Your Charm Makes Me Fall In Love

Your Charm Makes Me Fall In Love
9


" fer, saya keluar ada banyak kerjaan"


Ferdinand mengangguk , Radit bergegas keluar tak mau menganggu bos nya , Ferdinand menghampiri ainsley


" hai..., apa aku menggangu mu" tanya ainsley


" tidak , eummmh...kamu ke sini sendiri"


" Iyah"


" kenapa kamu ga hubungi aku, aku bisa... jemput kamu "


" aku ga mau nyusahin kamu"


" kamu...apa kamu ?" Ferdinand menahan pertanyaan nya ia sudah menduga tujuan gadis ini sampai datang ke Indonesia , ainsley menghela nafas mengeluarkan kertas dalam tas , ia memberikan nya pada Ferdinand.


Ferdinand mendekati gadis itu agar lebih dekat , tangannya memegang perut ainsley dengan mata nya menatap ainsley , tangan ainsley menggenggam tangan Ferdinand yg masih di perut ainsley


" aku hamil"


" mulai sekarang kamu tinggal di apartemen ku " ainsley mengangguk


" apa kamu sudah makan "


" sudah tadi di hotel"


Ferdinand melihat jam tangan


" ada banyak pekerjaan yg harus aku selesaikan kamu istirahat lah dulu"


Ferdinand beranjak mengambil sebuah remote di pencet ke arah lemari yg ada buku nya, rak buku itu berputar seperti pintu ternyata di balik lemari itu sebuah kamar tidur bahkan seperti kamar hotel yg mewah


Ferdinand mempersiapkan ainsley masuk , ainsley terkesan dengan ruangan ini, ia pun masuk


" kamu istirahat lah di sini , kalo ada sesuatu kamu tekan tombol yg ada di sana , maaf aku tak bisa menemanimu"


" iya aku mengerti lagian aku butuh istirahat "


Ferdinand terdiam sesaat , ini seperti mimpi ia tidak menyangka gadis ini ada di hadapannya , bahkan ia kan melihatnya tiap hari , eronis nya ia tidak tau siapa dia, nama pun tidak tau nyata nya sekarang dia mengandung anak ku , aku kan jadi seorang ayah . Ferdinand sedikit tersenyum .


hendphone yg ada di saku berbunyi pasti ini panggilan dari Radit sedang kan ainsley mengamati ruangan tersebut


" aku tinggal yah " ainsley mengangguk


Ferdinand beranjak pergi ia harus menghadiri rapat dewan direksi


ainsley menaruh tasnya di sofa ia tidur ran di kasur dan kembali menghubungi Kori


" ainsley gimana"


" aku di suruh tinggal di apartemen nya"


" oh, syukur lah , apa dia kan menikahi mu"


" aku belum tau , aku dan dia belum banyak bicara"


" aku masih di kantor di ruangan kerjanya, saat ini aku ada di tempat rahasia nya"


" maksud mu"


" eummmh, aku ada di kamar rahasia nya"


" kamu dan dia.....?"


" hus, jangan berpikir macam macam lagian dia saat ini lagi sibuk "


" oh, syukur lah aku bahagia dia mau menerima mu , kamu di sana jaga baik baik jangan terlalu percaya sama orang yah, di sana kamu sendirian "


" iya bawel , aku kan jaga diriku sendiri , sudah yah aku mau istirahat "


" ok, kabari aku terus yah "


" Iyah "


" sampai jumpa"


Rapat pun selesai hampir memakan waktu, sebenernya nya banyak pekerjaan yg harus di urus , entah mengapa Ferdinand mengabaikan pekerjaan nya , ia langsung ke kamar pribadi nya tanpak gadis itu tidur dengan terlelap , Ferdinand tersenyum , ia pun ingin sekali membaringkan tubuh nya , Ferdinand naik ke atas kasur .


tak lama ainsley bangun, mendapati ada Ferdinand tidur di samping nya , ia menatap wajah Ferdinand di saat tidur , wajah yg terlihat lelah begitu nyaman dalam tidur , ia terlihat tampan meski dalam ke adaan tidur , replex tangan nya ingin menyentuh wajah nya belum juga menyentuh nya Ferdinand terbangun ,Ferdinand melihat gadis yg ada di samping nya tersenyum pada nya



" kau sudah bangun " tanya Ferdinand ia bangkit dari tidurnya


" kau mau makan" tanya nya lagi


" nanti bareng kamu"


Ferdinand bangkit dari tidur nya dan merapihkan kan baju nya


" ayo kita makan bareng, setelah itu kita ke apartemen ku " ainsley mengangguk, ainsley tiba tiba sadar


" tunggu baju ku masih di hotel"


" biar nanti asisten ku yg kan ambilkan"


Ferdinand dan ainsley keluar ruangan , karna ainsley mengekor dirinya , Ferdinand pun menggandeng tangan ainsley , banyak mata Melihat sang bos , baru kali ini mereka melihat atasan dekat dengan seorang wanita .


didepan kantor sudah ada mobil tuk mereka tumpangi .


Ferdinand mengajak ainsley makan di sebuah restoran tak banyak bicara di antara mereka .


setelah selesai Ferdinand membawa ainsley ke apartemen nya .


ainsley tajub dengan ke adaan Ferdinand dari kantor nya , sekarang apartemen nya



sungguh dia bukan orang biasa , pasilitas nya begitu mewah