
ainsley membalas pelukannya, entah mengapa ia merasa nyaman dalam dekapan Ferdinand
Ferdinand melonggarkan pelukan nya menatap ainsley , tangan ainsley bergerak memegang pipi Ferdinand, jantung ainsley berdetak kencang rasa rindu setiap kali ia mengingat tentang pria yg ada di hadapannya , aroma tubuh nya yg melekat dalam benak nya sama hal nya dengan Ferdinand ia merasa aneh sejak pulang dari Prancis pikiran dan matanya tak lepas mengingat cewek yg ada di hadapannya mungkin karena telah terjadi sesuatu di antara mereka, sama sama saling mengingat
Ferdinand membalas tangan ainsley menurunkan dari pipinya dan ia mencium bibir ainsley , di balas oleh ainsley mereka saling memangut getaran hati masing-masing mengundang nafsu di antara mereka, turun menjalar ke leher ainsley , hingga cekalan tangan Ainsley memper'erat kemeja Ferdinand dan mengeluarkan suara desahan ,ketika sebelah tangan Ferdinand mempermainkan buah dada nya
" berhenti "
" sebut namaku aku kan berhenti"
" eumhhh, Ferdinand"
" panggil aku dinand"
" tolong hentikan dinand "
Ferdinand sengaja tak menggubris asik dengan permainan nya
ainsley mengontrol dirinya mendorong tubuh Ferdinand, Ferdinand tak marah apa yg di lakukan ainsley
" maaf , aku......belum siap " ainsley memberikan senyum sedikit
" kenapa"? tanya Ferdinand sebenar nya ia tak masalah hanya ingin menggoda ainsley
" kamu belum mandi , sebaik nya kamu mandi biar kamu merasa nyaman"
" ok" dengan sikap biasa sedikit aga dingin Ferdinand beralih ke leptop tuk me of kan kerjaan nya ia beranjak dari sofa ke lantai atas sementara ainsley masih duduk menetralisir kan perasaan nya yg masih bergetar ia merasa gugup ia pun mengambil air minum tuk menenangkan hati nya ia teringat sahabat nya Korizia , Ahir nya ia menghubungi sahabat nya
" iya ainsley "
" Kori apa yg harus aku lakukan "
" ada apa Ainsley apa kamu sudah di apartemen nya"? tanpak Kori menghawatirkan nya
" Iyah , dan seperti nya aku kan tinggal selama nya di sini"
" apa magsud mu ainsley"?
" dia....kan menikahi ku "
" apa!, apa itu benar "?
" Iyah"
" trus bagaimana dengan mu"?
" entahlah"
" karirmu di sini bagaimana apa kamu kan melepaskan nya "?
" aku ga tau Kori ,"
" tak bisa kah kamu menolak"
" penolakan ku ga akan di terima , dia tetap kan menikahiku "
" menurutku dia lelaki yg baik dan bertanggung jawab kenapa dia mau menikahimu mungkin dia merasa bersalah atas dirimu, jalani aja kehidupan mu dengan dia mungkin dia adalah kebahagian mu "
" terima kasih Kori , aku merindukan mu dan menyayangi mu"
" aku juga ainsley "
" ok ainsley kamu baik baik saja yah"
" iya Kori"
" see you"
ainsley sadar changer hendphone nya ada di tas sedangkan tas nya ada di kamar lantai atas, ia pun ke atas
pas masuk kebetulan Ferdinand selesai mandi dengan handuk melilit tubuh nya
ainsley merasa malu melihat tubuh Ferdinand , Ferdinand tak peduli ia berjalan biasa menuju ruangan ganti melewati ainsley , Ainsley memalingkan muka nya tak mau melihat Ferdinand telanjang berganti baju , Ferdinand ngelirik ainsley dari kaca sambil tersenyum , ia pun selesai berganti baju menghampiri ainsley
" apa kamu mau istirahat "
" Iyah nanti aku mau ngisi hendphone ku "
dengan sikap dingin, Ferdinand naik ke tempat tidur dan di susul oleh ainsley
ainsley merasa canggung dengan sikap Ferdinand yg mendadak berubah ia merasa bersalah
ko dia seperti itu , apa dia marah karena aku..... menolak nya ?
ainsley beranjak naik ke kasur mereka pun tidur bersama seperti biasa
esok menjelang pagi Ferdinand sudah rapih tuk berangkat ke kantor ia melirik jam tangannya sudah menujukan jam tujuh kan tetapi ainsley masih tidur ia pun berangkat kerja tanpa pamit tak mau ia menganggu ainsley tidur
sesampai kantor Ferdinand meminta Radit dan Mery menemui nya, mereka pun masuk keruangan nya
" mer sementara ini kamu ga usah kerja dulu di kantor"Mery terkejut ia bengong dengan ucapan sang atasan ,astaga apa aku berbuat salah? perasaan... kerjaan ku baik baik saja ia pun melihat pa Radit
" kenapa fer" ? tanya Radit
" ga usah tegang gitu aku tidak memecat nya "
" trus kenapa kau memberhentikan dia kerja di kantor "
" saat ini kamu bisa hendel semuah nya tanpa Mery "
" iya tapi,"
" Mery, aku tugaskan tuk menemani Ainsley di apartemen ku sewaktu aku kerja , mery yg bisa aku andalkan tuk jaga dia "
" ya sudah sekarang kamu ke apartemen ku"
" baik pa , permisi" Mery pun berlalu
" Fer....apa dia wanita spesial mu " tanya Radit penasaran dari kemarin
" Iyah"
Radit heran dengan bos nya, sejak kapan ...Ferdinand punya pacar selama ini slalu sama sama
Ferdinand tau apa yg di fikirka Radit
" ga usah di pikiran kan sana kerja"
" rebes bos"