
***
Aca merebahkan tubuhnya meringkuk di atas Kasur sembari mengelus perutnya yang mulai buncit ia menarik air hidungnya hatinya begitu terluka aca tidak menyangka masalah yang di anggapnya kecil malah menjadi sebuah petaka dalam rumah tangga nya aca merasa aneh dengan sikap denny yang menurutnya keterlaluan ia tau ia salah dengan menyembunyikan kenyataan keadaan denny namun aca tidak bermaksud menyembunyikan nya ia akan mengatakan semua kenyataannya jika keadaan denny sudah membaik aca terus menangis dan mengusap perutnya dengan sayang.
KEADAAN DENNY
Drrtttt..drttttt pesan masuk ke hp denny dari nomor tersebut.
“…….”
“Biarlah aku ingin ia bahagia, balas denny
“……”
“Kau hanya perlu menjalankan tugas mu,? Denny tidak membalas lagi pesan itu ia hanya tersenyum menatap pantulan tubuhnya di cermin ia kini merasa benar-benar tidak berguna tubuhnya mulai kurus sebagai laki-laki hancur sudah harapannya sebagai seorang suami yang mendambakan hidup bahagia bersama keluarga kecil nya memiliki anak-anak yang lucu karier yang baik namun nyatanya ia merasa hidupnya hanya akan menjadi beban untuk anak dan istrinya.
Denny mengeluarkan sebuah kertas foto hasil USG sang istri bulan lalu ia menatap foto itu dengan pandangan yang sangat sulit di artikan jari nya mengusap sebuah bulatan kecil di foto itu kemudian ia kembali terisak.
“Maaf kan ayah nak, ayah sangat menyayangi kamu ayah tidak pernah hiks..hikss meragukan mu ayah tau bahwa kamu benar murni darah daging ayah hiks..hikss (menarik air hidung) namun ayah tidak ingin kamu malu karena memiliki ayah yang cacat dan tidak berdaya”, denny terus mengusap foto tersebut dan menciumnya berkali-kali denny sangat merindukan anaknya biasanya setiap malam denny akan memeluk dan mencium mengelus perut aca dengan syg seperti ia tengah memeluk sang anak bagaimana bisa ia kelak ia hidup tanpa anak nya.
Kriiieeettttt pintu terbuka menampilkan tubuh aca yang kini sudah sedikit berisi kembali, denny segera menghapus air matanya ia memutar badan dan kursi rodanya membelakangi aca sesekali ia melirik wanitanya itu ingin rasanya denny memeluk dan mencium nya terlebih ketika ia menatap perut aca yang bulat rasa rindunya menyeruak, aca tengah mengemasi barang-barangnya ingin rasanya denny bertanya kemanakan istrinya itu akan pergi apakah aca akan meninggalkannya sendiri di rumah ini aca berjalan mendekat ke arah denny..
“5 bulan lagi kau akan bebas aku harap kau sabar untuk sementara aku akan tidur di atas aku akan memberikan mu waktu untuk menenangkan diri, Aca berucap seraya keluar membawa koper dan barang-barang nya.
Denny menatap nanar tubuh aca yang sudah menghilang di balik pintu ingin rasanya ia berteriak dan meminta aca untuk tetap tidur di sampingnya namun ia tak bisa..
Aca menata barang-barangnya di kamar atas rasa marah nya kini sedikit berkurang Ia merenungi mungkin denny tak sengaja mengeluarkan semua perkataan itu ia seharusnya bersabar menghadapi tingkat emosional denny yang bisa berubah kapan saja.
***
Pagi ini aca bersikap seperti biasa ia menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi untuk sang suami namun denny masih belum juga keluar dari kamar bahkan ini sudah menunjukan pukul 8 pagi aca mendekat ke arah pintu kamar dan berniat menengok keadaan denny namun pintu itu terkunci Ia mendengarkan suara air mengalir mungkin sang suami tengah membersihkan diri karena merasa akan telat ke dokter akhirnya aca pergi tanpa pamit.
Setelah aca pergi denny membuka pintu dan melihat keadaan apakah istrinya sudah benar-benar pergi ia keluar dengan kursi rodanya dan melihat di atas meja sudah tersedia makanan, obat dan secangkir kopi denny tersenyum namun juga ia merasa sedih setulus itukah aca mencintainya bahkan ia telah mengeluarkan kata yang tak pantas untuk nya namun aca masih tetap memperdulikannya.
Denny meninggalkan dapur dan pergi kembali menuju kamar ia menangis kembali dan berteriak layaknya orang yang sudah kehilangan kesadarannya ia kembali melemparkan semuanya menarik segala macam selimut bantal dan guling ia benar-benar sudah tak sanggup mengabaikan aca namun ia tidak ingin sang istri terkekang ia ingin melihat aca bahagia setidaknya hanya itu yang bisa ia berikan sebagai ganti untuk menutup setiap luka goresan yang selama ini ia berikan meskipun itu tidaklah cukup.
Aca tiba di rumah sakit dan bertemu dengan angel apa yang ia lakukan batin aca kenapa ia menguntitku, aca mengacuhkan wanita itu namun angel masih mengikutinya hingga ke ruang pemeriksaan aca merasa jengah hingga ia memutar balik tubuhnya dan menatap angel bosan.
“Apa lagi yang kau rencanakan mengapa kamu mengikuti ku” tanya aca dengan menatap angel
“Ckk,, hahaha” decak angel “ kau terlalu takut terhadapku aku pergi ke sini untuk memeriksa keadaan kandungan ku apa kau lupa hemmm, angel berbisik di telinga aca.
Aca menjauh dari angel apa-apaan wanita ini batin aca mengapa ia benar-benar gigih menipu ku seorang suster menghampiri mereka dan bertanya.
“Ck, angel menatap aca dengan tawa mengejek” lalu suster menatap angel dan bertanya hal yang sama namun tanpa di sangka jawaban angel sangat menohok dan membuat hati aca terluka.
“Ahhkk maafkan saya suster, saya hanya pergi sendiri karena suami saya sedang sakit dan lumpuh jadi tidak bisa mengantarkan saya untuk pergi ke dokter kandungan” ucap angel dengan mantap dan menatap aca lalu suster meninggalkan mereka berdua angel menatap aca yang tengah mengalihkan pandangan,, “Siapa suami mu, kerja apa dia hingga sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk mengantarkan mu jadi apa yang di katakan denny itu benar bahwa anak itu bukan anaknya, ck aca kau benar-benar menjijikan syg suami kita tengah sakit dan lumpuh mengapa kau berbohong kepada suster atau jangan-jangan kau memiliki suami lain” ucap angel berbisik kepada aca sedangkan aca hanya menundukan kepalanya tak menghiraukan perkataan angel ia tak menyangka bahwa angel sangat licik bahkan lebih yang ia kira aca hanya menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya tanpa menjawab perkataan angel.
“Ny. Aca dan NY. Angel silahkan masuk” ucap seorang perawat.
Aca awalnya menolak untuk masuk bersama karena ia benar-benar jijik terhadap wanita itu namun angel menatap aca dan berbisik "Apa kau takut mengetahui kenyataan bahwa aku benar-benar hamil" bisik angel sembari menaikan sedikit alis nya.
"Dokter menyarankan untuk masuk bersama karena tidak ada suami yang menemani" jawab suster
"Ahh ya betul suster lagi pula suami dan ayah bayi kami ini satu" ucap angel menyungging bibir menatap aca kemudian tersenyum licik.
Suster menatap wajah mereka kemudian tersenyum dan mengiring mereka masuk ke ruangan.
Aca pertama melakukan USG ia tersenyum menatap layar monitor di sana terlihat jelas bayi mungil nya tengah bergerak-gerak air matanya menetes seandainya saja denny bisa ikut ia pasti bahagia melihat sang anak yang tengah aktif dan sehat. Angel menatap aca dengan senyum yang tak bisa di artikan.
Dan kini tiba saat angel yang di periksa dan aca memperhatikan angel dan ketika perut itu dibuka hati aca terasa sakit perut angel benar-benar membuncit dan saat melakukan USG terlihat bayi kecil yang juga bergerak-gerak aktif di dalam perutnya kini mata aca terasa panas dan berair semoga saja yang di katakan angel itu semua kebohongan itu bukan anak denny.
“Baiklah saya akan menjelaskan keadaan kandungan kalian berdua, kadungan bu angel baik dan sehat dan saya belum bisa katakan jenis kelaminnya karena belum terlihat di layar monitor tapi untuk ibu aca saya menyarankan untuk ibu jangan stress dan terlalu capek dahulu kandungan ibu akhir-akhir ini lemah jangan sampai hal tersebut membahayakan janin ibu saya akan berikan resep untuk kalian berdua saya harap kalian selalu jaga kesehatan ya” ucap dokter dengan ramah.
Kini air mata aca menetes karena permasalahan rumah tangganya anaknya harus mendapatkan masalah aca mengelus perutnya dengan syg mereka berdua berjalan beriringan angel menatap aca.
“Kini tidak ada alasan lagi aca untuk mu menolak bahwa ini anak denny, ku harap kamu bisa berbagi suami dan ayah untuk anak ku, ucap angel kemudian berlalu ia melangkahkan kakinya terlebih dahulu dari aca, kini aca terduduk di kursi rumah sakit ia mengusap perutnya kini ia benar-benar terluka bagaimana bisa semua ini terjadi kepadanya dan juga calon anaknya ia menatap punggung angel yang sudah hampir menghilang karena sudah berjalan cukup jauh dari nya.
***Hai-hai...
Maaf keunn :'(
Lama Up :'(
Alasan yang lumrah aku sibuk 😥
Tapi di usahakan akan tetap up walau seminggu 3x :'(
Terima kasih
Jangan lupa untuk like, comment, dan berikan vote jika berkenan 😉
Dan jangan lupa juga hadiah di akhir eps menunggu mu 😚😚😚***