Your Charm Makes Me Fall In Love

Your Charm Makes Me Fall In Love
08


 


shelia pun menghindar dan kini ia sudah menikah dengan orang lain,


yg mampuh membuat Ferdinand sakit hati jadi Ferdinand bisa merasakan ke pedihan si cewe bule itu


setelah lulus kuliah Ferdinand menjalankan bisnis keluarga dia tak perlu lama kepintaran Ferdinand mampuh menjalankan dengan baik hingga perusahaan nya maju pesat


sedangkan Delia ingin melanjutkan studi di Amerika karna di London tanpa Ferdinand kan slalu mengingat tentang Louis


Ainsley sudah tiba di Indonesia , sendiri an .


sementara ini ia kan tinggal di hotel , ia kan menemui Ferdinand besok berhubung tubuh nya sudah terasa lelah


rencana nya ia kan menemui nya di kantor


esok pun tiba , ainsley dengan santai bangun dari tidurnya ia kan siap-siap menemui Ferdinand , satu jam selesai namun dalam perut sudah berdengdang minta tuk di isi , ia pun ke lobi hotel memesan makanan, hotel yg ia tempati hotel berbintang lima yg menyajikan makanan berbagai negara selagi makan handhone nya berbunyi


" hai, ainsley! aku kwatir padamu apa kau sudah tiba di Indonesia " tanya sahabat nya Kori


" yah aku sudah tiba kemarin malam , bentar lagi aku kan ke kantor nya"


" kau kan ke kantor nya?, kenapa ga ke rumahnya aja"


" ga, ah pasti jarang di rumah dia kan orang sibuk "


" ok, ainsley kalo ada apa apa di sana kamu hubungi aku yah?"


" itu pasti aku kan slalu menghubungi mu , di sini aku baik baik saja"


" jaga dirimu yah, aku menyayangi mu"


" aku juga Kori, kau sahabat yg terbaik"


setelah selesai makan ia memesan taksi , menyodorkan kartu alamat kantor , akhir nya sampai juga ia turun dari taksi, terpangpang depan gedung nama perusahaan Adi Pati bagas kara enterprise gedung kantor nya sangat tinggi, ia menarik nafas mana kala ke gugupan menyelimuti dirinya , ok Ainsley kau harus menemui nya menyemangati diri sendiri dalam hati ia masuk menemui repsionis , semua orang yg berlalu lalang di lobi kantor bengong sama hal nya dua penjaga repsionis mereka terpana melihat wanita bule cantik postur tubuh nya semampai ibaratkan seperti gitar spanyol


" permisi" sapa ainsley ke repsionis yg masih bengong ga fokus , ainsley melambaikan tangan nya, repsionis itu sadar


" iya Miss bisa saya bantu" dalam bahasa Inggris , repsionis di kantor Adi Pati bagas kara di harus pintar bahasa Inggris, karna sering ke datangan tamu dari luar negri


" saya ingin bertemu dengan Mrs Ferdinand Adi Pati bagas kara "


" maaf nama Miss"


" saya Ainsley dari Prancis "


" tunggu sebentar" repsionis itu menghubungi Mery sekretaris Radit


" pak, ada wanita bule dari Prancis yg ingin bertemu dengan pa Presdir "


Radit heran


" apa? wanita bule seingat ku akhir-akhir ini ga ada pertemuan dengan klien dari luar negri , aku coba tanyakan"


Radit bangkit dari duduk nya ke ruangan Ferdinand langsung masuk terlihat ia sedang menunduk mengerjakan tugas kantor


" fer , di bawah ada gadis bule dari Prancis mencari mu" Ferdinand terkejut langsung mengangkat kepalanya


" apa katamu" Radit menghela nafas


" wanita bule dari Prancis ingin bertemu dengan mu" deg perasaan dan filling tertuju pada gadis bule waktu hotel Ritz di Prancis


" ihhh, kenapa kamu diam saja, apa wanita itu teman kencan mu" Ferdinand mengerutkan dahi menatap Radit


" dit kamu bawa gadis itu ke sini"


Radit mengambil telepon kantor menghubungi repsionis


" bilang tunggu sebentar aku kan ke sana"


sesampai di bawah Radit langsung ke ruangan penunggu tamu sebelah repsionis


Radit terkesima melihat gadis bule cantik Dudu di sofa



oh my God , cantik nya ...siapa gerangan wanita itu bisa bisa nya ingin menemui sang bos, bos memang hebat bisa memikat sang bidadari


Radit menghampiri gadis itu


" maaf nona ingin bertemu dengan Mrs Ferdinand Adi pati Bagas kara " tanya nya dengan bahasa asing, ainsley mengangguk


" saya Radit asisten Mrs Ferdinand nona ikut saya"


ainsley mengikuti langkah Radit menuju lift khusus Presdir derectur , sesampai di atas ia masih mengikuti langkah lelaki di depan tibalah di ruangan luas sang atasan berminimalis berdinding kaca yg bisa di tutup buka secara otomatis yg di kontrol oleh remote sofa -sofa tertata rapih, di belakang meja kerja nya ada lemari panjang membatasi sisi ke sisi di tengah-tengah lemari tersusun rapih buku buku



Radit membukakan pintu , sedang kan Ferdinand berdiri membelakangi , memandang luar jendela kaca yg tinggi dengan ke dua tangan memasuki saku celana


" fer ! " Radit memanggil


Ferdinand menoleh ke arah Radit langsung melihat gadis di belakang Radit, benar ternyata dia, mereka saling memandang dalam diam , Radit mengerti situasi