
Andia menatap dengan seksama Pria yang ada di depannya.Dia tampak berpikir, mengingat-ingat dimana pernah bertemu pria tersbut
"Nona Andia.." Sapa pria itu, begitu melihat Andia keluar dari balik pintu.
"Maaf, apakah saya mengenal anda?"
Tanya Andia pendek, dan duduk berseberangan dengan pria itu.
"Saya Hasto.. waktu itu kita pernah bertemu di depan kantor tempat Nirwan bekerja... Dan.."
Pria yang menyebut dirinya Hasto itu mencoba memperkenalkan diri.
"Ooh.. iya.. saya ingat.. waktu itu anda menyebut saya sebagai perempuan yang hanya akan menghancurkan masa depan Nirwan.. Dan anda bilang.."
Dia memotong kata-kata perkenalan dari Hasto.
Kalimat yang keluar dari bibir tipis itu begitu dingin.
Tak terlihat sama sekali raut keramahan dari wajah manisnya itu.
#flash back
Nirwan mencari Dia. Pandangannya beredar di sekitar area parkir yang luas itu. Dia tampak gelisah.
Dan di sudut tempat yang lain terlihat Dia ada bersama dengan dua orang yang terlihat tak bersahabat.
"Tolong menyingkirlah.Dan Biarkan aku pergi dari sini."Dia tampak begitu kawatir, sambil sesekali menoleh ke kanan dan kekiri mencoba mencari seseorang yang bisa ia temukan.
"Ha ha ha ! boleh saja ..tapi setelah kita bersenang-senang cantik.."
Jawab salah satu diantara mereka sambil mengulurkan tangannya mencoba meraih tubuh Dia.
"Tidak !"Dia berteriak
Dia mundur ke belakang dengan spontan hingga dia terjatuh ke tanah parkir tersebut.
"Apa kau baik-baik saja?"Seseorang meraih tubuh Dia, dan berusaha menenangkannya.
Dia menatap orang tersebut.
"a..aku .. aku baik-baik saja " jawab Dia dengan sedikit terbata.
Nirwan.. ya laki-laki itulah yang datang untuk Dia.Nirwan membuang nafasnya dengan kasar. Wajahnya, begitu dingin, keras, seakan-akan.. aah..
"Katakan sekali lagi.. apa kau baik-saja ?"
Tanya Nirwan meyakinkan Dia, diraihnya kedua pipi Dia dan ditatapnya dengan tajam gadis yang ada didepannya.
"..aku.. mereka menggangguku.." jawab Dia kemudian.
Dan ia berjalan mendekati kedua laki-laki berotot itu.
"Siapa kamu? berani mengusik kesenangan kami? "tanya salah seorang diantara mereka.
"Bug ! "terdengar jawaban dari Nirwan.
Tapi tidak dari mulutnya, melainkan dari tangannya,berganti-ganti.Hingga perkelahian pun tak terelakkan.Dua lawan satu. Nirwan termasuk jago dalam berkelahi.
Hingga pihak keamanan datang melerai mereka.
"Bibirmu berdarah.. nanti mampirlah dulu ke rumahku, aku akan obati lukamu.." Disentuhnya bibir Nirwan dengan hati-hati.Ia tampak menghawatirkan Nirwan.
"Tidak usah, trimakasih.. aku bisa obati sendiri nanti..Nanti aku mampir ke kantor sebentar ya.." Jawab Nirwan lembut, diraihnya jemari tangan Dia yang ada di ujung bibirnya dan dikecupnya dengan lembut .
Usai menyelesaikan keperluannya di kantor, Nirwan kembali ke mobil yang sudah ada Dia didalam menunggunya.
"Nirwan!"seru seseorang
Nirwan urung menjalankan mobilnya.
"Ada apa bang? saya buru-buru ini." jawab Nirwan pendek.
Pria tadi tampak menatap lekat ke gadis yang ada disamping Nirwan, Dia.
"Jadi ini..Gara-gara perempuan ini kau jadi seperti ini, kerjamu tak beres. Dan kau lihat ini. wajahmu babak belur seperti itu.Kau bergaul dengan perempuan macam apa hah!"
#flash back off
"Maafkan saya nona.. sepertinya saya yang salah menilai anda.. Maafkan saya.."
Pria paruh baya itu mencoba menyampaikan permintaan maafnya dengan wajah yang memperlihatkan penyesalannya.
"Ada keperluan apa anda kesini?"
Andia mencoba meredakan emosinya yang tadi sempat terpancing.
"Saya ingin meminta tolong kepadamu nona.. ini tentang Nirwan.."ucap Hasto
"Anda ingin saya menjauhi Nirwan ?
Oh tenang saja Pak, tanpa anda minta pun saya pasti akan menjauhinya.
"Tidak nona. bukan itu.Karena itulah saya datang kesini menemui nona.Tolonglah Nirwan"
sahut Hasto lagi.
"Menolong Nirwan ? apa anda tahu Pak, saya bahkan tak tahu Nirwan itu siapa, apa pekerjaannya, dimana rumahnya, bagaimana keluarga.. apapun tentang Nirwan, saya tidak tahu.Dia seakan tak pernah ingin membicarakan tentang dirinya ataupun tentang kehidupannya."Jelas Dia .