
•••
Aca sudah siap pergi ia sudah mengenakan Dress polkadot di bawah lutut dengan sepatu kats berwarna putih kesayangannya dan riasan wajah yang sederhana..
"Aca sudah siap nak" terdengar suara ayah memanggilnya di bawah aca meraih tas jinjing dan melangkah ke bawah menuju sang ayah..
"Aca apa kamu sudah mengatakan kepada denny nak kita akan ke bandung pagi ini " Tanya sang ayah sembari mengandeng lengan putri nya keluar, aca menatap lantai diam ia sudah 3 hari belum mengabari denny meskipun ia tau setiap malam denny selalu kerumah dan menunggu di halaman depan rumah ayahnya dan ketika hampir subuh lelaki itu akan pergi kembali aca bingung mengapa denny tidak mengetuk rumah bahkan membujuk aca untuk pulang atau sekedar menanyakan kondisi nya namun meskipun denny melakukan hal itu aca tetap tidak akan kembali..
"Acaa kenapa melamun" ucapan sang ayah membuyarkan lamunan nya..
"Ahh hehe gpp yah aca cuma kangen sama ka denny" Hahhh apa yang ia ucapkan aca menutup mulutnya meskipun bibirnya bisa berbohong namun hatinya tidak bisa.
"Hahaha" ayahnya terkekeh pelan melihat sikap sang anak " kalau kangen ya pulang nak kasian tu nak denny kalau pulang subuh kerja gak ada kamu ayah jadi bingung sebenarnya apa yang terjadi biasanya kamu tidak pernah menginap sebegini lamanya apa kalian baik-baik saja, ucap sang ayah menatap wajah aca.
"Ayahhh acakan sudah bilang aca kangen ayah makanya aca nginap lagi pula ka denny ngerti kok yah, ayo berangkat nanti keburu siang kita sampai acaranya dah bubar ucap aca manja dan menarik tangan sang ayah menuju mobil, ini pertama kalinya sejak 6 tahun lalu meningalnya sang nenek aca ke bandung.
Dalam perjalanan aca diam hanya menatap pinggir-pinggir jalan kota jakarta cukup jauh perjalanan yang akan mereka tempuh cukup jauh memakan waktu 3 jam jadi aca hanya bisa diam lalu tertidur..
•••
Di Sisi Denny
Denny merasa bahwa hari ini ia harus kerumah mertuanya ia harus berbicara dengan aca ia ingin tau apa penyebab aca meninggalkan nya sendiri dirumah pukul 9.00 pagi denny sudah siap ia meraih kunci mobil dan menyalakan mesinnya denny melajukan mobilnya menuju rumah ayah mertuanya hatinya deg degan meskipun pernikahan nya dengan aca sudah satu tahun namun ia masih merasa deg degan bila bertemu mertuanya mungkin ini pengaruh sang mertua orang yang tegas dan memiliki pengaruh besar di dunia perbisnisan..
Denny tiba di pekarangan rumah mewah itu ia memasuki halaman rumah dan melihat mobil sang mertua tidak ada di halaman hanya ada mobil aca itu berarti sang mertua tidak ada itu ada baiknya setidak nya ia bisa bebas bertanya dan membujuk aca kembali..
Tingg tonggg... suara bel rumah itu bergema 5 menit kemudian keluar seorang ibu-ibu yang cukup tua dia bu niem pengasuh nya aca sekaligus bibi dirumah itu..
"Ohh den denny masuk den" dengan ramah bu em mempersilahkan denny masuk..
"Makasih bu," denny masuk lalu duduk di sofa bu em kembali ke dapur untuk membuat minum.
"Kenapa sepi sekali, apa aca ada di kamarnya lalu kenaa tidak ada suaranya nya, "Ini den minumnya silahkan" bu em membubarkan lamunannya..
"Bu mmmm aca ada" tanya denny sedikit penasaran,,
"Hahhh ke bandung ngapain bu" tanya denny dengan sedikit menaikan intonasi bicaranya ia merasa aneh kenapa aca pergi tanpa memberitahu atau meminta ijin kepadanya apa-apa ini batin denny.
"emm anu denn tadi kata bapak mereka ke bandung untuk mendatangi aca akad dan resepsinya sepupu non aca anaknya saudara bapak yang tinggal di bandung" jawab bu em dengan sedikit takut..
"Bu em tau alamatnya" tanya denny sedikit memburu,, " iya den saya tau sebentar saya tulis dulu" Bu em pergi ke dapur sebentar kemudian kembali lagi ke ruang tengah dimana denny sudah menunggunya dengan tak sabar ia memberikan alamat itu dan denny langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih bu em hanya menghela nafas kasar..
Denny tanpa pikir panjang ia melajukan mobil nya mengikuti perjalanan aca dan sang ayah, denny nekat pergi ke bandung meskipun ia sama sekali tidak pernah ke daerah itu karena rasa kepada aca ia memilih untuk pergi saja meskipun resiko kesasarnya ya cukup besar..
***
Aca dan sang ayah sudah tiba di bandung tapi sebelum ke tempat acara aca dan ayahnya singgah ke apotek karena di tengah perjalanan aca tiba-tiba muntah dan mual ia mengatakan bahwa sepertinya ia mabuk perjalanan karena perjalanan yang di tempuh cukup jauh akhirnya sang ayah meminta sang supir untuk singgah di apotik membeli jamu Tol*k Ang*n dan minyak telon..
Merasa tubuhnya sudah baikan ia Akhirnya mengikuti sang ayah yang sudah turun duluan dan berkumpul bersama saudara-saudaranya aca menaiki altar pernikahan dan menghampiri sang adik sepupu,, Shifa memeluk aca ia merindukan saudara nya ini meskipun mereka jauh namun ia dan sifa sering berhubungan lewat wa dan ig..
"Selamat ya fa ihh udah gede aja kamu" aca mencium dan mencubit pipi sang adik..
"Aww aca ihh sakit,, celoteh shifa,, shifa menatap tubuh aca sedikit heran "Ehh kamu kok kurusan sih ca kenapa kamu sakit muka kamu juga pucat" tanya shifa penasaran atau jangan-jangan kamu,, shifa menatap wajah aca geli sedangkan aca hanya mencubit pinggang shifa gemas..
"Ahh kamu aneh2 dehh, kamu aja duluan aku mah ntar aja lagi sibuk ngurus cafe sama restoran jawan aca sedikit sombong dan kemudian tertawa,, shifa gemas dengan sikap lucu aca kemudian aca turun dan menghampiri sang ia menatap sang ayah makan dengan lahap..
"Aca" suara seseorang yang sangat aca kenal itu ahhh gak mungkinn mana mungkin dia tau aku disini batin aca..
"Nak denny kapan tiba kok bisa sampe sini, kenapa gak ikut aca sama ayah aja tadi" sang ayah bertanya dengan seseorang yang di belakang aca, aca merasa sepertinya itu orang yang sama aca sedikit memutar badan dan betul itu denny mata aca membulat menatap wajah denny yang sudah tersenyum kuda menatapnya..
"Gpp yah tadi denny lagi ada kerjaan pas aca minta izin makanya denny suruh duluan aca" jawab denny sembari menjabat dan mencium tangan mertuanya,
"Ckkk,, sandiwara apa lagi ini Tuhan, batin aca ia menatap denny jijik kemudian ia pamit kepada sang ayah ia ingin cari minum aca meninggalkan denny bersama sang ayah ia duduk di bawah pohon rindang ya di bawahnya tersedia kursi taman aca duduk menikmati udara yang segar kemudian ia merasa seseorang duduk di sebelahnya..
"Mau ngapain lagi sihh udah sana" ucap aca tanpa menatap..
"Ca kok kamu kasar gitu" jawab seseorang.
Mata aca sedikit membulat itu bukan suara denny lalu siapa yang duduk di sebelahnya saat menatapnya tiba-tiba aca terdiam dan membisu...