
"lelahnya.. " keluh Andia..
Ia berusaha melemaskan otot-otot tubuhnya.
Andia mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi sidang untuk. Kuliahnya tak lama lagi selesai. Banyak hal yang ia siapkan demi keinginannya untuk bisa lulus dengan nilai yang terbaik.
Dilihatnya jam di dinding kamarnya.
Sudah hampir jam 12 malam.
Andia mencoba istirahat. Dibaringkannya tubuh lelahnya .
Kring..Kring..kring..kring..
Suara hp Andia berbunyi mengusik tidur gadis itu. Andia tak menghiraukannya. Dimatikannya panggilan itu.Namun tak menunggu waktu lama hp tersebut kembali berbunyi.
"Siapa sihh.. "Andia kembali meraih hpnya dan dilihatnya sesaat.Kania !
"Ya Kania.."jawab Andia cepat
"kak.. abang kak.."Terdengar suara panik Kania dari sebrang sana.
"Abang kenapa kania ? "tanya Andia mulai ikut panik
"tolong abang kak ..?"Suara kania lagi
"ini abang di mana kania ? kania dimana ?"
"Kania di rumah kak.. abang juga ada di rumah"
"Iya.. iya.. kakak akan coba kesana sekarang"
andia menutup sambungan telfonya.
"Huh masih jam 2 dini hari. Naik apa aku kesana" andia mulai kebingungan
Ia beranjak keluar dari kamarnya menuju ke kamar orang tuanya.
"Bu..Pak.." diketuk-ketuknya pintu kamar kedua orang tuanya. Belum ada sahutan.
Ia mencobanya lagi.
"Dia.."muncul bu Siti dari balik pintu
"Ada apa nak pagi-pagi sekali kamu membangunkan ibu sama bapakmu ?" tanya bu siti dengan heran
"Bu.. baru saja Kania telfon..Dia tidak tau ada apa.. tapi sepertinya kania begitu mengkawatirkan abangnya.. Apa boleh Dia kesana ?" ijin Dia pada kedua orang tuanya dengan wajah galaunya
"terus kamu mau kesana dengan siapa ? ini masih jam 2 pagi lho.. jangan sembrono Dia.."
Pa Yadi, bapaknya andia yang menjawab
"Aku juga bingung Pak.. apa boleh Dia naik taxi online ..? "ijin Dia lagi
"Kamu yakin nduk ?" Pak Yadi kembali memastikan
" Dia coba dulu ya pak..
barangkali ada yang nyantol jam segini ?"
Dengan gelisah Andia menunggu.
Beberapa saat kemudian, pesanan andia pun mendapat respon.
"bapak.. ibu.. Dia sudah dapat mobilnya.
Dia siap-siap dulu nggih.." pamit Dia.
"Kirimkan nomer mobil yang menjemputmu nduk.. Dan segera beri kabar setelah sampai.." pesan Pak Yadi kemudian
***
"Bi.. ada apa ini ?" Tanya andia cepat begitu bibi membukakan pintu samping rumah Nirwan.
"Tuan Non.." Jawab bibi pendek
"Dimana Tuan ?" Tanya Dia lagi sambil berjalan bergegas menuju ke dalam
"Tuan ada Dikamarnya non.."bibi
"Kania.."panggil Andia pada Kania yang duduk disamping tempat tidur nirwan
"kakak "Kania segera bangkit dan memeluk Andia
"Abang kenapa ?"tanya Dia pelan sambil berusaha menenangkan Kania
Kania hanya menggeleng pelan sambil menoleh ke arah Nirwan
Andia mendekat ke arah Nirwan.
Sesaat setelah ada didekat Nirwan, andia menghela nafasnya.
"Kamu belum berubah.." lirih suara Andia
"Kakak.. "Kania meraih lengan Andia
"Apa yang terjadi sebenarnya kania ?"Andia
"Kania tidak tahu kak.. bibik yang lebih tau.."
Jawab Kania pelan
"Kania. bantu kakak membawa abang ke kamar mandi.."Andia
Kedua gadis itu memapah Nirwan ke kamar mandi.
"Sudah.. istirahatlah sana kania.. Kakak yang akan megurus abangmu" Suara Andia datar
Kania tidak beranjak.Ia menatap dalam wajah Andia.Yang ditatap menoleh sesaat.
"Kak.. Kakak marah ?"tanya Kania pelan
Andia menarik nafas dalam.
Kemudian dia menoleh kearah kania dan tersenyum.
"Kakak tidak apa-apa Kania. Kembalilah ke kamarmu.Kakak bisa mengurus abang sendiri"