Your Charm Makes Me Fall In Love

Your Charm Makes Me Fall In Love
05


 


Ainsley mengangguk seperti anak kecil di beri peringatan karna berbuat salah dan mengerti tak akan mengulangi kesalahannya, Ainsley tersenyum.


senyum yg manis puji batin Ferdinand ,ia pun membalas senyuman nya


astaga cowok ini tersenyum ahhhh membuat jantungku tak berdetak normal tanpa aba aba Ainsley mendekatkan dirinya dan CHUPPP


 bibir nya mencium bibir Ferdinand, ia kaget yg di lakukan cewek ini, ini hal yg baru ia lakukan dengan seorang cewek asing tak ia kenal sama sekali bahkan ia tak pernah ciuman dengan cewek mana pun , itu artinya ini pertama kali bibirnya menyentuh bibir seorang cewek dan ia tak mengerti dengan isyarat tubuhnya ia menikmati dan membalas ciuman Ainsley mereka saling berciuman lembut,saling menikmati masing masing


seketika mereka sadar menyudahi ciuman itu , mereka berdua gugup tak seharusnya mereka lakukan


" eumm, maaf ! itu hadiah dariku karna kamu super Hero ku"


Ferdinand hanya diam dibalas dengan senyum man yg membuat kegugupan Ainsley bertambah


" mungkin setelah ini kita kan berpisah ga akan bertemu lagi dan aku ga bisa mentraktir mu makan tuk ucapin terima kasih , oh yah selagi kita di sini gimana kalo kita minum bersama"


" sebaiknya kau tidur dan istirahat, gadis seperti mu jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman berakhohol tak baik tuk kesehatan"


" sekali ini saja plisss, ku mohon cuman 2 gelas ga banyak ini sebagai ucapin terima kasih" dengan raut wajah memelas


" tadi kamu sudah lakukan itu sudah cukup bagi ku"


" ini beda , aku ingin merayakan nya karna kamu aku seperti menemukan jalanku"


" ok, kalo itu ke inginkan mu"


dengan sumringah Ainsley mengambil satu botol 2 gelas sementara Ferdinand duduk manis mengamati merasa sedikit senang lihat gadis itu ceria


gadis bule cantik yg polos ,hahhh masih ada gadis seperti itu di sini dengan profesi dia sebagai model, mudah saja ia bergaul bebas dengan wajah nya yg ia miliki , begitu cantik , dengan pesona nya begitu mudah menjerat para lelaki


pria itu sangat bodoh melantarkan nya


Ainsley menghampiri Ferdinand duduk sebelah Ferdinand , menuangkan wine menyodorkan nya , Ferdinand menerima


sambil bercerita ngobrol, di sini Ainsley lah yg paling bawel, entah mengapa Ferdinand ingin menyentuh pipinya selagi Ainsley berbicara tiba tiba tangan Ferdinand menyentuh pipinya , Ainsley terdiam seketika sentuhan itu menjalar ke bibir kali ini Ferdinand berinisiatif menyentuh bibir Ainsley


Ainsley tau apa yg di lakukan Ferdinand malah menyambut nya, mereka berciuman dengan lembut dan ada rasa yg aneh dalam diri mereka masing-masing ciuman itu mampuh membaringkan Ainsley, ada rasa nafsu dalam diri mereka ciuman ini semakin liar, bahkan ciuman Ferdinand menjalar ke leher, Ainsley tidak menampik bahkan ini rasa nya berbeda menggairahkan, Ferdinand menghentikn


aksi nya ini tidak benar ia menatap Ainsley " apa kamu tau aku siapah" tanya nya ia tau ini dalam pengaruh akhohol, posisi mereka masih terbaring dengan Ferdinand di atas tubuh Ainsley


" tau , aku tidak mabuk masih Sadar kau pria asing yg tampan, apa kamu tau aku siapah"


" kau wanita yg sangat ceroboh" Ainsley cemberut , tangan nya melingkari leher Ferdinand


Ferdinand pun tersenyum,mereka saling menatap saling mengagumi kembali berciuman , ciuman kali ini semakin bergairah kn di sela sela ciuman tangan Ferdinand......,gundulan kenyal yg masih di selimuti kimono membuat Ainsley merengkuh mempererat ciuman itu tidak puas Ferdinand menyalip kan tangan nya masuk ke dalam kimono


tampak jelas terasa karna Ainsley tak mengunakan Daleman, bibir nya kembali turun ke leher dengan gerakan tangan mempermainkan gunung kembar Ainsley tidak tahan dengan sentuhan Ferdinand hingga mengeluarkan suara nikmat , tangan satu nya Ferdinand membuka tali kimono Ainsley hingga ia mudah menjelajahi bermain dengan mulutnya di sekitar dua gundulan Ainsley, sampai Ahir nya mereka melakukan hubungan suami istri


Ferdinand menggeliat membuka matanya karna cahaya matahari menerobos jendela kaca yg luas di sela-sela tiray yg tertutup sebagian, pertama ia lihat gadis bule yg masih tidur terlelap wajah nya begitu imut seperti anak kecil, Ferdinand Sadar apa yg di lakukan tadi malam bersama gadis ini bukan cuman sekali ia melakukan tapi berkali kali dalam semalam akibat nya ia bangun kesiangan


Ferdinand meraih ponsel nya melihat jam sudah menunjukan pukul 9 lebih


ia bangun dengan hati hati agar ia tak membangunkan gadis yg ada di samping nya, ia langsung menuju kamar mandi tak berselang lama ia keluar dengan handuk di lilit di pinggang memperlihat kan bagian atas tubuh yg sexy dan sispex , ia kembali meraih ponsel nya membelakangi ranjang banyak panggilan dari Radit , ia mencoba menghubungi lagi namun tak di jawab beralih ke sekretaris Radit Mery


" mer, kamu dimana?"


" di depan hotel Ritz"


" bagus, cepat bawa kan baju nya"


" baik , bentar lagi ke sana"