
"Masih tertutup kah hatimu untukku Andia.
Belum bisakah aku membuatmu membalas cintaku. Apakah kau tak percaya dengan kesungguhanku..?" Nirwan bertanya pelan
"Apakah kau masih butuh jawaban cinta dariku abang?.. bukankah katamu, kau tak perdulikan itu semua asalkan aku tetap disisimu"
selidik Andia
"Apa kau tau apa yang aku rasakan selama ini ?.. Kamu tiba-tiba datang di hidupku. Mengusik hari-hariku.Tanpa sanggup aku menolak kehadiranmu. Padahal aku sama sekali tak mengenalmu.Tak tau tentangmu.
Bahkan yang lebih membuatku marah.. keadaan membuatku harus dekat denganmu. Laki-laki yang memiliki kehidupan keras. Laki-laki yang selalu tersenyum padahal dihatinya penuh luka.
Laki-laki yang akrab dengan dunia malam..."
Suara Andia terdengar mulai bergetar menahan emosinya.
'Maafkan aku Andia. Aku seperti memaksakan perasaanku.Aku tak memberikanmu pilihan.
Menurutmu mungkin kita belum lama saling kenal.. Tapi tidak untukku Andia.
Aku sudah cukup mengenalmu.. "
Nirwan tak melanjutkan kalimatnya
Sesaat kemudian terlihat Nirwan tersenyum.
"Aku sudah sering mendengar cerita tentangmu. Bahkan aku sering mampir ke tempat bu Siti dengan sengaja hanya untuk mendengar tentangmu. Aku sudah jatuh cinta denganmu bahkan sebelum aku benar-benar belum bertemu denganmu.. Aku selalu rindu mendengar cerita tentangmu.."
Nirwan tersenyum lagi.
Dibelainya rambut Dia
"Gadis yang manis.. pintar.. tegas.. kadang galak.. tapi juga ngambegan.." Nirwan terdengar Tertawa kecil diujung kalimatnya
"Berhenti mengolok-olokku.." sungut Andia sambil menepis tangan Nirwan .
Nirwan tertawa melihat wajah Andia
Diraihnya Andia ke dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu Andia..Dan akan selalu mencintaimu.."bisik Nirwan.
"Berjanjilah padaku.. tinggalkan kehidupan kelammu.. Berjanjilah abang.. Aku mengkhawatirkanmu.. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu.. Aku tak ingin kehilanganmu.. Hingga aku takut untuk mencintaimu.. Kumohon berjanjilah untukku abang.." Terdengar isak pelan suara Andia didada Nirwan.
Nirwan tak mampu berkata-kata lagi.
Dia hangat memeluk tubuh Andia sambil sesekali mengecup pucuk kepala Andia.
"Jangan menangis .. maafkan aku sudah membuatmu khawatir.."bisik Nirwan lembut
"Nanti terlambat ke kampus.." Nirwan mengingatkan
"Aku sedang tidak ingin ke kampus" jawa Dia pelan. Dia masuk lebih dalam ke dada Nirwan
Terdengar derai tawa Nirwan
"Kau menertawakanku?.." Andia hendak melepaskan pelukan Nirwan
"Tidak tidak.. biarkan seperti ini.. maafkan aku.. aku menyayangimu gadis kecilku" Nirwan tak ijinkan Andia lepas dari pelukannya.
"Benar tidak akan ke kampus hari ini?" Nirwan bertanya lagi
"Bajuku kusut abang.. bahkan lihat.. bedakku pasti juga sudah habis menempel di bajumu.." jawab Andia dengan nada merajuk
"Kau masih cantik.. Tidak ada yang aneh. Bahkan warna lipstikmu masih utuh.
"Berhenti menggodaku.. Kau hanya mau ambil kesempatan saja" Andia menyingkir dari pelukan Nirwan
Nirwan tertawa.
Dan mulai menyalakan mesin mobilnya
"Rapikan dirimu. Aku antar kau ke kampus"
Nirwan mengacak sayang rambut Andia.
Sepanjang perjalanan mereka terdiam. Andia tampak menatap lurus ke depan namun terlihat pikirannya tidak ada disana.Entah apa yang sedang dipikirkannya.
Nirwan sesekali melirik Andia, namun tak ingin mengusik lamunan gadis yang ada disampingnya itu.
"Sudah sampai sayangku.. "Suara Nirwan membuyarkan lamunan Andia.
Andia hanya menghela nafas. Lalu perlahan melepas sabuk pengamannya.
"Dia.."cegah Nirwan saat Andia akan membuka pintu.
"Aku tak bisa menjemputmu nanti. Pesawatku berangkat sebelum jam kuliahmu berakhir. " kata Nirwan
Andia hanya mengangguk.
Lalu mencoba tersenyum.
Nirwan mengulurkan sebuah amplop berwarna coklat ke tangan Andia.
"Gunakan untuk kebutuhanmu selama aku tak ada.. " pesan Nirwan
"Tidak perlu seperti ini abang.." tolak Andia
"Aku tak ingin kau menolaknya.. aku menyayangimu Andia.."Nirwan mengecup kening Andia
Andia menatap Nirwan sesaat. Dan kemudian..
"Abang.." Hanya itu yang diucapkannya. Dia memeluk Nirwan dan menyusupkan wajahnya didada Nirwan
Nirwan membalas pelukan Andia
"Trimakasih.."ucap Nirwan
"Baik-baik disana.. Jangan kecewakan aku.. Cepat selesaikan pekerjaanmu.."
pesan Andia.
"Iya.. " jawab Nirwan lembut.
"Aku sudah terlambat. Aku turun ya.. "Pamit Dia
Nirwan melepaskan pelukannya.
Ditatapnya sesaat wajah Andia dan dikecupnya pipi gadis itu.
"Jaga diri.. Kalau kau ada waktu tolong temani Kania. Sesekali menginaplah, Nanti aku akan ijin ke Bu Siti." Pesan Nirwan lagi
Andia hanya mengangguk lalu turun dari mobil Nirwan.
"Assalamu 'alaikum abang.. hati-hati.."
"Wa 'alaikum salam.. "Jawab Nirwan disertai anggukan kecil dan senyum lembutnya.