
•••
Denny merebahkan kepalanya di bantal dan menatap langit-langit kamar ia mengingat semua kejadian di masa dahulu saat ia menikahi aca Ia mulai menyesali semua yang terjadi di dalam hidupnya seandainya dari dulu ia tidak memperlakukan aca buruk dan membuat wanitanya sering terluka dan sakit hati mungkin ia tidak akan berakhir seperti ini nampaknya ini seperti semua karma yang di berikan yang Kuasa untuk nya karena telah terlalu sering menyakiti aca, denny hanya mengusap kasar wajahnya ia menyesal untuk kejadian ini namun ia tidak ingin membuat aca merasa bersalah terlebih lagi istrinya itu tengah hamil ia tidak ingin membuat aca bad stress dan membuat janin nya memburuk terlebih selama ini ia tidak bisa ikut ketika aca memeriksakan kandungannya jadi ia tidak tau bagaimana kondisi bayi mungil nya.
Drrttt..drrrtttt hp denny bergetar menandakan sebuah pesan baru masuk.
“Haii apa kabar, pesan dari nomor itu denny kenal nomor tersebut dan ia tau bahwa siapa pengirim pesan itu namun ia tak menghiraukannya
“Kenapa tidak di balas denny aku hanya bermaksud menyapamu, aku tau tentang tragedy mu dan aku tau kamu sekarang sudah tak sejaya dahulu aku turut berduka dan apa kau tau semenjak kau bersama wanita itu kamu selalu menderita kau lihat sekarang kamu cacat karena nya, isi pesan dari angel benar-benar membuat denny kesal ia memilih menghapus semua pesan itu dan memblokir nomor angel denny memilih menghapus semua nya karena ia tidak ingin aca tau percakapannya dan membuat aca marah dan merasa bersalah.
Denny mencoba menurunkan tubuh nya dari Kasur dan duduk di kursi roda namun ternyata ia terjatuh di atas lantai lututnya dan pinggulnya terasa sangat nyeri dan sakit denny merasa kesal dan marah terhadap nasib nya namun saat menatap kolong Kasur ia melihat sebuah amplop berwarna putih ia bersusah payah meraih amplop itu dan akhirnya ia mendapatkannya di depan nya tertulis nama rumah sakit kota B ia ingat saat itu aca membawanya ke rumah sakit tersebut dengan cepat denny membuka dan membaca hasil lab tersebut namun tubuh denny bergetar hebat dan ia ****** kertas tersebut dan melemparnya ke sembarang arah ia tidak mengerti kenapa aca malah menyembunyikan hal sepenting dan sebesar ini dari nya apa maksud nya kenapa aca mempermainkannya denny hanya bisa berteriak dan memaki dirinya sendiri layaknya orang ****
Ia merasa di sangat-sangat tidak berguna dan ia membenci dirinya sendiri.
^^
Aca tengah berada di restoran dan sedang meeting dengan klien nya dengan serius dan 30 menit berlalu meeting selesai kini aca bersiap untuk pulang kerumah Karena sebentar lagi jam makan siang untuk suaminya aca melangkah kan kakinya menuju halaman parkir namun saat hendak memasuki mobilnya seseorang menarik tubuhnya dan membawanya ke sebuah kursi taman..
“Apa-apaan ini lepaskan saya, aca membentak seseorang yang menariknya namun saat menatap wajah nya aca hanya berdecak kesal..
“Aku perlu bicara, ucap angel sembari mendudukan aca di kursi taman, sedangkan ia berdiri dan kemudian berlutut di hadapan aca melihat hal seperti itu aca merasa kebingungan dan mencoba menjauhkan diri namun angel menarik kembali tangannya hingga Ia kembali duduk.
“Ku mohon sekali ini dengar kan aku” ucap angel dengan wajah memelas
“Baiklah aku beri waktu 15 menit untuk menjelaskan apa yang ingin kau katakan aku tidak punya banyak waktu untuk melayani mu karena suami ku sedang menungguku, jawaba aca dengan sedikit angkuh
“Aku ingin kamu meninggalkan denny, angel to the poin tentang tujuannya aca hanya tersenyum dan menggelangkan kepala kecil
“Aku sudah menduga kamu akan mengatakan hal itu, berapa kali aku katakan kepadamu bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan denny sampai kapan pun kamu tau itu, aca membentak angel dan bangun dari duduknya melangkah menjauh dari wanita itu.
“Aku tengah hamil aca, aku hamil anak denny” angel berteriak dan berhasil membuat langkah aca terhenti dan tubuhnya seperti kaku beberapa detik hingga ia memutar badan kembali dan berjalan mendekat kea rah angel.
“Plaakkkkk, sebuah tamparan keras mendarat di pipi angel dan membuat nya terdiam sesaat dan menunduk kan kepalanya sembari mengusap pipinya yang terasa panas aca menatapnya dan kemudian menarik lengannya untuk berdiri agar tubuh mereka sejajar aca menatap wajah angel dan kemudian tertawa.
“Terserah kamu ingin mengatakan bahwa aku licik atau apa namun ini kenyataannya aca aku hamil anak suami mu aku mohon mengertilah dan berhenti mengatakan ini lelucon jika kau tidak percaya mari ikut aku kita akan cek dan buktikan bahwa aku benar-benar hamil.
“Cukupp angell cukup hentikan semua nya” teriak aca di telinga angel, “ hentikan semua kau pikir aku akan percaya begitu saja hahh, dan apa kamu pikir aku sebodoh itu “ emosi aca benar-benar mendidih ia seakan lupa bahwa ia tengah hamil ..
“Hahahaha,, kamu marah meskipun kamu membenci ku namun yang harus kamu tau bahwa aku akan memiliki anak dari suami mu dan kau tau aku sering bertemu dengan suami mu sebelum ia kecelakaan dan apa kau tau suami mu juga mengatakan bahwa ia tidak bahagia dengan mu saat kau menginap di rumah ayah mu denny selalu menemui ku setiap malam sepulang nya dari kantor dan kemudia ia akan meluncur menuju rumah ayah mertuanya itu untuk bersandiwara bahwa ia mempedulikan mu, ck malang sekali nasib mu aca rumah tangga mu penuh dengan sandiwara dan kepalsuan” angel menatap wajah aca dengan tatapan mengejek kemudian ia bangkit dari duduknya kemudian meninggalkan aca sendiri di taman tersebut tapi sebelum pergi ia mendekatkan wajahnya dan berbisik “Denny sangat perkasa dan aku menyukai setiap permainannya”.
Aca terdiam mendengarkan perkataan angel apakah yang di katakan wanita itu benar siapa yang harus ia percayai apakah ia harus percaya kata hatinya atau wanita itu angel dari mana wanita itu tau bahwa ia menginap di rumah ayah apa denny menceritakan hal itu aca memijit kecil kepalanya yang terasa pusing ia menenangkan diri hampir 30 menit sebelum melangkahkan kaki lesu menuju mobil aca menghidupkan mesin dan melaju untuk pulang ke rumah.
Setiba dirumah aca mencari denny namun sang suami tidak ada di kamar aca merasa lelah sekali kepalanya pusing akhirnya aca duduk di sofa sembari memijit-mijit kepalanya tiba-tiba denny datang dari arah belakang dan melemparkan sebuah amplop di hadapan aca, aca terkejut dan menatap amplop itu dengan nanar kemudian ia menatap wajah suaminya wajah denny tampak marah dan benci.
“Jelaskan apa maksud ini semua” denny membentak aca dengan suara yang sangat kuat
Aca menatap nanar amplop tersebut tak di pungkiri perasaan aca sedikit takut saat menatap wajah denny yang sepertinya sangat marah “Kakk aku bisa jelasin” aca berjalan mendekat kearah denny namun sang suami malah menyuruhnya berhenti dan diam di tempat.
“Aku hanya ingin dengar penjelasan mu apa maksud semua ini kenapa kamu menyembunyikan hal ini dari ku” bentak denny
“Bukan begitu kak, mmm aku hanya tidak ingin kak sedih” jawab aca sembari mencoba menjelaskan semuanya namun denny sudah di selimuti emosi.
“Apa hahhh apa kamu kasihan melihatku begini, aku tidak butuh di kasihani aca aku hanya butuh dukungan mu aku tidak perlu rasa kasihan mu ituu ” denny terus membentak aca dan mengeluarkan semua amarah, emosi dan semua rasa sesak di dalam dada.
“Tapi kakk aku tidak bermaksud begitu aku hanya ingin…” bela aca namun belum habis ia berucap denny sudah memotong ucapannya..
“Melihat sikap mu begini kau seperti menyembunyikan sesuatu aku jadi meragukan apa dia benar-benar milikku” ucap denny menatap perut aca dengan suara yang sudah bergetar namun air matanya mampu ia tahan, bagai disambar petir ribuan volte aca merasa seluruh tubuhnya terasa sakit dan kebas namun hati nya jauh lebih sakit mendengar ucapan sang suami yang seakan tak mengakui bahwa anak yang sedang dalam kandungan nya tersebut adalah darah dagingnya aca tak bersuara namun ia menatap denny dengan tatapan terluka dan marah aca mendekat kearah sang suami dengan mata yang sudah basah ia menundukan sedikit badannya hingga sejajar dengan wajah sang suami.
“aku tidak menyangka orang yang ku percaya ku sayangi melebihi diri sendiri tega mengatakan bahwa ini bukan darah daging nya, apa hanya seperti itu kepercayaan mu kepadaku apakah tidak ada hati mu sedikit saja menaruh iba kepadaku seharusnya aku tidak pernah percaya kepada mu sejak awal seharusnya aku tidak kembali kepada mu kak tapi aku begitu bodoh hanya dengan menatap matamu saja aku sudah begitu percaya kepadamu kau boleh membenci ku namun tidak untuk anak ini bagaimana pun dia darah daging mu, apa kau tau alasan di balik aku menyembunyi kan hasil lab tersebut aku tidak ingin membuat mu terluka dan kehilangan kepercayaan diri namun ternyata aku salah hal tersebut malah membuat masalah besar untuk kita,” aca menarik napasnya berat kemudian berkata “baiklah kalau kamu tidak percaya ini anak mu kita akan lakukan tes DNA..
"Apa gunanya tes DNA kamu sehat aca kamu bisa dengan mudah memanipulasi data" denny menatapnya dengan senyum licik.
Aca menatap denny "aku akan tetap lakukan tersebut jika anak ini lahir dan jika benar dia anak mu maka kau harus meninggalkan aku dan anak ini sejauh mungkin dan jangan muncul di hadapan ku namun jika anak ini terbukti bukan darah daging mu kau berhak membunuh atau melenyap kan ku tapi jangan pernah sekalipun menyentuh anak ini” ucap aca menatap wajah denny sembari bangkit dan melangkah kan kaki menuju lantai atas.
Denny tersentak menengar perkataan aca, apa-apaan ini aca yang bersalah kenapa ia yang di buat seperti penjahat denny mengacak-acak rambutnya kasar dan mengerakan kursi rodanya menuju kamar di lantai bawah rumah itu ia masuk dan menutup pintu dalam hatinya ada rasa bersalah yang begitu besar denny tidak tau apakah ia terlalu keterlaluan denny menangis dan menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya ia tersenyum menatap foto aca kau berhak bahagia, batin denny.