MY UGLY WIFE

MY UGLY WIFE
KEKUATANKU HANYA KAMU!!!


3 bulan berlalu


Denny mencoba melangkahkan kakinya dengan di bantu dokter dan seorang perawat meskipun kakinya tidak terasa sakit lagi tapi kaki denny bisa di katakan mati rasa.


"Ayokk sedikit lagi... Ucap seorang dokter yang berdiri di depan denny dengan penuh keyakinan.


Bukkss suara tubuh denny terjatuh di lantai, jauh dari perkiraan nya ia tidak menyangka bahwa akan sesulit ini pengobatan dan terapi yang ia jalani.


"Kakk,, ayo bangun.. kamu harus semangat..."


Denny mendongak mendengar suara seorang wanita yang sangat ia cintai samar-samar denny melihat ujung gaun Young Pink berjuntai, denny menyipitkan mata memperjelas pandangannya.


"Aca"


Tapi bukannya mendekat wanita nya itu justru semakin terlihat menjauh seperti ditarik oleh waktu denny menatap aca yang semakin jauh dari nya dengan mengumpulkan semua tenaga dan kekuatan ia menopang tubuhnya yang masih bergetar dengan kedua tangannya perlahan namun pasti akhirnya denny berdiri juga meskipun kakinya bergetar.


*Sisi Pandangan dokter*


Dokter dan perawat yang berdiri di tidak jauh dari tubuh denny terperangah melihat denny berhasil berdiri dengan sendiri tanpa di bantu alat bantunya itu menandakan pengobatan denny selama 3 bulan ini hampir sukses.


*Disisi Pandangan Denny*


"Jangan ja--jangan menjauh lagi ku mohon... ucap denny dalam hati.


"Ayoo denny kuat kejar aca, kejar dia ayo jangan biarkan dia pergi... Denny mencoba menyemangatkan diri.


"Haaaaah"


Tanpa di kira denny melangkahkan kakinya gontai meskipun langkahnya terseok seok ia berjalan ke arah depan menuju pintu dimana yang ia lihat aca tengah berjalan menuju pintu.


Bugkkk lagi-lagi ia terjatuh namun denny tidak berhenti dan menyerah sampai disitu ia tetap berdiri kembali dan berjalan dengan langkah terseok-seok.


Setelah 2 kali terjatuh kini langkah denny hampir sempurna ia bahkan tidak terjatuh meskipun langkahnya gemetar.


"Aca.... jangan tinggalkan aku..." Lirih denny dengan tangan mencoba mengapai aca yang sudah samar menghilang di balik pintu.


**


"Bapak denny, latihan berjalannya kita sudahi dulu sampai disini sekarang mari ikut saya, kita akan melihat perkembangan dari pengobatan bapak..." Dokter yang bertugas membantu pemulihan denny menghampirinya.


Denny tersentak dan sadar ia mengusap wajahnya kasar dan berdiri dengan tubuh di topang tongkat ia tersadsr ternyata tadi hanyalah bayangan aca, denny menyadari hanya aca yang mampu menjadi sumber kekuatannya dan kebahagiaannya.


"Dimana kamu aku sangat menyesal telah membuatmu terluka, aku sangat merindukan mu dan mencintaimu.... Pulanglah aku sangat merindukan kalian berdua...." ucap denny dalam hati.


Denny berjalan di bantu tongkat mengikuti langksh dokter yang berjalan lebih dulu dari tubuhnya senyum ramah denny selalu menghiasi wajahnya meskipun hatinya bisa dikatakan terluka.


"Selamat pagi pak denny, selamat pagi pak, apa kabar hari ini..." Setiap lewat seorang dokter/perawat pasti menyapanya begitu.


Meskipun denny sekarang bisa di katakan bangkrut setelah ia jatuh sakit dan perusahaannya tidak terurus, tapi ia cukup populer karena pernah menyandang status Pengusaha Muda yang sukses dan pernah memimpin perusahaan The Wing's Wold's cabang Di Indonesia selama 5 tahun di saat usianya baru menginjak 21 Tahun itulah salah satu yang membuat denny banyak di kenal orang besar.


"Pak.... ???


"Yaa" denny menoleh ke arah dokter yang ternyata sedang berbicara dengannya.


"Aa, yaa.. begini pak setelah melihat hasil 3 bulan ini pengobatan bapak denny bisa di katakan 80 persen berhasil jadi untuk 1 bulan ke depan ini kita akan fokuskan pengobatan yang benar-benar maksimal, selamat ya pak saya tidak menyangka hanya dalam 3 bulan sudah sebaik ini..." Ucap dokter dengan senyum cerah di wajahnya.


"Terima kasih dokter terima kasih banyak... Denny menarik nafas lega mendengar pernyataan dokter.


Selama menjalani pengobatan di kota B denny benar-benar sendiri ia juga telah mendengar kabar bahwa angel sudah melahirkan dan anaknya laki-laki denny tersenyum dan mengucapkan selamat untuk angel tidak terasa air matanya menetes karena ia mengingat aca jika angel sudah melahirkan itu artinya aca juga sudah melahirkan karena usia kandungan keduanya hanya beda beberapa minggu.


Denny menghapus air matanya yang mengalir ia menyesal karena ulah nya karena keegoisannya aca harus mengalami banyak hal dan denny tau melahirkan bukan lah hal ya mudah terlebih lagi aca baru pertama kalinya hamil dan melahirkan itu akan 2x lebih sakit.


Denny menyesal karena tidak bisa mendengarkan tangis pertama anaknya dan ia juga tidak bisa mendampingi aca melewati rasa sakitnya banyak hal yang ia sesali dalam hidupnya terlebih karena ia telah menjadi seseorang yang pengecut dan lemah.


Bahkan denny tidak tau jenis kelamin anaknya karena ia terlalu sibuk mengurus egonya ketimbang memperhatikan aca.


****


"Huhhh...Huhhh...huhh.... ahhhhkkk... "


"*Sedikit lagi bu... sedikit lagi..."


"Huhhh.. huhh.. emmmmmmmgggggg huh..huh.. ummmggggggggggggg*...


"Hoeeee....hoeee...hoeeee...


"Alhamdulillah yaa Allah... Puji syukur dari bibir seorang bidang yang telah membantu persalinan.


"Bu, aca bayinya perempuan, cantik dan sempurna.. ujar seorang bidan dengan membawa bayi yang sudah dibersihkan untuk disusui.


Air mata aca yang tidak dapat terbendung lagi saat menatap wajah mungil bayinya yang begitu lucu ia meraih bayi tersebut dan mulai memberikan asi pertamanya.


Sejak pergi dari rumah aca tinggal di kota B kota asalnya ia tinggal sendiri karena sang ayah harus kembali ke jakarta untuk mengurus perusahaan.


4 bulan setelah kepergiannya denny tidak pernah sekalipun mencari ataupun menghubungi aca terbesit dalam hati aca "Sebenci itukah dia kepadaku....


Meskipun begitu aca juga tidak pernah menghubungi denny ataupun sekedar menanyakan kabar suaminya itu, karena terlalu sakit pengkhianatan denny untuknya.


"Nak... gpp ya sementara tinggal di sini dulu.. Ucap aca menatap wajah mungil bayinya yang sedang menyusu.


Aca tersenyum menatap wajah kecil itu bagaimana bisa ia yang mengandung, ia yang merasakan begah, ia juga yang merasakan semua sakit saat melahirkan namun kenapa wajah sang anak sangat dominan sang ayah.


"Kamu tidak adil sama mama yaa, kok semuka-muka dominan papa sih nak..." Bisik aca sembari tangannya mengelus pipi mungil sang anak.


"Den.. semoga kamu baik-baik aja dan semoga dengan kepergianku kamu bisa bahagia...." Ucap aca dalam hati.


***Hihihi...


Typo nya bertebaran 😜


Iyaa... Maaf saking semangatnya nulis jadi berceceran typonya.


HAPPY READING'S YA ZEYENK KAK BUNGA


Jangan Lupa Vote, like dan comment nya yaa karena itu semua adalah motivasi dan semangat buat ka bunga 😚***