Fat Girls

Fat Girls
Episode 22


rombongan yang terdiri dari sepuluh orang masing - masing membawa pasangan sampai dikediaman pukul 21:30 mereka disambut oleh penjaga villa


lelah seharian melakukan melakukan perjalanan mereka langsung beristirahat


.


" ada waktu 3 jam lagi menuju malam tahun baru kalian istirahat saja dulu sebentar baru kita lanjut membuat api " ucap Rio pemilik villa


" bahan yang mau dipakai buat api sudah disiapkan belum" ucap Hendra


" kamu tenang saja semua sudah disiapkan oleh mang oding kalian para wanita kalau mau istirahat masuk ke kamar yang ada di depan masih ada waktu beberapa jam lagi" ucap Rio


Linda dan beberapa wanita yang lain langsung bergegas menuju kamar yang sudah ditunjuk oleh Rio


setelah melepas lelah beberapa menit kelima wanita berhambur keluar kamar menuju teras membatu para lelaki yang sedang membuat api untuk membuat barbeque


"fattan biar aku saja yang mengerjakannya" mengambil pisau yang tengah dipegang Fattan dan duduk berhadapan


fattan yang pekerjaannya digantikan Linda langsung bangun menghampiri Rio,hendra.ipan ,galih yang tengah membakar barbeque


walaupun hubungan keduanya baru berjalan delapan bulan tetapi gaya pacaran Linda dan fattan sudah seperti remaja yang berpacaran sudah bertahun tahun


" fattan kenapa kita harus jauh dari villa kita bisa duduk berdua didekat kolam ikan"


" cuma hari ini kesempatanku bisa berduaan lama dengan kamu sebelumnya kita berpacaran cuma duduk ,minum, dan mengobrol


aku ingin malam ini menjadi malam terindah kita berdua"


" iya tapi disini gelap aku takut ada binatang melata"


" kamu tenang saja taman ini terpelihara tidak akan ada binatang melata atau merayap" fattan langsung menyandarkan tubuhku di akar pohon


Linda dan fattan duduk diantara sela akar pohon yang besar orang tidak akan menyangka kalau di balik pohon besar tersebut ada sepasang kekasih


fattan duduk bersandar diakar sementara Linda Duduk disebelah Fattan bersandar si bahu fattan tangan Fattan melingkar dipundak Linda diterangi cahaya bulan yang remang remang dan lampu temaram dari kejauhan Fattan memandangi wajah Linda dari jarak yang begitu dekat linda yang menyadari Fattan sedang memperhatikan dirinya berbalik memandang fattan jarak keduanya berjarak lima inci debaran jantung Linda bak roller coaster naik turun bergemuruh fattan mengeratkan rangkulannya dipegang dagu linda bibir fattan meraih bibir linda di kecup nya sekilas bibir Linda yang mungil debaran jantung Linda semakin bergemuruh untuk pertama kalinya Linda merasakan ciuman pertama


antara senang dan bahagia akhirya bisa merasakan sebuah ciuman ketika fattan hendak mengangkat wajahnya dan menjauh linda menahan tengkuknya kepala fattan menahannya linda mencium balik bibir fattan ciuman keduanya berlanjut lama saling menukar Slavina awalnya Linda kewalahan menghadapi lama kelamaan linda ketagihan dan kecanduan