
Aca merasa asing dengan suara itu saat ia memutar tubuhnya untuk menatap sumber suara itu ia terdiam..
"Heii apa kabar" ucapnya
"Ohh emm hei, baik kamu sendiri apa kabar zal" jawab aca menatap rizal teman masa remajanya ahh bukan teman masa SMU nya ketika ia tinggal di bandung bersama sang nenek.
Sedikit Info Rizal Adwindo lelaki berusia 23 Tahun beda setahun dengan aca, menurut informasi Rizal adalah orang pertama yang membuat aca jatuh cinta meskipun cintanya aca tak terbalas karena rizal memilih menembak teman sebangku aca Zahra Andnan dan itu berhasil membuat aca patah hati dan memutuskan tidak berpacaran sampai ia mengenal dan menikah dengan denny suami nya.
"Aca kok melamun" Rizal membubarkan lamunan aca,
"Gpp zal, oh ya itu anak siapa" aca menunjuk anak kecil yang di gendong rizal anak yang manis dengan rambut kepang dua dan gigi yang baru tumbuh di bawah nya imut sekali ingin rasanya aca mencubit pipi gembulnya.
"Ini anak aku ca" jawab rizal sembari mencium pipi gembil anaknya
"hahh ap.. , ohh maksud aku anak kamu imut sekali ya za kalau gitu berarti zahra ada di sini dong, tanya aca sembari menatap di samping dan di belakang rizal namun kosong.
"Mana zahra, kok gak ada?, tanya aca
"Zahra ninggalin aku sama kelia ca, saat umir kelia 2 bulan katanya dia gak sanggup ngurus anak dan dia lebih memilih pergi ke jakarta buat kerja.
Mendengar perkataan rizal membuat aca menutup mulut dan menatap kasihan rizal namun ia lebih kasihan dengan anak kecil itu kelia anak yang masih kecil tidak tau apa-apa.
"Mamm..mamm mamahh" Kelia berucap mengoceh dan memanggil aca dengan sebutan mamah rizal menatap wajah putri kecil dengan wajah yang sulit di jelaskan namun sepersekian detik air mata rizal menetes ia mengecup berkali-kali pipi anaknya, "Bukan nak itu bukan mamah, itu tante aca" ucap rizal sembari mengusap kasar air matanya aca begitu terharu ia bangkit dari duduknya dan menghampiri rizal ia mengusap bahu dan menenangkan rizal,,,
"Sini syg sama tante,, aca mengambil alih kelia dan menggendongnya ia mencium pipi anak itu, "Zal kamu yang sabar ya pasti ada jalan kok buat semuanya dan kamu harus pastiin kelia tumbuh sehat sempurna aku yakin kamu pasti bisa" aca memberikan kata bijaknya..
"Aca" denny memanggil aca
" hemm" aca menengok denny dan tersenyum ke lelaki itu, denny hanya bisa melongo kenapa bisa istrinya memberikannya senyum terbaik Ia berjalan mendekati denny sembari membawa kelia..
"Keyiiia ini uncle denny" ucap aca menirukan suara anak kecil dan denny menatapnya dengan anehh..
"Aca dia siapa" rizal mengikuti aca menuju denny, sedangkan denny ia menatap rizal dengan tatapan tak suka lebih tepatnya tatapan cemburu..
"Ahh ya lupa, kenali zal dia denny.. "Saya SUAMINYA aca " denny memotong bicara aca dan menekankan kata suami ke arah rizal, merasa tak nyaman aca akhirnya menyerahkan kelia ke rizal dan minta maaf lalu pamit sembari menarik lengan denny..
"Kamu tu apaan sih" denny mengeluh karena merasa malu di tarik Aca dan membuat mereka jadi bahan tatapan orang-orang..
"Lohh salah aku apa, aku kan cuma pengen ikut dan jagain istri aku" denny mendekat dan duduk di dekat aca sembari mengelus pipi istri nya namun tanpa di duga aca marah kepadanya..
"Kak aku tu gak habis pikir ya bisa-bisanya kamu bersandiwara, udah lah kak gak usah sandiwara-sandiwara lagi aku udah tau semuanya, aku benci kamu ka aku benci kenapa harus seperti ini kamu jahat " aca memukul2 dada denny,, merasa bingung denny mencoba menenangkan aca dan membawa duduk agar lebih rilex..
"Aku gak ngerti say.." "Udah jangan panggil aku sayang2 jijik tau gak, kamu pergi sna " aca mendorong tubuh denny hingga terjungkal dan terjatuh tapi ternyata pinggul denny terhempas batu denny mengaduh kesakitan, awalnya aca cuek karena ia mengira sang suami hanya pura-pura namun saat menatap denny wajah lelaki itu pucat dan ia mengaduh kesakitan karena melihat sang suami kesakitan akhirnya aca panik ia mendekat dan memangku tubuh denny,,
"Aca sakit aaaakkkk sakitt" denny tak mengaduh kemudian tak sadarkan diri melihat kondisi tersebut aca mulai menangis dan berteriak meminta pertolongan warga berlarian menghampiri aca dan memnopong tubuh denny,, Aca berlari menghampir sang ayah yang tengah mengobrol ia mengatakan akan pulang duluan karena tadi denny terjatuh dan pingsan ia meminta sang ayah untuk tenang saja ia meminta ayahnya untuk pulang nanti di antar oleh mamang danu adik ayahnya.
•••
Selama di perjalanan aca menangis ia merasa bersalah membuat sang suami kesakitan hingga pingsan ia menangis sembari memeluk wajah dan mencium wajah denny yang tampak pucat, akhirnya mereka tiba di rumah sakit kota B denny langsung mendapatkan perawatan intensif menurut dokter denny harus melakukan operasi karena tulang pinggulnya retak mendengar hal itu aca menangis histeris kemudian pingsan..
Hampir 1,5 jam denny berada di ruang operasi ayah dan ibunya sudah datang namun mereka belum tau apa yang terjadi hingga denny harus di operasi..
Aca berada di ruang UGD dan si samping ada ibu mertua nya yang duduk menggenggam tangannya saat mengingat denny aca hendak bangun dari rebahan nya namun kepalanya pusing..
"Mau kemana nak" tanya ibunya "Istirahat saja dulu..
"Mahh ka denny dimana apa dia baik-baik saja aku mimpi buruk mah ka denny terluka hikss hikss, air mata aca berderai..
"Kamu harus tenang yaa, mamah gak tau harus gimana mamah hari ini senang sekali namun mamah juga menderita" ucap sang ibu dengan mengelus pundang aca..
"Maksud mamah apa, tanya apa penasaran mendengar perkataan sang ibu.
"Kabar bahagianya mamah sebenatar lagi punya cucu dan kabar dukanya anak mamah tengah terbaring di ruang icu karena koma" mendengar perkataan sang ibu tentang denny yang koma aca histeris menangis sejadinya sang ibu menenangkan menantunya..
"Aca tenang kalau kamu stres terus menangis begini kamu bisa membunuh anak kamu, kamu bisa membunuh cucu mamah tenang aca" sang ibu berucap dengan sedikit menaikat intonasi nya, aca terdiam mendengar ucapan sang ibu ia menatap kemudian mengelus perutnya air mata aca menetes ia semakin merasa bersalah..
"Permisi apa ibu aca adalah istrinya pak denny" seorang suster menghampiri aca
"Yaa sus saya istrinya,, apa ka denny baik2 saja".. tanya aca memburu
"Bapak denny sudah sadar ibu namun masih lemah, dokter meminta ibu aca untuk menemuinya di ruangan" ucap suster dengan ramah lalu meninggalkan ruangan UGD tersebut aca dengan terseok dan kepala yang masih keliengan bahkan ia berjalan pun di bantu mertuanya untuk menuju ruangan dokter, hati aca tak karuan semoga saja kabar yang ia dengar itu kabar baik bukan sebaliknya..