
keluarga Agil sudah putus asa mencari keberadaan putrinya setelah peristiwa pengerebekan malam hari Agil merasa malu pasalnya Agil meras bersalah dan tak enak hati pada para petugas keamanan yang sudah membatunya
"sudah yah tidak usah difikirkan terlalu mendalam memang itu kesalahan kita seharusnya memang kita selidiki dulu jangan gegabah"
" iya Bu ayah menyesal coba kemaren Ayah dengerin kata anak kita mungkin Ayah nga akan malu seperti begini"
"diminum bang kopinya keburu dingin kopinya" Noviyanti menyodorkan secangkir kopi dan sepiring pisang goreng
" anak kita bagaimana ya yah nasibnya makan apa tidak itu bocah biasanya dirumah kalau makan Linda selalu yang habisin sisa abangnya juga kalau tidak habis selalu dia yang makan udah seperti tong sampah makanya badannya jadi bengkak seperti itu"
" iya ya Bu yah jadi keinget si bontot biasanya kalau Ayah lagi jaga si bontot selalu datang minta uang sekarang sudah tidak ada lagi yang minta uang coba kemaren Ayah kasih uang mungkin anak kita masih disini bareng sama kita" ucap Agil matanya menerawang membayangkan putrinya
" iya yah ibu juga nyesel kemaren kenapa waktu dia minta uang ibu nga bagi mungkin tu bocah masih ada susah hampir sebulan tak ada kabar beritanya"
" Ayah bingung pakai cara apalagi biar putri kita bisa ketemu Ayah sudah tidak percaya lagi Bu sama dulu trauma Ayah sudah terlanjur malu "
" ayah kenapa tidak datang lagi kekantor polisi menanyakan perkembangan anak kita Sudah ada kabar belum yah "
" iya nanti Bu kalau ayah ada waktu
Ayah berangkat dulu "
Hampir sebulan Linda meninggalkan rumah Agil dan Noviyanti udah berusaha mencari keberadaan Linda segala cara sudah ditempuh tapi belum menemukan belum ada perkembangan bahkan dari kepolisian juga belum ada kabar beritanya
" putri mu belum ada kabar juga " ucap Agus rekan kerjanya
" belum Gus saya sudah putus asa cari dimana lagi segala cara sudah saya tempuh"
" dukun atau orang pintar sudah "
" maksudnya gimana"
" lagi itu saya ke pa udin kata pa udin anak saya di sekap disebuah gudang malam itu juga saya langsung melakukan pengrebekan teryata pas sampai ditempat itu ternyata gudang kosong"
" ko bisa begitu"
" berita yang disampaikan pa Udin dusta buang- buang uang saya di buat malu"
" tetangga saya ada nih kamu mau anak kamu pulang hari ini bisa langsung pulang "
" tidak Gus saya sudah tidak percaya lagi hal begituan"
" Gil kalau seandainya malam ini putri kamu benar-benar bisa pulang kamu berani bayar berapa "
" lima juta kontan saya berani bayar kalau memang benar putriku bisa pulang"
"bener kamu berani bayar segitu tidak bohongan"
"ya buktikan dulu benar tidak orang tersebut bisa buat putriku pulang saya bayar kontan" ucap Agil
" oke nanti malam pukul 01:00 wib anak kamu pulang kamu siapkan uang lima juta sebagai mahar " ucap Agus meyakinkan
" bukti dulu saya tidak mau kejadian yang pa udin katakan terjadi lagi masalah uang gampang yang penting putriku bisa pulang "
" oke nanti malam tunguin dirumah kalau begitu saya mau pulang dulu saya kabarin orang yang mau jemput putri kamu ingat janji kamu jangan lupa"
Bersambung