
" kerja di mana aku jemput kamu pulang kerja gimana"
"tapi aku". Linda tidak melanjutkan kata- katanya
" Astri gimana nih dia malah mau jemput aku"bisik Linda
" ya terserah kamu kan kamu yang jalanin"ucap Astri
" eeem kamu jangan jemput tunggu aku di cafe pukul 21:00" ucap Linda
" aku tunggu besok di cafe" Fathan langsung pergi meninggalkan Astri dan linda
" Astri gimana kasih solusi dong aku temuin nga besok"
" saran saya temuin saja besok,,? udah buruan jalan sudah larut malam hampir pukul 02:00"
"buju" Linda langsung tancap gas
*
*
*
*
alarm handphone berbunyi tepat di samping Linda sedikitpun Linda merasa tak terganggu dengan suara alarm yang begitu nyaring
rasa kantuknya begitu besar sampai alarm bunyi berkali kali tak terdengar sampai pada akhirnya linda bangun kesiangan pukul sembilan bak kebakaran jengot
buru - buru mandi dan berganti pakaian dandan ala kadarnya cuma pakai bedak mengeluarkan sepada motornya tancap gas berangkat menuju tempatnya kerja
di kios sudah ada bosnya tengah menyiapkan bahan bahan pembuat ciken
"Duh mudah mudahan nga kena semprot sama bos" sambil memarkirkan motor dan berjalan menghampiri kios tempatnya bekerja
" siang amat berangkatnya" ucap Ratih yang tengah mengaduk ayam di tepung chicken
" iya tan maaf aku bangun kesiangan
melihat pemilik ayam geprek yang sudah sibuk mengolah ayam
linda merasa tidak enak hati menaruh tas langsung menghampiri bosnya yang tengah menyiapkan bahan tuk menggoreng ciken
setelah semua rapi Linda menaruh ayam yang sudah digoreng di etalase
ayam yang hendak di jual sudah tersusun rapi pemilik ayam geprek meninggalkan kios tinggal Linda berjaga sendiri
" kamu jaga sampai benar - benar habis kalau belum habis tidak aku ijinkan kamu pulang awal nanti kalau yang di etalase habis kamu goreng Lagi'
" iya tan"
" aku tinggal dulu mau mengunjugi cabang yang ada di depan pasar
ingat Jagan pulang kalau belum habis"
" iya"
jualan kali ini tidak ramai pembeli biasanya kalau udah sore Linda sudah dua kali goreng ciken ini gorengan pertama masih belum habis
" alamat pulang malam ini gagal mau ketemuan" gumam Linda dengan wajah lesu Linda memandangi jalan
banyak sepeda motor lalu lalang tapi tak ada satupun yang mampir untuk membeli dagangan nya
"tumbenan sih sepi biasanya jam segini rame pada puasa apa orang orang" sambil menyemburkan udara meniup poninya
" semangat - semangat pasti habis "
pukul 20: 30 dagangan Linda tinggal tersisa tiga potong ayam sebelum pulang Linda membereskan alat dapur yang belum di cuci dengan cekatan Linda membersihkan semua alat - alat dapur setelah semuanya bersih sambil menunggu bosnya datang mengambil uang dan menutup kios Linda sedikit merias wajahnya biar tak terlihat kusut
hidungnya mengendus lipatan diketiak memastikan apakah tubuhnya masih wangi atau bau gorengan ayam
" sedikit bau gorengan tapi nga papa lah kalau saya pulang duluan nga keburu ketemuan " menyemprot minyak wangi ke badannya
" tumbenan hari ini wangi dan cantik" ucap Tante Ratih
" hehe Tante bisa aja"
" tapi bener kamu kalau dandan terlihat cantik walau body kamu gemuk tapi ada kelebihan ya muka kamu manis" ucap Tante Ratih memuji
" makasih Tante atas pujiannya"
" nih gaji kamu besok datang jangan telat lagi"