Andia

Andia
episode 21


"Huh ! selesai juga akhirnya" dengus Nirwan.


Ia buru-buru memasuki bergegas meninggalkan tempat pertemuan tadi.


"Nirwan ! aku ikut .." Sinta berusaha mengejar Nirwan


Nirwan yang buru-buru menoleh ke arah Sinta


"Maaf Sinta.. aku sedang buru-buru. Kau naiklah taxi.. aku duluan" Nirwan segera masuk ke dalam mobil dan mengendarainya.


Selang tak lama ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Ia mencoba menghubungi Andia.


Tersambung, tapi tidak mendapat respon dari Andia.


"ayolah Andia.. jangan membuatku kawatir.."


Nirwan masih mencoba menghubungi andia.


Namun hasilnya masih sama.Tidak ada respon dari Andia.


Nirwan menyandarkan kepalanya , dipejamkan matanya sesaat.Ia tengah berpikir.


Kemudian dia kembali melakukan panggilan .


"..bik.. Apa Andia ada dirumah ?"


Nirwan mencoba bertanya pada bibik asisten rumah tangganya.


"Tidak tuan.. Nona tidak ada disini.."


"baiklah.. kalau andia ada, tolong hubungi saya. Saya akan menjemputnya ke kampus" bohong Nirwan menutupi cerita yang sebenarnya.


Nirwan tampak kembali berfikir.


"..iya bu.. apa Andia sudah pulang?.


saya akan menjemputnya.. kawatir nanti ternyata dia sudah pulang.."


"Belum mas nirwan.."jawab Bu Siti yang kini sudah tidak memanggil Nirwan dengan sebutan Pak lagi.


"Apakah hp Andia tidak bisa dihubungi mas Nirwan ?"


"iya bu.. Andia tidak bisa saya hubungi..


baiklah saya langsung kekampus saja bu.


Tolong kalau andia sudah dirumah , saya dihubungi ya bu"


Nirwan berusaha bersikap biasa ketika menghubungi bu siti ibunya andia.


"kemana kamu Dia.. kamu membuat ku kawatir"


Nirwan mengeluh.Ia mengusap kasar wajahnya.


Nirwan sibuk dengan hp yang ada ditangannya


"ahh ketemu"ia tampak sedikit lega


Nirwan kembali melakukan sebuah panggilan


".. hallo.. Dini ?.. Nirwan .. hp Andia tidak bisa aku hubungi, apa kalian masih di kampus?"


Nirwan menghubungi nomer dini teman andia.


"..baiklah.. aku tunggu informasi nya ya..aku sudah di jalan ini, tinggal meluncur saja.. ok tq din"Nirwan menutup telfonnya.


Dengan cemas Nirwan menunggu kabar dari Dini.Satu menit, dua menit, Nirwan mulai gelisah. Ia bergantian menatap hp dan jam ditangannya.


"..sayang.." nirwan terlihat senang sekali


panggilannya terjawab.


"kamu dimana sayang ?.. aku kesana ya.."


"tidak usah.. aku sedang tak ingin bertemu denganmu.."jawab andia ketus


"jangan seperti itu Dia.. aku mengkhawatirkanmu"keluh Nirwan


"tak perlu kawatirkan aku.. aku baik-baik saja"


andia menutup sambungan telfon begitu saja.


Nirwan nyaris menyerah


Tiba-tiba hp Nirwan berbunyi.Nirwan segera menerima panggilan itu.


"Ya Din.. ah baiklah.. aku segera kesana.. tq Dini..


pasti kapan-kapan aku traktir kamu dan teman-teman Dia.. Ok"


Tak berlama-lama Nirwan segera kembali melajukan mobilnya..


Dua puluh menit kemudian dia berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar.


Sesaat Nirwan mengamati rumah tersebut dan kemudian segera turun dari mobilnya.


Nirwan sedikit ragu, namun sesaat kemudian muncul seorang gadis yang cukup dikenalnya.


Nirwan pun tersenyum lega.


Gadis itu mendekat.


"Mas Nirwan.. tadi Dini telfon.. mas nirwan mencari Dia..?"


"iya Riska.. apa Dia ada..?"


"ada mas.. Dia didalam bersama Neni.. apa kalian..?"Riska nampak ragu meneruskan kalimatnya..


Nirwan hanya tersenyum.


"sebentar ya mas, saya panggilkan Dia.."


Riska masuk kedalam kamar kos yang ditempatinya bersama Neni.


Tak lama kemudian keluarlah yang Nirwan cari-cari dari tadi.


Andia, dengan wajah datarnya Dia keluar menemui Nirwan.Tak ada sepatah katapun terucap dari bibir andia.


Nirwan tersenyum lega.


"Dia.." diraihnya tangan Andia


Tapi segera ditepis oleh Andia


"Kita pulang ya..kita ngobrol di rumah saja" kata Nirwan pelan


"Aku masih ingin disini" jawab Dia dingin


Nirwan menghela nafas,namun kemudian..


"Riska.."dipanggilnya Riska


Yang dipanggil segera mendekat


"boleh minta tolong ambilkan tas Andia" pinta Nirwan sopan.