Andia

Andia
episode 16


"Dia..! bengong aja .. kesambet tau rasa lho !"


suara Dini mengagetkan Andia


"Dini ! kamu ngagetin aja !" Andia mengambil Hpnya yang terjatuh karena keusilan Dini


Dini terkekeh melihat Andia.


"Ngapain sih pake acara ngelamun segala..?"


"Ngalamunin Mas Nirwan yaa? " goda Dini lagi


"Eh eh tunggu.. btw.. sdh berapa hari ini aku kok ga lihat si cogan itu ya.. kalian ga lagi marahan kan ?" selidik Neni


"Eh iya.. Neni betul. Kok lama ga kelihatan ya.. Atau bosen kali dianggurin terus sama kamu ya?" Dini menimpali


"Aduh !" Dini berteriak


"Sakit Dia !" Dini meringis mengusap lengannya yang dicubit Andia


"mangkanya.. kalo ngomong jangan asal bunyi.. seenaknya aja bilang" sungut Andia.


" Kok jadi marah gitu sih.. kan bener yang aku bilang.. Dia ..Dia.. elo itu sebenarnya cinta ga sich sama mas nirwan ?" Tanya Dini lagi


"Aku kan sudah pernah bilang, Aku ga tau.. Dan.. jangan pernah tanya tentang itu..ok ?"


Andia melotot


"Huh ! dasar ! mulai dech tuh muncul galaknya .." gerutu Dini


Riska dan Neni tertawa melihat keributan kecil dari dua sahabat mereka itu.


Persahabatan yang terjalin sejak mereka pertama kali masuk ke Universitas itu.


Riska dan Neni bukan bukan Warga asli kota ini, mereka pendatang.Mereka kos di tempat yang sama. Tempat kos mereka tak begitu jauh dari kampus.Sehingga cukup menghemat ongkos bagi anak rantau macam mereka.


Lain halnya dengan Andia dan Dini. Dini lahir dan dibesarkan di kota ini.


Andia.. seorang gadis dari keluarga sederhana.


Dia anak kedua dari tiga bersaudara.


Ayahnya dulu seorang karyawan di sebuah perusahaan. Namun karena faktor usia, sekarang sudah mulai tidak beraktifitas lagi. Andia gadis yang cerdas. Ia selalu menjadi kesayangan guru-guru di Sekolah -Sekolah sebelumnya. Dia yang aktif diberbagai kegiatan di sekolahnya membuat ia juga banyak dikenal teman-temannya.


Dia juga menjadi salah satu siswa yang berprestasi di sekolahnya.


Hingga untuk bisa masuk ke Universitas yang sekarang menjadi tempatnya meraih mimpi inipun, dia tak kesulitan karena masuk melalui jalur prestasi.


Dan itu jugalah yang menjadi alasan Nirwan ingin mendekati Andia.


Nirwan merupakan salah satu pelanggan setia Resto di mana dulu Ibu siti pernah bekerja.


Nirwan yang tak asing dengan kehidupan diluar biasa berbaur dengan siapa saja.


Nirwan tak segan mengobrol dengan para pegawai diresto milik sahabatnya tersebut.


Nirwan begitu tertarik saat Bu Siti menceritakan tentang anaknya yang bernama Andia.Nirwan begitu antusias. Nirwan jatuh hati begitu melihat senyum manis milik Andia yang tersimpan di Hp bu Siti.


Dan Nirwan makin jatuh hati dengan seringnya Bu Siti bercerita tentang segala hal tentang Andia.


Nirwan senang dengan kepribadian yang dimiliki Andia. Andia yang manis. Andia yang aktif. Pintar dan mandiri. Dan Andia yang Nirwan yakin akan bisa mengerti dan menerima segala tentang dirinya.


Bahkan Nirwan sudah jatuh cinta sebelum bertemu dengan sosok yang sering ia dengarkan ceritanya.


Dan kini setelah Nirwan mengenal secara langsung sosok Andia, ia menjadi makin tergila-gila .


Dan Andia, perlahan ia luluh dengan perhatian Nirwan.


Andia pun luluh dengan kedewasaan Nirwan. Usia mereka yang terpaut 9 tahun membuat Nirwan begitu sabar menghadapi Andia.


Dan perlahan Andia pun mulai membuka hatinya untuk Nirwan.