Andia

Andia
episode 10


"Teman-teman ! lihat itu ! sepertinya aku kenal mobil itu." Suara Dini mengagetkan teman-temannya.Dia menunjuk ke arah yang dimaksud menggunakan dagunya.


Serentak yang lainpun menoleh kearah yang dimaksud Dini


Tampak sebuah mobil warna hitam yang begitu gagah dan yang akan membuat pemiliknya pasti terlihat lebih macho ketika keluar dari mobil tersebut.


Mereka saling melempar senyum dan menatap ke arah Dia.


"ehem.. yang sekarang sudah sering ada yang jemput."goda Riska


"Gimana nich? jadi ga ? kita kan mau cuz..


kalau Dia bareng doi.. personil kurang satu dong..kan jadi ga seru" sungut Neni


Dia, yang dari tadi menjadi bahan pembicaraan teman-temannya tak menjawab sedikitpun.


Hingga saat mereka makin dekat ke pintu gerbang, seorang laki-laki gagah berkaca mata hitam keluar dari dalam mobil.


"Wah gantengnya.. keren banget.." Dini sedikit menahan volume suaranya.Meski ekspresi terpesona melihat cogan didepannya tak bisa disembunyikan.


"Sst Dini.. malu-maluin.. Orangnya dengar nanti"Neni tampak menyikut Dini


Nirwan sudah menunggu dengan senyum khasnya.


"Hai semua !"sapa Nirwan sopan


"Hai Mas Nirwan"sahut Neni


"Kalian mau kemana nich ? seperti mau hang out .."tanya Nirwan sambil melihat wajah para gadis satu persatu.


"Iya nich mas.. kita lagi mau ngemall.." jawab Neni lagi.


"Kalau gitu ayo aku antar " Nirwan menawarkan diri.


"Dia.. jawab dong.. masa gue terus yang jawab." Kata Neni pelan sambil menyenggol Dia.


Nirwan tersenyum kearah Dia.


"ga usah.. trimakasih. Kami jalan sendiri saja." jawab Dia kemudian


"Yaaach.. "suara Dini terdengar seperti menyesalkan jawaban dari Dia


Nirwan tersenyum lagi


"Sudah. ayo aku antar.. kalian bersenang-senanglah.Aku hanya akan antar sampai tempat tujuan.Aku juga masih harus balik ke kantor lagi."Kata Nirwan kemudian.


Ia tak menunggu waktu lebih lama lagi untuk berbasa basi. Dibukakannya pintu depan dan ia menatap Andia.


"Ayo " ajak Nirwan lembut


"Kami ga dibukain nich mas !" seru Rista


"Siap nona.. "Nirwan terseyum dan membukakan pintu untuk teman-teman Dia juga.


"Ah mas Nirwan so swett banget..


kata Neni dengan wajah sok imutnya.


Nirwan mengantarkan Dia dan teman-temanya.


Sesuai kesepakatan, Nirwan hanya mengantar.


Sesampainya ditempat tujuan , mereka turun.


"Dia.."panggil Nirwan sesaat.


Dia urung keluar dari mobil.Tanpa suara ia menoleh kearah Nirwan.


"Aku tak ingin mengganggu acara kalian.


Sampai rumah berilah aku kabar." kata Nirwan lembut


Dia hanya menatap wajah Nirwan.


Dan Nirwan pun hanya tersenyum,seperti biasanya.


"Ok.Selamat bersenang-senang"


kata Nirwan kemudian sambil menepuk pipi Andia lembut.


"Dia.. kamu kenapa sih masih terlihat kaku saja di depan mas Nirwan..Atau jangan-jangan kamu hanya pura-pura didepan kami sajaaa.. Sedang saat kalian sedang berdua, ehem ehem.."


Dini mulai usil menggoda Dia .


"Ih apaan sich Din" elak Dia


"Sebenarnya hubungan kalian itu gimana sich .. Kalau aku lihat nich, mas Nirwan itu kan swett banget Dia.. apa kamu tidak menyukainya..? tanya Riska


Dia tak menjawab.


"Kurang apa sih mas Nirwan itu.. ganteng iya..


mapan iya.. baik iya.. perhatian iya.. kamu mau mencari yang seperti apa lagi Dia..?


Keduluan orang tau rasa lo"


Neni menimpali


"Kenapa sih jadi membahas dia. Bukannya kita mau happy-happy.. " Dia mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ga ada salahnya kan kita bahas mas Nirwan.


Kita sih cuma ga pingin kamu sampai menyesal.


Diembat orang baru tau rasa kamu"


sahut Riska