Your Charm Makes Me Fall In Love

Your Charm Makes Me Fall In Love
06


Ketika Ferdinand berbicara di handphone nya, Ainsley terbangun mata nya celingak-celinguk langsung melihat sosok pria berdiri membelakangi , kemudian ia bangkit duduk terbangun tubuh nya di tutupi selimut



Ainsley terkesima melihat bentuk tubuh Ferdinand , ia sadar sama2 sadar dengan apa yg ia lakukan


Ferdinand membalikan badan terdapat Ainsley sudah bangun dengan mimik wajah cemberut


Ferdinand malah menampilkan senyum nyungging


" good morning,! kau sudah bangun"?


Ainsley mengangguk masih dengan wajah cemberut membuat Ferdinand sedikit merasa bersalah


" maaf semalem.......? "


" yah aku tau ,"


" kenapa kamu cemberut apa aku terlalu serakah "


Ainsley hanya diam , bingung dengan keadaan dirinya pikirannya memikirkan kenapa bisa memberikan pengalaman pertamanya pada pria asing bahkan nama pun tak tau , siapa dia pun


ga tau


Ainsley menatap pria yg ada di hadapannya , Ferdinand ternyata mengerti dengan tatapan nya


" ok, ini adalah hal yg pertama bagiku"


mendengar pria ini menyatakan yg pertama Ainsley terperanjat jadi aku wanita yg pertama ia tiduri , cowok seperti ini .....wajah tampan postur tubuh yg menggiurkan kaum hawa, penampilan nya cool dan berkarismatik mudah saja ia tiduri wanita manapun, apa bener? apa aku ga salah denger jadi kita sama -sama melakukan yg pertama kali


" aku akan bertanggung jawab"


Ainsley tersentuh dengan pria ini katakan. sedangkan ainsley masih diam membuat Ferdinand semakin bersalah


" kenapa kau diam aja apa kamu marah? menyesal "


jelas ainsley tak marah dan tak menyesal apa yg ia perbuat ia juga merasa aneh malah semalem ia juga menikmati


" aku diam cuman sedikit bingung, karna kita melakukan ini sama -sama pengalaman pertama bahkan aku ga tau siapa kamu , aku percaya kamu lelaki yg baik dan bertanggung jawab , aku ga akan mempermasalahkan hal ini , ini atas kemauan kita sendiri , aku kan meminta pertanggung jawaban mu kalo aku hamil"


" ok, kalo itu ke inginkan mu, aku...."


ketika Ferdinand mau menyebutkan nama nya suara ketukan pintu terdengar


ia menghampiri nya membukakan pintu sedikit memiringkan tubuhnya di balik pintu, ternyata Mery membawa baju tuk dirinya dan Ainsley , Mery pun terheran ketika pa Radit menyuruh mengantarkan baju tuk bos nya dan membelikan baju wanita Ternyata......


Mery malah bengong sembari menyodorkan baper bag dengan gesit Ferdinand mengambil langsung menutup pintu , Mery sedikit kaget


beruntung sekali wanita itu bisa tidur dengan bos Ferdinand , siapa yah jadi penasaran pasti cewek bule seingat ku pesta di sini ke banyak di hadiri para model a'ahhh pa Ferdinand ketampanan mu mampuh menyihir para wanita cantik di dunia...


suara deringan hendphone Mery membuyarkan lamunan nya ia bergegas pergi menemui pa Radit


Ferdinand menghampiri ainsley yg masih setia di tempat tidur


"sebaik nya kamu mandi, apa kamu ga ngerasa nyaman dengan tubuh mu yg lengket oleh keringat "


" aku ga punya baju ganti"


" udah aku belikan nih " Ferdinand menaruh di meja dekat tempat tidur


ainsley hendak turun dari ranjang namun tak mampuh bangkit di bagian area sensitif nya terasa perih ia sedikit meringis menahan sakit melihat ainsley seperti itu Ferdinand mendekati nya langsung membukakan selimut yg melilit tubuh ainsley tanpak jelas banyak tanda merah akibat ulah mulut nya , ainsley heran terperanjat Ferdinand mengangkat tubuh nya tuk mengendong menuju kamar mandi, ainsley merasa malu dirinya bertelanjang bulet dalam dekapan Ferdinand tangan nya melingkari di leher Ferdinand, kepala nya bersembunyi di dada bidang Ferdinand sedang kan Ferdinand hanya tersenyum simpul


Ferdinand menaruh ainsley di closed ia menyediakan air hangat di bath tub sudah siap , ia memangku kembali dan memasukan ainsley dalam bath tub


ainsley memejamkan mata nya merasa nyaman apalagi di bagian sensitif nya


"kamu mandilah, aku mau ganti baju"


" eummh"


" aku harus pergi banyak urusan di sini yg harus aku selesaikan , aku ga mau melepaskan tanggung jawab", ia pun mengeluarkan sebuah kartu nama


" kalo ada apa apa kamu bisa hubungi ku atau mencari ku , ini adalah kartu pribadi ku " Ferdinand menyodorkan.


ainsley hanya diam , ia pun menyimpan nya di meja, menatap sejenak dan cupp mencium kening ainsley tersenyum sesaat lalu pergi meninggalkan ainsley yg terpaku


ainsley mengambil melihat nya ternyata pria itu bernama Ferdinand Adipati Bagas kara orang Indonesia jabatan nya seorang presiden derectur pantes dari penampilan nya bukan orang biasa


sudah tiga Minggu ini, ainsley terlihat sibuk dengan profesi nya sebagai model banyak sekali job ia jalani .


ia pulang ke apartemen nya dengan ke adaan lelah entah mengapa ia merasa hampa ia berulang kali mengingat pria asing itu , ia tak bisa melupakan begitu saja , kata kata nya, penampilannya , aroma tubuh nya ingin sekali ia berdekatan dengan pria itu,


bisa di katakan ainsley sedang merindukan nya hanya sebuah kartu ia lihat


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya, ia menghampirinya


ternyata Kori dengan tangan membawa sekantong cemilan mungkin ia kan lama di sini langsung saja Kori masuk


" kau seperti nya baru pulang"


" iya Ahir Ahir ini jadwal ku padat"


" ku lihat kau tak bersemangat"


" mungkin aku terlalu cape"


" kau sudah makan"?


ainsley menggeleng


" ainsley-ainsley makan lah jangan kau membiarkan perutmu tak terisi , kamu pasti banyak minum wine itu tak baik jika terus terusan bisa merusak tubuh mu "


itulah Korizia sahabat ainsley satu profesi slalu bawel dan perhatian , Kori dan ainsley sudah menganggap mereka sodara karna nasib mereka sama



" aku sudah tak lagi minum "


" trus kamu kenapa tak makan, apa kamu masih memikirkan anston "? Kori sedikit geram apalagi Julie mempublikasikan hubungan mereka ke teman teman nya


" aku ga peduli sama hubungan mereka , kamu ga usah mikir macem macem"


" syukurlah "


tiba tiba ainsley meringis perut nya terasa sakit , ia memegangi perut semakin tambah sakit


" auww"


" kenapa kau ainsley"


" ga tau perut sakit kepalaku pusing"


Kori tanpak panik melihat ke adaan ainsley keringat dingin membanjiri kepalanya ia tanpak lemas hingga pingsan "


Kori membawa ainsley ke rumah sakit , ainsley pun di periksa Kori tanpak cemas menunggu di luar tak lama dokter pun keluar


" gimana dok ke adaan nya"?


" sekarang pasien belum sadar dari hasil pemeriksaan dia g papah mungkin terlalu lelah, tapi belum tentu benar karna karna ia dalam ke adaan pingsan kami kan cek ulang pemeriksaan takut nya ada sesuatu di dalam tubuh nya "


Kori mengangguk kan kepala langsung menemui ainsley yg terbaring lemas


" ainsley cepat lah sadar jangan membuat ku takut , apa sih yg kau pikirkan hingga membuat mu seperti ini"


sembari memegangi tangan ainsley