
ainsley terbangun ia mengeliat , melirik sebelah nya Ferdinan sudah ga ada di tempat nya ,ia pun bangun dari ranjang menuju kamar mandi, selesai cuci muka ia turun ke bawah kelihatan jelas apartemen ini kelihatan sepi , aku sendirian apa yg mesti aku lakukan di apartemen yg luas ini , aku seperti burung di kurung dalam sangkar emas
perut nya terasa lapar ia ke dapur mencari sesuatu yg bisa di jadikan sarapan , ia membukakan kulkas yg lumayan besar banyak sekali tersedia makanan tak apalah aku di kurung yg penting ada makanan tak membuat ku lapar
namun ia bingung harus membuat makanan apa, Ahir nya ia minum susu
terdengar suara yg masuk ainsley merasa takut,ia takut bukan hantu kan tetapi ia takutkan perampok , kepalanya celengak celinguk mewaspadai siapa yg datang
"hello...." suara Mery memanggil
suara wanita , ainsley mendekati nya
" ready(siapa)" ainsley menjawab dalam bahasa Inggris
Mery bengong melihat ainsley ini kah kekasih pak big bos cantik nya....
ainsley heran dengan wanita ini ko malah bengong Melihat dirinya
" hai,! ,apa kamu baik baik saja"
Mery tersadar
" yah, saya sekertaris pa Radit , pak Radit asisten pribadi nya tuan Ferdinand"
"yah,! "
" saya di tugas kan tuk menemani nona dan menjaga nona selama tuan Ferdinand kerja"
" benarkah"
" Iyah"
" siapah nama mu"
" saya Mery "
" ok, saya ainsley" ainsley mengulurkan tangannya sambil tersenyum
" apa yg ingin nona inginkan sekarang " tanya Mery
" saya ingin sarafan aku... tak mengerti masak apa"?
" baik saya kan buatkan , tapi... saya bisa masakan Indonesia"
" terserah kamu,!"
" baik saya kan buatkan "
" boleh saya bantu , aku ingin melihat memasak"
" boleh"
mereka memasak di dapur sambil ngobrol
" mery "
" iya nona?"
" panggil namaku saja"
" maaf saya ga bisa , " Mery mendudukkan kepalanya
" saya ingin belajar tentang disini dan ingin belajar bahasa Indonesia "
" baik saya kan mengajarkan nona "
" makasih Mery"
Mery begitu kagum pada wanita bule ini
aku saja bisa kagum apalagi pa Ferdinand , saya benar benar tak menyangka pak bos memiliki kekasih super cantik cewek-cewek di luar sana kan minder nih, ya Tuhan semalem aku mimpi apa pekerjaan ku jdi pengasuh bidadari seperti ini jdi menyenangkan tak perlu sibuk nguras otak semoga saja pekerjaan ku selama nya begini
hendphone Mery berdering ia harus mengangkat nya , ternyata pa bos nya telepon
" mer apa kamu di apartemen "
" sudah pak"
" baik pak"
" tolong jaga dia dan temani dia"
" iya pak, apa bapak mau bicara sama nona "?
" tidak, "
seharin ini ainsley ga akan kwatir sendiri karna Ferdinand begitu pengertian ia begitu bahagia
malam pun tiba Ferdinand pulang di sambut oleh ainsley , mery juga masih ada ia ga akan pulang kalo bos nya belum pulang, Mery pun pulang di antar supir Ferdinand
" apa hari ini menyenangkan"
" iya, makasih "
" untuk"
" semuanya nya"
Ferdinand tersenyum
sudah beberapa hari ainsley tinggal bersama Ferdinand , sekarang tiap ia pulang terdapat seseorang takkan sepi, meski satu rumah kadang kadang tak bertemu karna pekerjaan Ferdinand begitu menyibukan namun hari ini Ferdinand meminta Mery tuk menyampaikan kan ke ainsley ia kan pulang sore, ia kan membawa ainsley ke suatu tempat.
Di kediaman Adi Pati Bagas kar
mamah Annis dan ka parrisa saat ini sedang sibuk menyiapkan mkn malam karna Ferdinand kan pulang , mungkin Ferdinand kan membawa seseorang karna Ferdinand jarang sekali meminta di sediakan makanan spesial
sedangkan tuan besar Panji Adi Pati Bagas kara yg kini berperan jadi seorang kakek yg lagi mengasuh bermain sama cucu satu satunya , ia sudah pensiun dalam dunia bisnis dan segala nya menyerah kan pada Ferdinand
" bunda?" tanya ka parrisa
" Iyah"
" mungkin dinad kan membawa Delia"
" oh yah benarkah itu"
" ya seperti nya, waktu kemarin Delia telepon ya nanyain kabar kita sekeluarga , trus dia bilang kan pulang waktu dekat "
" ya bagus kalo benar, dia sekarang sudah dewasa, bunda merasa sampai saat ini masih menganggap anak cowok yg suka merengek kalo sesuatu tak di penuhi "
" iya yah bunda , kalo bunda ma ayah ga di turutin pasti lari ke aku dan aku suka ga tega kalo ga di turutin "
" Ahir -ahir ini dia jarang pulang , bunda begitu merindukan nya "
" mungkin dia begitu sibuk "
" bunda ingin dia segera menikah biar dia ada yg ngurusin dan temani dia"
" itu ga mungkin bunda "
" kenapa"
" Delia kan masih kuliah bun"
" buat apa seorang wanita begitu gigih belajar bisnis ,yah masih mending jadi seorang guru , sesama sibuk nantinya ga akan ada waktu tuk keluarga"
" ya apa boleh buat bun jaman sekarang wanita bisa memilih ke inginan nya jadi apa? ga seperti wanita jaman dulu hanya menuruti ke hendak orang tua"
" duh asik bener ngobrol nya " sapa tuan Panji
" ahhh, ayah" timpal nyonya Annis
meski sudah pada tua mereka masih seperti orang baru pacaran , cinta mereka begitu besar saling menghargai dan menyayangi , sikap Ferdinand seperti ayah nya suka bersikap dingin mendadak
" lagi ngomongin apa sih, jangan ngomongin orang terutama anak sendiri"
" ga kasihan nanti dinad kuping nya panas"
" yah mana sheno "
" dia tidur mungkin kecapean dari tadi Main terus"
sekeluarga lagi asik ngobrol tak sengaja shelia juga ikut mendengar saat ini ia sedang ada di kediaman Adi Pati Bagas kara, meski sudah berumah tangga ia kan sekali kali menemui ayah nya yg masih setia jadi supir Adi Pati Bagas kara