
Setelah memikirkan perkataan aca tadi ia merasa apakah ia akan hidup baik-baik saja jika aca meninggalkannya atau malah ia akan menjadi gelandangan karena keluarga begitu menyayangi aca hingga ayahnya menyancam akan membuatnya bangkrut jika menyia-nyia gadis itu... Tapi apakah mungkin ayahnya setega itu kepada denny ahhh mana apa yang tidak mungkin mengingat sifat keras kepala ayahnya itu..
"Hemmm sepertinya harus nii gue harus baik-baikin tu tangki minyak gue gak mau lah jd gelandangan" batin denny berucap di selingi dengan senyum licik nya..
***
Aca mengurung diri di kamar dan ia terus menangis, kali ini denny benar2 keterlaluan ia tidak akan bertahan lagi biarlah ia menjadi seorang janda dari pada harus hidup bersama lelaki keji dan kejam itu..
Tok...tok..tokkk, Aca buka pintunya... aca tersentak saat mendengar suara denny ia kembali meringkukkan tubuhnya di pinggir kasur..
"Caa buka aku minta maaf ca" kini suara dennt yang tadinya bagaikan singa kelaparan kini sangat berbeda kemayu bagaikan putri keraton berbicara..
Denny memutar gagang pintu dan ternyata pintunya tak di kunci,, ia mengintip masuk ke dalam tapi tak menemukan aca akhirnya denny memberanikan diri memasukan seluruh tubuh nya di kasur dan ia menemukannya,,
"Aca kamu kenapa syg kamu kamu kenapa" denny menghampiri aca namun aca semakin meringkukan tubuhnya dengan gemetar..
"Aca maafin aku ya syg aku tadi gak maksud nyakitin kamu aku tadi cuma emmm..." denny menggantung kata2 nya..
"Jangan.. jangan sakiti aca lagi aca janjinaca bakalan pergi dari hidup ka denny aca bakalan pergi" cicit aca dengan suara serak karena isakan.... Mendengar hal itu denny kembali merayu aca ternyata gadis ini tak main2 dengan ucapan nya batin denny..
"Enggak engga aku gak mau pisah ca aku gak mau kita cerai,, aku gak mau ca" Denny merengkuh tubuh molek aca dengan lembut ia merasa bahwa ini kesempatan terbaiknya untuk membujuk aca...
Sedangkan aca tubuhnya terdiam saat denny memeluknya bahkan sangat dekat bukan bukan dekat lagi kali ini tubuh mereka nempel bak perangko dan ini kali kedua aca merasakan detag jantung denny di telinga...
"ca jangan tinggalin aku yaa, aku janji syg aku gak akan nyakitin kamu lagi" denny membuyarkan lamunan aca. .
Denny melepaskan pelukannya dan menatap wajah aca kali ini denny menatap wajah aca dengan sangat dekat... mata dan bibir aca sangat menggoda ia mendekatkan wajahnya dengan wajah aca dan...
"Ca kamu mau kan maafin aku" Denny membawa tubub aca duduk di atas kasur ia mendekap pinggang dan mengelus tangan aca lembut ..
"Kaka serius minta maaf" aca seakan tak percaya dengan ucapan denny..
"Iya syg,, aku minta maaf tadi nyakitin kamu, aku tadi cemburu aku kesal liat kamu pake pakaian begitu, aku gak mau lelaki lain menikmati tubuh kamu" denny mengeluarkan semua jurus saktinya..
"Tapi kak itu semuanya ide dela dan ana bukan aku yang mau" aca membela diri merasa bahwa karena ide dua sahabatnya itu ia menjadi bulan bulanan suaminya..
"Yaudah biarin pokoknya aku gak mau kamu pake pakaian gitu lagi, ini juga rambut kenapa jadi gini sih syg padahal bagusan rambut kamu yang dulu" denny mengelus sayang rambut aca..
'"emmm anuu aaa itu juga ide mereka berdua" cicit aca dia menundukan wajahnya karena malu baru kali ini denny begitu lembut dan terbuka dan baru kali ini juga ia mendengarkan suara sang suami dengan nada normal biasanya sang suami kan berbicara jika marah dan itu hanya bentakan yang ia terima ..
"aca, aca gak akan ceraian aku kan,, aku mohon jangan yaa aku gak mau kehilangan kamu"
Aca mengangukan lemah kepalanya dan meminta denny untuk tidak mengulangi nya lagi denny memeluk tubuh aca dan ia tersenyum penuh kemenangan di balik tekuk aca..
******
Terima kasih sudah mampir ke novel ku..
Terima kasih sudah sudi meninggalkan jejak di sini..
Kehadiran readers semuanya menyemangati ku๐๐๐๐