
kini keluarga Adi Pati Bagas kara Ngumpul semuah di ruangan keluarga dan dah sepakat kan mengadakan pernikahan semuah acara kan di hendel oleh sang bunda ia ingin turun tangan
" bunda aku harus pulang bsok pgi kan ada rapat penting di kantor"
" kenapa ga nginap saja dinad "
" ya nnti kalo aku dan ainsley sudah menikah"
" apa ainsley tinggal di apartemen mu"
" iya bunda"
" lebih baik dia tinggal di rumah ini dulu sementara"
Ferdinand melirik ainsley
" tidak bisa, seblm nikah ia harus belajar jadi seorang istri lagian di apartemen ada sekertaris nya Radit
" ya sudah , apa kalian kan pulang sekarang?"
" Iyah,! "
mereka pun pulang ke apartemen nya.
persiapan pernikahan sudah direncanakan tinggal tunggu hari H nya
keluarga wisma Hutomo kaget mendengar rencana pernikahan Ferdinand sedangkan anak nya Delia masih di Amerika dia kan pulang beberapa hari lagi, Delia belum tau soal pernikahan Ferdinand , ia tak terima dengan keluarga Adi pati Bagas kara , menikah kan anak nya dengan orang lain sangat jelas bahwa Delia dan Ferdinand punya hubungan khusus bahkan rencana nya keluarga wisma Hutomo sepulang putri nya kan membicarakan hubungan lebih jelas ke arah pernikahan namun kali ini sungguh sangat kecewa karna harapan ia dan anak nya pupus , begitu jelas terlihat anak nya begitu menyukai Ferdinand apalagi ia berharap bisa menjadi keluarga pembisnis yg handal se-Asia bisnis yg ia punya kan berkembang pesat jika di gabungkan dengan bisnis keluarga Adi Pati Bagas kara .
wisma Hutomo mendatangi keluarga Adi Pati Bagas kara meluapkan kekecewaan nya.
Di apartemen
Ferdinand baru pulang dari kantor, langsung melepaskan jas yg ia kenakan melihat Ainsley tidak ada di ruangan langsung ke kamar pribadi nya terdapat Ainsley bersandar di kasur yg lagi asyik membaca buku bahasa Indonesia ia ingin sekali bisa berbicara dan beradaptasi dengan lingkungan saking seriusnya ia tak menghiraukan Ferdinand pulang kerja tampak Ainsley mengunakan baju tidur yg tipis membuat jiwa lelaki Ferdinand tergoda ia melonggarkan dasinya melepaskan beberapa kancing , mendekati Ainsley , sadar ada yg merangkak ke arah nya ia menatap Ferdinand yg sudah melingkari tubuh Ainsley kalo sudah begini jantung Ainsley berdetak tak karuan apalagi di tatap oleh Ferdinand dengan tatapan memangsa tanpa ragu lagi Ferdinand menyambar bibir Ainsley ******* nya di balas oleh Ainsley membuat ciuman Ferdinand semakin rakus mengundang nafsu ia ingin menguasai bibir Ainsley mencekal tangan Ainsley,puas dengan bibir Ainsley, ia beralih ke leher ,Ainsley sudah tak tahan ia mengeluarkan suara nikmat reaksi yg ia buat membuat ia tak puas tangan Ferdinand menelusup ke bawah mempermainkan gundulan kembar meremas melintir, tangan satu lagi menurunkan tali lengan langsung melahap gundulan kembar , Ainsley di buat frustasi suara nikmat gairah makin menggema oleh permainan Ferdinand hingga mengacak ngacak kepala Ferdinand ketika ia bangkit tuk melepaskan kemeja nya hendpone nya berdering ia tak peduli kembali menjamah bibir Ainsley deringan itu tak henti terpaksa ia mengangkat itu tlpn dari ayah nya.
" iya yah?"
" kamu kerumah"
pasti ini ada hal penting kalo ayah nya menyuruh kerumah nya tak banyak tanya ia mematikan handphone nya ia berganti kemeja penasaran dengan tingkah Ferdinand
" kamu mau kemana"? tanya Ainsley
" aku tinggal dulu, kamu tidur lah jangan menunggu ku pulang"
Ferdinand meninggalkan Ainsley begitu saja
Di rumah Adi Pati Bagas kara Ferdinand di hakimi oleh ayah nya
" memang nya ada apa ayah"
" barusan pa Hadi datang kesini ia kecewa atas pernikahan mu"
" maksud ayah"
" apa kamu memiliki hubungan spesial dengan anak nya Delia "
" tidak ayah aku...cuman sekedar teman dekat saja "
" kalo ga punya hubungan trus kenapa pa Hadi sampai datang kesini "?
" ayah... jangan hiraukan perkataan orang lain sebentar lagi aku kan menikah dengan wanita pilihanku aku ga mau di rusak sama hal yg ga ada hubungan dengan ku"
" apa yg kau ucapkan benar"?
" Iyah ayah, "
" mana bunda ayah" Ferdinand hawatir dengan ibunya
" ada di atas lagi istirahat "
" aku kan lihat bunda"
Ferdinand ke kamar bundanya , terlihat sedang duduk di sofa sembari mengoles minyak kayu putih di pelipis kepala
" bunda...." bunda melirik
"dinad,!"
" apa bunda baik2 saja "
"Iyah ,"
Ferdinand mendekati bunda nya duduk di sebelah dan memegangi tangan bunda
" bunda percaya padaku, semuah ini sudah ku persiapkan , aku ga mau semuah kecewa padaku karna kesalahan paham man "
" mungkin ini godaan karna kamu kan meraih ke bahagian kan menjalani kehidupan yg baru "
" iya bunda , bunda Istirahat jangan banyak pikiran dinad ga mau nanti di hari bahagia dinad , bunda sakit ."
" iya bunda kan jaga kesehatan bunda"
" ya sudah dinad pulang ya Bun"
" iya ati2 di jalan, ya nak"