
Andia terkejut sesaat.Ia sempat melihat ada bayangan seseorang dari balik pintu.Ia yakin sekali kalau orang itu dari tadi memperhatikannya.Namun saat dia balik memperhatikan,sosok itu tiba-tiba menghilang di balik pintu.
Dengan dipenuhi rasa penasaran,Dia mendekati pintu itu.Diraihnya pelan gagang pintu itu dan ia mendorong pintu itu dengan hati-hati.
Kosong..pikir Andia.Tapi itu nampak seperti sebuah kamar yang berpenghuni.Dia membuka lebih lebar pintu itu.
Betapa terkejutnya dia melihat ada seseorang duduk memeluk kakinya, menyembunyikan wajahnya dilututnya.
"Dia.."
Dia terkejut setengah mati.Disaat ia begitu serius memperhatikan sosok itu,suara Nirwan mengagetkannya.
"Apa yang kamu lakukan disini Dia?"
Suara Nirwan lagi
"Aku.."Dia hendak menjawab
"Abang.."Sosok yang mencuri perhatian Dia tadi yang ternyata seorang gadis seumuran dengan Dia tiba-tiba bangkit dan berlari bersembunyi di balik punggung Nirwan.
"Dia..?"pelan suara Dia dan matanya menatap Nirwan menanti sebuah jawaban
Terlihat Nirwan menarik nafas pelan.
Dan kemudian meraih gadis itu lalu memeluknya.Perlahan dielusnya kepala gadis dalam pelukannya itu .
"Dia adikku.. Kania.."
Lembut suara Nirwan sambil mengecup pucuk kepala gadis itu.
Tampak Dia menarik nafas dalam.Dia berusaha tersenyum.
Pikirannya sedikit kembali ke hari kemarin.Ia ingat yang sempat disampaikan P Hasto,bahwa Nirwan memiliki seorang kakak perempuan dan juga adik perempuan.Dia juga sempat mendengar cerita tentang adik Nirwan itu.
Nirwan memperhatikan Dia.Menunggu apa yang akan disampaikan gadis pujaannya itu.
"Hai ! Jadi namamu Kania ?" Tanya Dia dengan nada bersahabat.Tersenyum ramah menyapa Kania.
Nirwan tersenyum lega melihatnya.
Gadis tersebut tak merespon pertanyaan Dia. Dia masih menyembunyikan wajahnya di dada Nirwan. Nirwan kembali mengelus kepala kania dengan sayang.
"Kak Dia berbicara denganmu.." bisik Nirwan lembut di telinga Kania.
Gadis itu hanya menggeleng.
"Baiklah.. jika kau tak ingin berkenalan denganku. Dan jika aku membuatmu tak nyaman sebaiknya aku pulang ya.." Kata dia kemudian.
Dia menatap Nirwan
"aku pulang"katanya kemudian
Dia segera keluar dari kamar Kania.
Dikecupnya kembali pucuk kepala Kania dan ditinggalkannya gadis itu di kamarnya.
"Tunggu sebentar, Aku antar"kata Nirwan cepat
"Aku pulang sendiri saja.."sahut Dia
Nirwan tak perduli sahutan Dia, dia segera bergegas.
Diperjalanan, hanya ada kebisuan diantara mereka.Dia hanya menatap ke arah depan, dan entah apa yang dipikirkannya.
Nirwan sesekali menoleh kearahnya. Mencoba membaca apa yang ada dipikiran gadis disampingnya itu.
"Dia.."panggil Nirwan pelan
Yang dipanggil hanya menoleh tanpa menyahut panggilan Nirwan.Tidak ada ekspresi apapun dari raut mukanya,datar.
"Melamunkan apa?" tanya Nirwan
"Tidak ada.." jawabnya pendek
"Jangan diam saja.. katakanlah sesuatu.."
kata Nirwan lagi.
Yang diajak bicara tidak merespon.
"Kita jalan-jalan dulu ya..sudah lama aku tidak bertemu denganmu.Aku ingin lebih lama bersamamu.." Kata Nirwan sambil sesekali menoleh ke arah Dia dan kembali fokus menatap jalan didepannya.
"Aku ingin pulang."jawab Dia singkat
"Kenapa?" tanya Niwan
"Aku tidak ingin kemana-mana. Aku ingin pulang." Jawab Dia lagi
Nirwan mengurangi kecepatan mobilnya.
Dan berhenti saat menemukan tempat yang rindang dan aman.
Nirwan menatap Dia dengan seksama. Dan perlahan ia mencoba meraih jemari tangan Dia.
"Kamu baik-baik saja Dia ? Apakah ada yang mengganggu fikiranmu?" Tanya Nirwan
Dia diam saja.Tak ada jawaban apapun.
Nirwan masih setia menunggu
"Antarkan aku pulang"
Kembali hanya itu lagi yang keluar dari bibir Dia.