
Seminggu berlalu ***
Pernikahan di langsungkan secara sederhana namun sacral batin denny begitu tersiksa saat mengetahui bahwa tong minyak itu benar-benar aca dan kini menjadi istrinya selama pernikahan denny hanya mengeluarkan suara saat mengucapkan janji nikah kepada aca ..
Pernikahan yang hanya di hadiri keluarga aca dan keluarga denny itu tidak berlangsung lama karena memang denny merasa rishi berdiri di samping aca ia merasa malu .. tetapi aca berbeda ia selalu tersenyum di sebelah denny ia merasa mungkin ini yang di namakan cinta sejati, tanpa berpacaran langsung menikah meskipun tidak seperti yang ia harapkan selama ini namun ini cukup membuat hati membuncah dan merekah …
Aca sudah memasuki kamar pengantin mereka dan ia tersenyum manis melihat banyak sekali bunga mawar menghiasi kamar itu ,, setelah menikah denny memboyong aca untuk tinggal dirumah sendiri rumah mewah yang di hadiahkan ayah aca kepada mereka berdua ..
Aca sudah mandi dan membersihkan wajahnya dari riasan tadi pagi,, aca menatap jam dinding sudah pukul 11.30 tapi denny tidak kunjung datang menemuinya di kamar ia keluar dari kamar mencari sang suami namun matanya tertuju pada denny yang sudah tidur di sofa lantai bawah denny Nampak tidur pulas ,,
“lohh kok tidur di sofa kenapa kak denny gak masuk kamar” aca berbicara sendiri sembari berjalan mendekati denny, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah denny ia dapat merasakan hembusan nafas denny ia menggoyang sedikit tubuh denny berniat membangunkannya..
"Kakk bangun,, kak den bangun kakk" Aca terus mengguncang tubuh denny akhirnya sang pemilik tubuh itu bangun dan menatap tajam aca..
"Apaan sih ganggu orang tidur aja?? Denny membentak kasar aca
"Emmm anu kak" mata aca mulai berair dadanya sesak selama hidupnya aca tidak pernah di bentak ataupun dikasari namun malam ini untuk pertama kalinya aca di bentak itupun oleh suaminya sendiri..
"Anuu anuu kenapa,, kamu mau ngajak aku tidur sama kamu gitu hahhh" Denny kembali membentak aca karena ia tahu maksud aca membangunkan nya
"Ditanya malah nangis, cengen banget sih anak papi, ha..ha...ha" Denny mengolok-olok aca yang kini air matanya sudah menetes
"Ehhh aca sadar dirilah lo mau ngajak gue tidur disamping lo bisa2 remuk tulang gue lo empitin, tu kasur cuma cukup buat badan lo doang ha..ha..ha..ha " Lagi-lagi denny membentak dan mengolok-olok aca
Kini aca berdiri dan menatap mata denny ia tidak berkata-kata namun di mata aca terdapar luka segar yang di karenakan perkataan dan perbuatan denny,,
Setelah aca pergi denny menertawakan gadis itu ia merasa puas sudah membuat sang pemilik mata bulat itu menangis..
***
Aca memasuki kamar nya kembali ia menatap kasur yang terlihat besar karena kasur itu memang ukuran King Size dan ia mendekati cermin besar di kamar itu ia berdiri menatap tubuhnya,,
"Aca gak gendut kok cuma berisi dikit kata ayah juga aca gak gendut tapi kenapa kak denny bilang aca gendut"
Air mata aca kembali tumpah ia merebahkan tubuhnya di kasur dan entah kapan ia terlelap hingga ia bangun kesiangan...
Aca hanya mengangkat bahu seakan tak peduli kemana pergi nya monster tampan itu..
Ia mengambil sepotong roti dan mengolesnya dengan banyak sekali cokelat Nutela ..
***
Tiba di kampus aca di hampiri 3 temannya yaitu Dela, Ana dan Aldo hanya itu sahabat aca sedangkan penghuni kampus lainnya bisa di sebut dengan nama heaters karena mereka hanya bisa membully dan mengolok-olok aca..
"Ca lo kemana aja hampir seminggu ngilang dan sekarang lo muncul lagi" tanya dela yang di ikuti anggukan penasaran dari Ana dan aldo...
"Yaa gpp gue liburan, ha..ha..ha" Aca berbohong ia tidak ingin mengatakan bahwa ia izin untuk menikah bisa ia dimangsa oleh 3 sahabatnya itu, lagipula aca tidak siap jika harus memberitahu status barunya..
"Anjayyy lo liburan gak ngajak kita-kita memang sakit lo ya ca" Ana kali ini berucap memarahi aca.. "Sekarang gue minta lo traktir gue sebagai ucapan maaf lo" ucap ana
"Lah kenapa gue harus minta maaf **** gue liburan sama ayah lagian gue juga pengen kali liburan berdua aja sama ayah tanpa penguntit seperti kalian" Aca membela diri seraya melanjutkan langkah kakinya karena sebentar lagi Chef Renita akan masuk ke kelasnya..
Aldo yang dari tadi diam menyadari ada hal yang aneh hari ini mata aca tampak sembab ia melajukan langkahnya mengiringi langkah aca..
"Ca lo kenapa?? Tanya aldo
"Kenapa apanya sih do? Aca malah bertanya balik
"Itu mata lo kenapa sembab dan merah" Aldo menunjuk mata aca,, Aca kaget dan mengucek-ucek matanya..
"Gpp kok gue cuma kangen nyokap aja.. yaudah do gue ke kelas dulu ya gk enak kalo telat dahhh" aca pergi meninggalkan aldo yang terus menatapnya dengan khawatir, aca tau kalau aldo memiliki perasaan khusus untuknya namun aca memilih diam dan ingin terus bersahabat karena ia tidak memiliki perasaan apapun kepada aldo apalagi kini ia sudah memiliki suami...
Ahhh aca memikir denny apakah lelaki itu mencintainya ahhh sudah pasti tidak kalau cinta mana mungkin denny membentak dan mengolok-olok fisik nya..
Selama di kelas aca tidak konsen dan sering melamun memikirkan keadaan rumah tangga dan nasibnya..
//Next//
Karya By. Bunga_Seroja🌸🌹