
Selama jam sekolah Angel berusaha untuk tidak bertemu dengan Lucas karena ia membuatnya cukup kesal.
"Angel.. Angel.. makan yuk." Lucas mengetuk pintu kelas Angel saat istirahat.
Pintu kelas sengaja ia tutup untuk menghindar. Ia berdiri di balik pintu untuk menahan pintunya tidak terbuka.
Tidak mendapatkan balasan apapun, Lucas tidak menyerah begitu saja. Ia beralih ke jendela kaca di dekatnya dan mengulangi kembali perkataannya tadi.
Angel sangat frustrasi. Ia menutup telinganya dengan kedua tangan.
"Coba sehari aja gak ketemu dia. Dasar pembuat onar." Gumamnya pelan sambil terus menutup telinga dan memejamkan mata.
"Pergi sana. Aku gak mau ketemu kamu." Teriak Angel mengusir Lucas.
Setelah ia mengusir Lucas, ia tidak mendapatkan suara bising dari Lucas lagi. Perlahan ia melepaskan tangannya dari telinga dan membuka matanya kembali.
Angel membuang napas lega. Segera ia pergi dari balik pintu menuju kursinya. Saat ia sudah kembali terlihat ada secarik kertas masuk dari celah bawah pintu.
Ia mendatangi secarik kertas itu dan melihat isinya.
'Kamu gak bisa selamanya menghindar dari aku. Lihat aja nanti... By Lucas'
Angel meremas kertas itu dan melemparkannya ke tong sampah.
"Budak Gila!" Kutuk Angel dengan suara lantang.
Orang-orang yang sedang berlalu-lalang mendengar kata itu terkejut, tidak terkecuali Lucas yang masih ada di depan kelasnya.
Matanya melebar dan rahangnya terjatuh mendengar kata umpatan itu.
Tepat di samping dirinya ada teman sekelasnya Mark menatap kasian sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia berjalan pergi sambil menepuk pundak Lucas supaya harap bersabar.
****
"Aduh lama banget sih Pak Sam. Udah badan pada pegel semua." Angel menggerutu sambil terus melihat kearah jam tangannya berkali-kali dan juga tangan lainnya memikat bagian tubuhnya yang terasa pegal.
Halte terlihat semakin sepi. Tetapi parkiran sekolah masih ada beberapa kendaraan murid dan guru.
"Ck. Masa Pak Sam gak jemput sih, tadi gak di anterin masa sekarang gak dijemput juga." Batinnya meronta-ronta kesal karena harus menunggu lama.
Angel ingin segera pulang meninggalkan sekolah untuk menghindari sesuatu hal yang tidak ia inginkan.
Sesuatu yang tidak ia inginkan adalah berpapasan dengan Chan. Sudah lama ia tidak berpapasan apalagi bertemu dengan Chan. Mungkin ini keberuntungan dari Tuhan. Setiap kali Angel melihat Chan dari kejauhan ia akan menghindar sejauh-jauhnya.
Dan apa yang tidak ia inginkan terjadi. Keberuntungan itu ternyata sudah habis. Chan berhenti tepat di depan halte sekolah mengajaknya pulang bersama.
"Njel, ayo kita pulang bareng." Chan mematikan mesin motornya.
"Ah enggak lah. Bentar lagi aku mau di jemput." Masih seperti biasa Angel berusaha menolak dengan lembut.
"Ah bohong dari tadi gak di jemput tuh. Udah ayo bareng aja."
"Enggak deh, Chan. Takut ngerepotin."
Chan turun dari motornya menghampiri Angel. Angel duduk menegang. Pasti hal buruk terjadi kembali.
Chan memegang tangan Angel secara paksa untuk ikut dengannya. Angel menolak dengan keras ajakan atau yang lebih tepatnya paksaan dari Chan.
"Ayolah, Njel. Kamu dari kemaren selalu
ngehindar terus. Kita udah lama gak ketemu." Chan menarik tangan Angel.
Angel berusaha melepaskan tangan Chan dari dirinya dan masih menjadi Angel yang lembut.
"Enggak mau, Chan. Gak usah maksa deh."
"Oh jadi kamu lebih milih Lucas yang baru kamu kenal daripada aku pacar kamu sendiri." Chan terlihat licik menggunakan aktingnya untuk mengecoh orang-orang yang masih di halte.
Dan alhasil Angel jadi sasaran bahan pembicaraan buruk mereka. Padahal yang busuk itu Chan, tetapi Angel yang menjadi kambing hitamnya.
Chan semakin menguatkan genggaman tangannya dan membuat Angel kesakitan.
"Kamu yang putusin secara sepihak. Ya aku gak terimalah. Apalagi kamu udah deket lagi sama cowok lain tanpa persetujuan aku."
"Udah ayo kamu ikut aku. Aku gak bakalan ngungkit masalah ini lagi setelah kita pulang bareng. Oke sayang."
Angel memalingkan mukanya ingin muntah rasanya setelah mendengar bujukan busuk Chan.
"Kalau aku bilang gak mau ya gak mau." Angel setengah meninggikan suaranya dengan banyak penekanan dalam kalimatnya.
Angel kembali jadi bahan omongan mereka.
"Bodoh ya. Chan baik-baik gitu di sia-siain." Bisik mereka dengan suara pelan.
Walaupun pelan Angel masih bisa mendengarkannya. Dan ia melirik tajam mereka yang sudah membicarakannya dibelakang, mereka yang melihat lirikan tajam Angel membungkam mulut mereka rapat-rapat.
Chan masih saja memaksanya, Angel memikirkan cara lain agar terlepas dari Chan dan cara itu adalah menjatuhkan Chan dengan bela dirinya. Baru saja Angel mengambil ancang-ancang, mobil Lucas yang baru turun langsung berhenti dan cepat-cepat menghampiri Angel di halte.
"Eh kalau jadi cowok tuh jangan kasar-kasar sama cewek." Lucas menarik tangan Chan dari Angel dan Chan langsung melepaskannya. Lucas langsung menarik Angel agar berada di sampingnya.
"Belagu banget. Yaudah terserah bawa tuh cewek. Gue gak peduli." Chan meninggalkan mereka berdua dengan motornya.
Angel yang tersadar segera melepaskan tangan Lucas. Refleks Lucas mengangkat tangannya mengisyaratkan ia tidak ada bermaksud apa-apa.
"Kamu belum di jemput?"
Angel hanya menggelengkan kepalanya.
"Yaudah ikut aku yuk."
"Ah enggaklah." Tolak Angel mentah-mentah.
"Tenang aja kalik, aku gak bakal apa-apain kamu juga. Aku jamin kamu pulang dengan selamat. Lagian bentar lagi sekolah udah kosong. Mendingan ikut aku."
Lucas memang benar, mungkin ia akan menjadi pajangan di halte kalau tidak di jemput juga oleh Pak Sam apalagi sudah menjelang sore.
"Oke aku ikut kamu. Tapi langsung pulang."
"Bisa di atur itu."
Lucas membukakan pintu mobilnya mempersilahkan Angel masuk.
"Lebay deh. Aku juga bisa buka sendiri."
"Aw sakit tau di panggil lebay. Yaudah aku tutup lagi."
Angel mencegatnya untuk tidak menutup pintu kembali. Karena sama-sama percuma.
Lucas mengangkat bahunya dan tersenyum.
Angel masuk ke dalam mobil Lucas tercium bau harum kopi di mobil yang semerbak. Baunya sangat menenangkan berbeda dengan mobil lain yang menggunakan pewangi yang sangat menyengat.
Lucas menyalakan mobilnya dan melaju ke jalanan. Angel tidak sungkan memperhatikan isi mobil Lucas. Angel manggut-manggut melihat mobil yang bersih dan rapi.
"Rapikan mobil aku?" Lucas bertanya pada Angel tanpa memalingkan pandangan di depannya.
"Iya."
Tetapi pandangan Angel teralihkan pada toples bening tepat di sampingnya. Toples bening itu berisi kue kering.
Angel mengangkat toples itu.
"Ini kamu yang makan?"
"Iya, itu kue keju namanya kaastengel. Aku suka banget. Jadi selalu ngestok. Kalau mau coba aja."