
" tenang saja aku akan bertanggung jawab jika nanti kamu sampai hamil " ucap fattan meyakinkan sambil bangun dari tubuh Linda memakai kembali celana yang sudah terlepas begitupun Linda langsung mengenakan celananya kembali
sambil meringis menahan sakit Linda duduk di akar pohon memakai kembali pakaiannya yang terbuka hanya bawahnya
" kita kembali sekarang ke penginapan mungkin yang lain sudah pada tidur" ucap fattan melihat jam dipergelangan tangannya menunjukan pukul 01:30 mengulurkan tangan mengandeng Linda yang tengah duduk diakar pohon besar di dalam taman
dibalas dengan anggukan
Linda menyambut uluran tangan fattan bergandengan tangan berjalan menuju villa
" Ouch Sssss." linda menyatukan kedua giginya menahan rasa
" fattan jangan cepat- cepat jalanya berasa sakit seperti ada sesuatu yang mengganjal dibawah " ucap Linda pelan
melihat Linda berjalan sambil meringis kesakitan fattan ada rasa tak tega ingin mengendong tubuh Linda melihat tubuh Linda yang kalah besar dengan tubuhnya seketika fattan mengurungkan niatnya
" kalau aku gendong dia busyet berat badannya gemuk begitu apa aku kuat" batin fattan
" iya,,,,,jalan saja perlahan aku temani kamu tidak usah terburu - buru," ucap fattan sambil terus mengandeng tangan Linda
berjalan beriringan melewati gelapnya taman yang disinari rembulan melewati jalan setapak dengan berjalan perlahan tangan kanan mengandeng fattan sementara tangan kiri memegang pinggangnya sambil memejamkan mata menahan kesakitan perjalanan yang seharusnya 10 menit menjadi 1 jam sepanjang jalan Linda merintih
perlahan namun pasti sampai akhirnya keduanya sampai di penginapan
" kamu duduk dulu biar aku coba cek mudah mudahan tidak dikunci"
Linda menjatuhkan bokongnya perlahan diduk di kursi yang ada di teras villa sementara fattan menghampiri pintu mencoba peruntungan apakah pintu sudah dikunci atau masih bisa dibuka
meraih gagang pintu memutar selop pintu
"CEKLEK"
" Alhamdulilah tidak dikunci 'gumam fattan
" Lin,,,,,Linda ayo masuk pintunya tidak dikunci kita bisa langsung istirahat " ucap fattan sambil menghampiri Linda
" kamu masih bisa kan berjalan menuju kamar kamu " fattan mengandeng mengajak Linda masuk kedalam villa
Linda mengangguk kepalanya tanpa berkata sepatah kata langsung masuk kamar di dalam kamar dilihat keempat temanya wanita sudah terlelap tidur Linda berjalan menunju kamar mandi membersihkan tubuh sisa - sisa percintaannya yang singkat sewaktu di taman tadi dikamar mandi Linda kembali membayangkan kejadian di taman bagaimana dia begitu mudah menyerahkan mahkotanya pada seorang lelaki yang baru dikenalnya tiga bulan lamanya begitu mudah dirayu sambil berganti pakaian bayangan - bayangan sewaktu ditaman terus ada dipikirannya berputar dipelupuk matanya
hakekatnya linda yang baru pertama kali mengenal cinta tak pernah menyesali kebodohannya yang dengan mudah menyerahkan begitu saja kesuciannya tak pernah sedikitpun terbesit dipikiran sebab akibat perbuatanya mungkin akan menyebabkan hamil karena ini baru pertama kalinya Linda merasakan apa yang disebut cinta dan pertama kalinya pula merasakan yang disebut cinta monyet
badannya memang besar orang melihatnya akan menganggap usia Linda itu sudah matang dan dewasa tapi kalau dilihat dari segi umur usianya baru saja lulus kelas sembilan itu saja cuma pertengahan sekolah ketika hendak kelulusan Lida susah dikeluarkan dari pihak sekolah ijazah SMP pun tidak di dapatkan
Bersambung