
“Jose, sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Emlyn panik pada Jose.
Mereka sudah berada di sebuah kamar hotel bintang 3 itu sejak 15 menit yang lalu, di sana bukan hanya ada Jose, tapi juga 2 pria lain yang sebaya dengan Jose, satunya memiliki tubuh lebih tinggi dan kekar, satu lagi lebih kecil dan pendek.
Saat perjalanan mereka menuju sebuah restaurant sushi, sebuah mobil menghentikan laju mobil mereka dan menarik mereka keluar, menuntut mereka untuk mengikuti mereka ke sebuah hotel tak jauh dari sana.
“Maaf, aku melibatkanmu…, nanti ku jelaskan..,” Jawab Jose yang juga panik dan merasa bersalah.
“Mari kita selesaikan di sini…,” Ucap pria yang lebih kecil.
“Bayar hutangmu sekarang…, atau kau mati di tangan kami.” Ancam pria itu lagi.
“Aku akan lunasi akhir bulan ini, mohon tunggu sebentar lagi…,” Mohon Jose pada kedua pria ini.
Emlyn melonggo kaget, apa yang sedang terjadi di depannya? Ia hanya mengharapkan makan malam sushi yang enak, kenapa justru ia nyasar di sebuah kamar hotel dan berhadapan dengan masalah ketiga anak muda ini?
“Kau hutang berapa banyak?” Tanya Emlyn pelan.
“ Hanya 500 juta…,” Bisik Jose tapi terdengar yang lain.
“Hanya? Hanya 500 juta?” Pekik Emlyn kaget, uang sebanyak itu dan pria itu mengucapkannya dengan hanya? Emlyn mendadak menyesal, seharusnya ia tidak mengiyakan makan malam dengan Jose.
Harapan Emlyn sekarang hanyalah Darrien, ia tidak punya orang lain selain pria angkuh, sombong dan tidak tahu diri itu, yahh, meski begitu Darrien punya banyak uang dan kuasa, Emlyn yakin pria itu bisa membantunya keluar dari hotel itu. Tapi sepertinya harapan satu-satunya pun harus pupus, pria itu bahkan tidak membaca pesan yang ia kirimkan secara diam-diam saat masih di lobby setelah mendengar kedua pria itu menyebutkan nomor kamar di mana mereka ditahan.
“Kau meminjam 500 juta, tapi ini sudah terlambat 3 bulan, bunganya 150 juta, jadi 650 juta…,” Tegur pria yang lebih tinggi.
“Ya Tuhan… apa lagi ini?” Desis Emlyn menyesal.
“Boleh lepaskan dulu dia? Dia tidak terlibat di sini…” Pinta Jose.
“Jangan mimpiii! Dia bisa saja melaporkan kami ke polisi saat keluar…,” Tolak pria yang lebih kecil, sedari tadi ia tampak lebih emosional.
“Dia kekasihmu?” Tanyanya lagi, tersenyum miring penuh makna.
“Bukan…,” Jawab Jose dengan cepat, Emlyn dapat merasakan pria itu berusaha menyelamatkannya meski dalam keadaan terhimpit.
“Kami baru berkenalan dan baru akan makan malam bersama jika kalian tidak menyeret kami kemari…” Gerutu Emlyn kesal.
“Heiii…, bagaimana menurutmu??” Tanya pria kecil pada temannya, dengan tatapan penuh makna menunjuk pada Emlyn.
Emlyn melotot menyadari maksud pikiran dari pria itu, bisa-bisanya pria itu berpikir bej@t pada dirinya.
“Heiii…, aku yakin kalian bahkan lebih muda dari ku, aku kakak kalian yang seharusnya kalian hormati…,” Teriak Emlyn kesal, ia tidak ingin berakhir tragis.
“Nooo…, aku juga melihatnya sebagai kakak perempuanku, aku tidak bernafsu…,” Jawab pria yang bertubuh tinggi, membuat Emlyn menghela nafas lega mendengarnya, setidaknya si tinggi lebih berpikir waras.
“Itu bagus, aku tidak harus berbagi denganmu…,” Jawab si kecil.
“Kau gilaaaa, jangan kaitkan dengan wanita sebagai korban…,” Tegur si tinggi lagi.
“Brengs*k kau Tom!” Desis Jose pada si kecil, ternyata namanya Tom.
“Apakah yang satu lagi bernama Jerry?” Tanya Emlyn asal bertanya, membuat ketiga pria itu menoleh padanya.
“TIDAK!!!” Jawab mereka serentak.
Tom melangkah maju, mendekati di mana Jose dan Emlyn berdiri.
“Jangan mendekatinya…,” Ucap Jose, berusaha menghalangi Tom dengan tubuhnya.
“Kau berani bertingkah? Aku sejak tadi menunggu mu membuka mulut dan menyerahkan uang yang kau pinjam dari kami…”
“Bukankah kalian bisa berbicara baik-baik? Kenapa harus dengan cara ini??” Tanya Emlyn berusaha mengalihkan pembicaraan dan menyelesaikan permasalahan.
“Dia menghilang, memblokir nomor kami dan pergi entah ke mana…, bagaimana mungkin kami bisa menyelesaikannya dengan baik-baik?” Jawab Tom kesal.
Emlyn melotot kesal pada Jose. Ternyata benar, tidak baik sembarangan berkenalan dengan pria asing.
“Aku dalam masalah…,” Batin Emlyn pasrah.
“Jangan menyentuhnya…,” Tegur Jose saat Tom mengulurkan tangannya mengusap rambut Emlyn.
“Hentikan, jangan membuatku marah…,” Tegur Emlyn mulai kesal dan menepis tangan Tom.
“Kau pikir kau tidak kecil? Dasar boncell..,” Maki Emlyn tidak bisa menahan kemarahannya. Ia tidak suka dilecehkan, jika bisa memilih, ia tentu saja lebih memilih dilecehkan oleh Darrien. Opssss! Emlyn menyadarkan pikirannya sendiri.
“Aku bilang jangan menyentuhnya…!!!” Geram Jose marah dan menahan tangan Tom yang ingin menggapai Emlyn.
“Hentikan Tom, aku muak melihatmu berlagak sok keren…,” Tegur si tinggi. Wajah Tom terlihat kesal dan memerah, jelas harga dirinya tertindas.
“Kau bisa mencari wanita lain…,” Tegur Jose lagi.
“Wanita lain? Aku ingin wanita yang kau sukai dan membuat kau merasa sakit hati, kecewa, bahkan menderita…”
“Dan aku bukan wanitanya, Tom and Jerry…,” Geram Emlyn ingin sekali menampar Tom, ia hanya berusaha bersabar, mengulur waktu sebisanya dan tidak menyebabkan kekacauan.
Klekkk…
Semua menoleh ke suara pintu yang terbuka…
“Siapa yang berani menyentuh wanitaku?” Tanya sebuah suara yang berat dan dingin, jelas pria itu sedang marah…, sangat marah…
“Tom, lepaskan dia, kau akan menyesal…,” Tegur si tinggi dengan buru-buru.
“Apaa?? Kau takut apa?”
“Aku bilang kau akan menyesal, jangan berurusan dengan nya…,”
“Mr. Darrien…,” Desis Emlyn tersenyum lega.
“Apa yang sudah mereka lakukan padamu?” Tanya Darrien memperhatikan Emlyn dari atas ke bawah, aman, wanita itu terlihat utuh dan baik-baik saja.
Ia hampir saja membuat pedal gas mobilnya menjadi blong saat memutar balikkan kemudi dan meluncur dengan cepat ke hotel itu, memaksa dengan kasar resepsionis untuk memberinya kunci cadangan.
“Kauuu… kenapa kau di sini??” Tanya Darrien pada si tinggi.
“Hehehehe…, maaf bro, ini, urusan teman ku…, hmm…,” Si tinggi malu-malu menggarukkan kepalanya.
Darrien, Emlyn, Jose, si tinggi dan Tom, duduk di kamar hotel bersama dan membicarakan apa yang sebenarnya terjadi. Darrien beberapa kali menatap kesal pada Emlyn dan melotot tiap kali melihat Jose dan Tom.
“Aku tidak peduli apa masalah kalian, aku ke sini hanya untuk menjemputnya…. Ayo pergi…” Ucap Darrien kesal dan menarik Emlyn beranjak dari tempat duduk.
“Tom, kita bersabarlah, Jose juga bilang akhir bulan ini ia lunasi…,” Bujuk si tinggi pada Tom.
Tom yang kesal tidak bisa berkata apapun, ia tidak bisa menggunakan Emlyn untuk mengancam lagi, ia juga tidak ingin berurusan dengan Darrien yang terlihat jauh lebih kaya dan kuat daripadanya.
“Aku akan memberitahu orang tuamu…,” Tegur Darrien pada si tinggi.
“Jangan, please…,” Mohon si tinggi dengan wajah tersenyum, sepertinya ia memiliki hubungan yang dekat dengan Darrien.
“Apa dia tadi melukaimu?” Tanya Darrien pada Emlyn.
“Tidak…, Jerry tidak melakukan apapun padaku.”
"Jerry?" Tanya Darrien memicingkan matanya.
“Heii.., asal kau tahu saja, namaku Richard, bukan Jerry,” Jawab pria tinggi terkekeh pada Emlyn.
“Abaikan saja dia…,” Ucap Darrien kesal sambil menarik tangan Emlyn keluar dari hotel itu.
“Kau, bayar kamar hotelnya…,” Lanjut Richard menghampiri Jose. Jose hanya manut, tampak pasrah apalagi setelah kejadian itu imagenya hancur di mata Emlyn dan ternyata wanita itu sudah memiliki gandengan, pantas saja ajakannya selama ini selalu ditolak.
.
.
.
.
.
To Be Continue~