolah gue kerumah lo ya kita belajar bareng"
"Ya"
Waktu istirahat setelah upacarapun selesai.
Bella menutup bukunya lalu menyimpan di rak perpustakaan.
"Bell kekelas bareng yu" ucap Gilang
Bella hanya menangguk. Bella dan Gilang jalan beriringan menuju kelas.
Sesampainya dikelas mereka mendapatkan tatapan tajam dari Ares.
"Abis darimana lo sama Bella?" tanya Ares pada Gilang.
"Kepo"
"Sialan lo"
Ares menatap Bella. "Abis darimana Bell?" tanya Ares.
"Perpus"
"Oh. Lainkali kalo mau ke perpus bareng gue aja ya"
Bella tak menanggapi ucapan Ares.
"Kacang gurih kacang gurih, dikacangin perih dikacangin perih" Eky meledek Ares.
Ares menjitak kepala Eky. "Temen durhaka lo"
"Haha piss men"
"Pagi anak-anak" sapa Bu Hani.
"Pagii"
"Sebelum memulai pelajaran ibu akan memberikan pengumuan terlebih dahulu"
"YEE LIBUR SEBULANN" sorak Eky kegirangan, padahal belum tentu pengumuman itu libur atau bukan.
"Heh siapa bilang libur!"ucap Bu Hani.
Eky cengengesan "Eh bukan ya Bu".
Ares menoyor kepala Eky. "Sotoy si lo" ucapnya.
"Ibu akan memberitahukan bahwa minggu depan akan diadakan camping untuk seluruh kelas XI"
Semua murid bersorak girang, kecuali gadis cantik bernama Bella, dia malahan berdecak kesal.
"Bell lo ikut kan?" tanya Ares.
Bella mengedikan bahu.
"Ikut ya Bell"
"Gosah maksa"
"Kalo lo gamau ikut gue juga gabakal ikut"
"Bodoamat"
Setelah itu tak ada percakapan lagi antara Bella dan Ares.
Pelajaran berlangsung seperti biasa.
***
Bella duduk sendirian dikantin sambil memakan bakso, dia lupa membawa bekal jadi terpaksa makan dikantin.
Ares tiba-tiba duduk dihadapannya.
"Lagi ngapain Bell?" tanya Ares.
"Orang b*go juga tau kalo gue lagi makan" ketus Bella.
Ares terkekeh mendengar ucapan Bella yang ketus, lalu mengacak rambut Bella.
Bella mengeplak tangan Ares.
"Gosa sok akrab"
"Gue kan calon pacar lo"
"Mimpi"
"Mimpi yang menjadi kenyataan"
Bella memakan baksonya tanpa menghiraukan Ares.
Ares terus memandangi Bella yang sedang memakan bakso sambil mesam-mesem.
Ck ck Bella Bella pesona lo itu kuat banget si, sampe bikin gue klepek-klepek kek ikan didaratan.
Bella yang merasa risih karena terus ditatap oleh Ares menghentikan makamnya lalu menatap Ares.
"Jangan liatin!"
"Mata mata gue kok lo yang repot"
"Serah" Bella meletakan uang dimeja kantin, lalu pergi menuju perpustakaan.
Ares menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella. "Ih gemes deh gue" ucapnya.
Bella mengambil buku yang tadi pagi dia baca lalu duduk disamping seorang cewek berpenampilan nerd.
"Eeh Bella"
Bella mengangkat satu alisnya.
"Kenalin aku Merisa" ucap cewek nerd itu.
"Kok lo tau nama gue?" tanya Bella.
"Kitakan sekelas Bell"
"Oh" Saking tidak pedulinya, Bella sampai tak mengenali siapa saja yang satu kelas dengannya.
"Bella mau ga temenan sama aku"
Bella menatap Merisa lekat-lekat, sepertinya dia cewek yang baik dan ga neko neko pikirnya.
Bella mengangguk sebagai jawaban.
Merisa tersenyum lebar."Panggil aku Risa aja ya kalo Merisa kayaknya kepanjangan"
"Iya"
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas. Banyak murid yang membicarakan Bella dan Risa.
*Cih kok Bella mau ya temenan sama si cupu itu. ughh jyjy
Cocoklah yang satu kuper yang satu cupu.
Tumben Bella mau temenan*.
Begitulah bisikan para manusia yang sering menilai kehidupan orang lain, tanpa bercermin.
Sesampainya dikelas Risa duduk di bangkunya paling depan, dan Bella duduk dibangkunya paling belakang.
"Ciee udah punya temen nihh" ucap Ares.
"Apaansi"
"Punya temen baru sih boleh tapi jangan lupain dan cuekin gue ya"
"Ga lah"
"Beneran"
"Eh maksud gue itu anu duh apaya, emm maksud gue gatau lah, nah iya gatau"
"Hahahah lo lucu banget si kalo lagi gugup gitu, gemes deh pengen gue gigit"
"Najong rabies"
"Rabies cinta untukmu"
Bella berdecak sebal mendengar ucapan ngaco Ares.
***
"Bell kamu pulang sama siapa?" tanya Risa.
"Sepupu"
Risa mengedarkan pandangannya lalu menunjuk kearah Raka yang sedang duduk diatas motornya "itu bukan?"
"Iya. Eh bentar kok lo tau si?"
Risa gelagapan. "Hmm itu anu ee wak t tu it-u kan dia pernah nganteri. kamu kekelas kan, iya kan?"
"Oh iyaiya"
"Gue duluan" ucap Bella, lalu berjalan meninggalkan Risa.
Risa bernapas lega.
Huh u**ntung Bella percaya
"Heh Risa"
Risa menoleh, ternyata Ares memanggilnya.
"Iya"
"Lo temenan sama Bella?"
"Hm iya, emangnya kenapa Res?"
"Lo harus jaga Bella baik-baik, dan jangan pernah khianatin pertemanan kalian, inget itu kalo lo berani-beraninya berbuat kek gitu gue bakal bikin perhitungan sama lo"
Risa mengangguk "Iya aku gabakal kaya gitu kok"
"Oke bagus" Ares berjalan menuju motornya, lalu menancap gas.
Risa menggelengkan kepalanya lalu tersenyum kecil.
Ada ada aja
Risa berjalan kearah mobil mewah berwarna putih lalu memasukinya.