
capek berkeliling di pasar mencari baju akhirnya menemukan pakaian yang pas
" Linda kamu nga kangen sama keluarga kamu mereka pasti menghawatirkan kamu "ucap Tiwi berdiri depan kamar ganti
" Nga saya malah enak hidup begini bebas tak ada yang melarang tak ada yang ngomel"
" memangnya kamu sering diomelin"
" ngga pernah sih cuma aku merasa kedua orang tuaku sudah tak sayang lagi"keluar dari kamar ganti
" Tiwi ini boleh langsung dipake nga sih "
" bayar dulu lah baru dipake"sahut tiwi
" tapi aku sudah pengen ganti baju gatal - gatal badanku "
" ya iyalah gatal belum mandi dari pagi udah buruan copot bayar habis itu kita cari makan lapar"
" iya iya" kembali ke kamar ganti melepas pakaian yang di cobain
selesai membayar Linda Dan Tiwi berjalan menuju tempat makanan membeli dua bungkus nasi
" kamu mau ngamen bareng Alfan lagi kata mau ngamen di bis"
" iya besok lumayan wi dapat duitnya aku jadi bisa beli baju buat ganti "
" sampai kapan"
" sampai aku bisa kebeli tape recorder buat ngamen di bis"
"kita coba dulu nga usah pake tape pake alat musik seadanya seperti yang biasa kita pakai kecrekan pasir dalam botol nanti kamu yang nyanyi aku yang bagi amplop satu - satu ke penumpang" ucap tiwi semangat
" kayanya kalau pakai alat musik yang biasa kita pake kelihatan gembel banget wi"
" ya memang kita gembel Linda kita tidur di kolong jembatan mandi di pom bensin apa coba kalau bukan gembel "
Esoknya Linda Tiwi berjalan menuju pusat keramaian dimana teman temannya berkumpul Linda kembali ngamen dengan Alfan memakai kostum boneka Pampam Linda yang joged alfan yang berkeliling meminta uang pada para pengendara
Orang tua Linda masih sibuk mencari keberadaan Linda yang sudah dua Minggu belum juga ada kabarnya lembaran kertas yang ditempel di jalan belum ada yang menghubungi dari pihak kepolisian belum ada kabar keberadaan Linda dimana dari berita yang di upload di sosial media juga belum ada kabar orang menghubungi
" bagaimana pak Agil sudah ada kabar putrinya ad di mana" ucap Yosef rekan kerja pa Agil
" belum sef harus nyari kemana lagi segara cara sudah saya usahakan belum menemukan hasil"
" kenapa nga di coba ke orang yang bisa barang kali saja berjodoh kalau mau saya tunjukan orangya mau"
" boleh lah ayok ada dimana kita coba" ucap Agil semangat
" nanti Sora saja pulang jaga aku anterin "
" ya udah kalau begitu saya mau keliling dibelakang"Agil meninggalkan Yosef di pos depan
sorenya Agil dan Yosef pergi berboncengan menuju orang yang bisa menerawang
tak perlu menunggu antrian Agil langsung masuk menemui orang yang katanya bisa itu
" ini pa Udin teman saya kehilangan anaknya yang baru berusia 16 tahun" ucap Yosef
" bisa bapa ceritakan kronologinya sampai anak bapa pergi meninggalkan rumah" ucap Udin sambil menyalakan rokok klobot (rokok yang pembungkusnya asli terbuat dari kulit jagung)
Agil menceritakan dengan detail kronologi kejadian sampai anak gadisnya meninggalkan rumah
pa Udin mengangguk - Aguk mendengarkan cerita Agil orang tua Linda sambil terus asap rokok pa Udin memenuhi ruangan dimana ketiganya sedang mengobrol
" ini putri bapa ada disebuah gedung tua " ucap Udin ngelantur
Bersambung