MY UGLY WIFE

MY UGLY WIFE
*SEMINGGU*


**


Sudah seminggu aca dan denny berstatus suami istri namun denny tak menunjukan sikap nya sebagai suami,, Ia selalu berangkat pagi dan pulang malam dan membersihkan diri lalu tidur di kamar tamu,, sedangkan aca ia selalu berusaha menjadi istri meskipun ia tidak tau caranya namun setiap aca berusaha mendekati denny ia hanya mendapatkan tatapan marah dan kata-kata kasar..


Setiap malam aca selalu menangis dan berdoa rasanya ia tidak sanggup lagi menerima kenyataan bahwa hidupnya sudah benar-benar menjadi seperti neraka,, ia sangkah pernikaha itu indah seperti drama-drama korea yang ia tonton namun ternyata aca salah..


Kemarin aca berkunjung kerumah ayahnya dan ia mendapatkan pertanyaan yang membuat aca merasa ngeri..


Flashback On:


Aca mengendarai mobil sendiri menuju rumah ayahnya ia sudah mencoba membujuk denny ikut namun lagi-lagi aca hanya mendapatkan bentakan dan cacian denny...


"Ayahhhhh..." Aca berlari kecil menghampiri ayahnya yang tengah duduk membaca koran , ia langsung menghambu ke pelukan ayahnya sudah hampir seminggu lebih aca meninggalkan ayahnya ia sangat merindukan lelaki ini aca merasakan hangat pelukan ayahnya,, matanya kini terasa panas dan ia menangis ia menangis karena merasakan bahagia ketika berada di pelukan ayahnya dan ia tidak ingin pulang,, ketika dirumah aca hanya akan mendapatkan cacian dan hinaan dari suaminya..


Ayahnya menyadari aca menangis langsung menarik dagu anaknya dan menatap mata itu..


"Lohh kok nangis, kenapa nakk" Tanya ayahnya lembut.. aca tak menjawab ayahnya ia hanya diam seraya terus memeluk tubuh ayahnya...


"Aca kangen sama ayah, aca gak mau jauh dari ayah" Ucap aca manja terus memeluk ayahnya..


"Ayahh aca boleh gak tinggal sama ayah lagi. boleh ya yahh" aca berharap ayahnya mengijinkannya setidaknya aca bisa merasa bahagia dan tidak takut menghadapi amarah denny lagi..


"Hemmm nakk kamu sudah menikah jadi kamu harus ikut kemanapun suami mu pergi jangan pernah meninggalkan suami mu sedetikpun jadii" Ayah melepaskan pelukan aca dan menatap lembut putrinya..


"Tapi yahh aca kan gak bisa jauh-jauh dari ayah lagi pula aca takut...." Ac menggantung kata-katanya ia bingung harus jujur atau berbohong kepada ayahnya tentang sikap kasar denny


"Takut kenapa??? Ayah nya kini bertanya dengan wajah khawatir...


"Engga kok yahh hehe, aca cuma takut aja namanya juga baru nikah yah" Aca berbohong lagi ia menatap ayahnya dengan rasa sedih dan bersalah sudah berbohong namun jika aca jujur bisa saja hal itu bisa membuat ayahnya jantungan karena terkejut..


"Bagaimana nak kapan kira-kira aca kasih ayah cucu... Ayahnya bertanya dengan senyum sengaja menggoda aca,,, aca begitu terkejut mendengar pertanyaan ayahnya boro-boro ngasih cucu di pegang juga gak pernah, begitu kira-kira batin aca ..


"Anu...aaa eemmm ayah aca ke kampus dulu ya,, dahhhh" Aca menciumi kedua pipi ayahnya dan berlari kecil meninggalkan ayahnya, sang ayah hanya tersenyum lucu menatap putri kecilnya yang kini sudah menjadi wanita...


Flashback off!!!


"Selama di perjalanan aca tidak fokus menyetir karena terngiang pertanyaan ayahnya tadi sehingaa.... Tiittttttttttttt


Suara klakson panjang menghadangnya ahh bukan aca hampir saja menabrak mobil di depannya..


Aca terkejut dan keluar dari mobilnya ia menghampiri seorang wanita yang keluar juga dari mobilnya..


"Ahhhh maaf mbakk saya tidk sengaja" Aca mengakui bahwa ia yang salah


"Mbakk kalo bawa mobil hati-hati dong syukur aja mobil saya tidak lecet" Wanita itu membentak aca,, walaupun mobilnya tidak kenapa-napa ia menandangi aca dengan tatapan intimidasi ia menatap mobil yang di kendarai aca mobil itu bahkan lebih mahal dari mobilnya..


"Ada apa sayang,, kamu kenapa??? Tanya lelaki itu kepada wanita nya,,


"Nii mass aku hampir aja celaka karena perempuan ini " Wanita itu menunjuk wajah aca ,, saat menatap aca lelaki itu kaku ia menatap aca dengan marah dan benci..


"Kak Denny" Hanya itu yang keluar dari mulut aca sedangkan denny hanya diam menatap kasar aca..


"Sayang kok diam marahin dong dia tu udah hampir bikin aku celaka tau gak" wanita itu membuyarkan lamunan denny namun denny tidak ingin membuat masalah semakin runyam ia mengajak wanita itu pergi menuju cafe meskipun tadinya wanita itu ngenyel ingin mempermalukan aca..


Aca kembali kedalam mobilnya,, dadanya sesak seperti ada yang menghalangi jalan nafasnya,, matanya kembali panas dan air itupun mengalir..


"Jadi itu alasan kak denny tidak pernah menyentuhku, berbicara baik kepadaku ternyata dia memiliki kekasih hikss... tapi kenapa dia mau menikahi ku kalau dia sudah memiliki kekasih aku benci kak denny hikss hikss aca memilih tidak jadi berangkat ke kampus ia kembali pulang ke rumahnya...


Aca mengurung diri di kamar ia bingung harus bertanya atau tidak tentang siapa perempuan itu dan apa hubungannya.. tak terasa malampun datang seperti biasa aca menghabiskan waktunya di kamar dengan membaca novel dan menontom video2 youtube tentang makanan...


Perutnya terasa lapar menonton video aca bangkit dari duduknya dan beranjak ke dapur ia membuat masakan kesukaan nya makaroni keju dan tuna panggang ia menyantap makanan dan menonton tv pukul 12.00 pintu terbuka dan menampakan lelaki tampan itu, aca hanya menatapnya sesaat lalu memusatkan kembali pandangan nya ke tv..


Denny pulang dalam keadaan mabok ia menghampiri aca yang tengah makan dan duduk di samping gadis itu,, ia menatap lekat wajah aca kemudian tertawa lepas...


Aca yang merasa terganggu bangkit dari duduknya dan meningalkan denny dan berniat kembali ke kamarnya namun saat melangkah kan kaki di tangga denny menghentikannya..


"Heiiii gendut mau kemana hahh hikkk... kamu emmm kamu benar benar hikk istri yang tidak sopan, suami pulang hikk buk..kannnya di sambut malah hiikk di tinggal... Denny berkata dengan kasar dan membuat aca malas menatapnya ..


Denny melangkah sempoyongan mendekati aca,, dan menarik lengan aca hingga mereka ambruk bersama di lantai aca berada di atas tubuh denny dan denny di bawahnya denny diam menatap mata indah aca dan tangannya menyelipkan anak rambut aca di telinga aca berdigik ngeri ia cepat2 bangkit dan menatap denny marah...


"Ahhh kenapa bangunn gendutt aku hampir saja emmmm hikk mencium bibir imut mu hikkk" denny berkata tanpa saring ia mencoba mendekati aca namun aca mendorong tubuh denny kuat hingga denny terjungkal kebelakang, merasa diperlakukan seperti itu ia menatap marah aca namun sepersekian detik aca sudah menghilang dari hadapannya...


"Dimana gadis bodoh itu hikk jika aku menemukannya maka aku akan memakannya hikk,, denny berjalan sempoyongan menuju kamar aca ia menggedor gedor pintu kamar itu dengan keras...


"Aca buka aku suami mu hikk aku inginn hikk ha..ha..ha..ha merasakan tubuhmu hikk aca bukaaa atau ku dobrak pintu ini kamu mau bermain main hahh" Denny benar2 mendobrak pintu kamar aca dan braaakkkk pintu itu terbuka lebar menampakan penghuninya tengah duduk meringkuk ketakutan...


"Emmm disini kamu yaaa hikk anak maniss ayo datang pada suami mu hikkk eeegggg denny menghampiri aca dan menarik paksa tangan gadis itu dengan keras sedangkan aca tidak tinggal diam ia meronta dan menangis ketakutan..


"Lepaskan lepass..lepaskan kak aku ak..u takutt jangan hikss...hiksss" aca berusaha menepis tangan denny yang mencoba menyentuh dada nya dan pipinya,, denny menatap aca sebentar dan memeluk aca dan menangis,,, Hikss...hiksss angel jangan tinggal kan aku hikss hiksss aku mohon angel "" Denny terus meracau memeluk aca, sedangkan aca ia hanya diam dan air matanya menetes mendengar denny memanggil nama wanita lain di hadapannya..


Denny jatuh tak sadarkan diri,, dan aca memapah tubuhnya ke kasur itu ia melepaskan sepatu dan baju denny,, ia menggantinya dengan kaos dan celana pendek.. dan aca memilih tidur di sofa kamar itu...


****


Terima kasih sudah mampir ke novel ku..


Terima kasih sudah sudi meninggalkan jejak di sini..


Kehadiran readers semuanya menyemangati ku๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š