THE SECRET CRUSH

THE SECRET CRUSH
09


Setelah Ji Sung merampas cek bank itu, ibu dan ayah menghampiri Ji Eun.


"Kami kan sudah bilang, kami akan melakukan apapun. Kamu tidak berhutang kan?" tanya ibu Ji Eun.


"Tidak. Itu uang dari kerja sambilanku, ibu," jawab Ji Eun seadanya.


Kerja yang sangat memalukan...


"Terima kasih, putriku. Tetapi dibanding uang, ayah lebih ingin memiliki menantu. Seperti Huang Zitao ini~~" ujar ayah Ji Eun sembari merangkul pundak Huang Zitao di sebelahnya.


Kedua mata Huang Zitao pun menyipit sempurna karena tersenyum bahagia dan entah mereka berdua sedang membicarakan apa, sampai keduanya tertawa renyah.


"Ayah ngomong apa sih?! Huang Zitao punya pacar! Aku juga!" seru Ji Eun geram.


"APA?! PACAR?!" teriak keempat orang itu serentak dengan mimik wajah terkejut dan penasaran.


Keempat orang yang disana lantas terkejut mendengar pernyataan Ji Eun yang tiba-tiba. Bukan tanpa alasan, karena selama ini Ji Eun tidak memiliki teman pria dan dekat dengan pria selain dengan Huang Zitao.


Dan bukan tanpa alasan juga, bagi keluarga Ji Eun yang menganggap hubungan antara putrinya dan Huang Zitao lebih dari sekedar teman karena mereka berdua sudah sangat akrab dan dekat satu-sama lain di keluarga masing-masing.


Bagi keluarga Ji Eun, itu mungkin hanya karena waktu untuk melihat Huang Zitao dan Lee Ji Eun bersama sebagai pasangan kekasih dan pada akhirnya menikah.


"Kenapa reaksi kalian seperti itu sih?! Kalian tidak percaya ada pria yang bisa jatuh cinta padaku?!" pekik Ji Eun sangat kesal.


"Akhirnya putriku... Hiks!" ucap ayah Ji Eun yang terharu hingga menangis bahagia.


Ayah dan ibunya pun memeluk Ji Eun dengan tangis bahagia yang sedikit berbumbu drama, karena merasa bangga dengan putri sulungnya itu.


"Aku pergi mengantar pesanan dulu," ucap Ji Sung dengan nada suara jengah, ia sama sekali tidak merasa tertarik dengan pengakuan kakak perempuannya meskipun dia sendiri juga sempat terkejut tadinya.


Tetapi tetap saja dia merasa kakak perempuannya itu hanya berhalusinasi dan berbohong untuk mengambil perhatian Huang Zitao. Pikirnya, "Memang apanya yang bisa membuat pria bisa jatuh cinta pada kak Ji Eun?"


"Selamat ya, Ji Eun. Tapi sejak kapan kalian pacaran? Dia orangnya seperti apa?" ucap Huang Zitao. Sepertinya Ji Eun berhasil menarik perhatiannya.


"I-itu belum lama sih..." jawab Ji Eun canggung.


Ya... Sebenarnya tidak bisa disebut pacaran juga sih... Itu kan karena dia menganggap aku sebagai Han So Hee.


"Bagaimana kalau kita membuat janji untuk double date?" usul Huang Zitao dengan sangat antusias.


"Eh? D-double date?" tanya Ji Eun gugup karena merasa dunianya telah runtuh karena kebohongannya.


Saat aku mengatakan aku punya pacar, Huang Zitao menyelamati dengan sangat tulus. Mungkin karena selama ini dia tahu hanya dia pria yang selalu ada di sampingku, jadi dia terlalu antusias dengan kabar itu. Dia juga sampai membanggakan pacarnya padaku.


Walau awalnya ini sangat menyedihkan, tetapi aku bertekad akan mencari pacar sungguhan. Pria yang harus tampan, keren, pintar, dan yang terpenting banyak uang. Tentu saja yang bisa membuat Huang Zitao kelihatan seperti cumi-cumi di hadapannya. Tetapi pria yang seperti itu, pasti tidak punya alasan untuk berpacaran denganku.


Huft... Apa benar-benar tidak ada pria yang seperti itu yang bisa jatuh cinta padaku?


...•••THE SECRET CRUSH•••...


Park Seo Joon


Perusahaan Seo UN Group.


"Apa mienya enak?" tanya Seo Joon pada Song Kang seusai rapat darurat.


Park Seo Joon sekarang duduk di balik meja kerjanya, dengan dagu yang ditumpu pada kedua tangan yang terlipat. Sedangkan Song Kang berdiri di depan meja kerjanya. Mereka beristirahat sebentar sembari mengerjakan berkas laporan hasil rapat darurat bersama para pegawainya barusan.


Memang selalu seperti itu, bekerja dengan seorang Park Seo Joon yang gila kerja harus memaksa Song Kang ikut mau tidak mau juga berambisi pada kerjaan untuk mengimbangi bosnya. Karena kalau tidak seperti itu mungkin Song Kang hanya akan tinggal kenangan dan bergantikan batu nisan bertuliskan namanya.


"Eh, ba-bagaimana anda bisa tahu?" tanya Song Kang yang terkejut oleh pertanyaan Park Seo Joon yang tiba-tiba.


Karena sebelumnya dia sama sekali belum melaporkan apa-apa kepada bosnya itu.


"Tidak hanya otak, ternyata hidungnya pun mempunyai ketajaman yang sangat luar biasa," gumam lirih Song Kang yang menolehkan wajahnya kebelakang agar tidak terdengar oleh Park Seo Joon.


Park Seo Joon sibuk dengan berkas-berkas perusahaan di mejanya, jadi ia tidak terlalu menghiraukan Song Kang di depannya.


"Anda, tidak salah paham kan?" tanya Song Kang sedikit ketakutan.


"Salah paham?" tanya Seo Joon tanpa memandang Song Kang, fokusnya masih dengan lembaran-lembaran kertas itu.


"I-itu.... Iya, i-itu... Ti-tidak--" kalimat Song Kang terpotong karena tidak tahu harus menjelaskan bagaimana.


"Bukan yang seperti itu?" tanya Seo Joon yang kini kembali ke sikap awalnya, sudah menatap Song Kang dan menumpu dagunya kembali.


"BUKAN! Nona Han So Hee lapar jadi kami makan di warung makan mie sederhana, hanya itu saja," jelas Song Kang yang sudah hampir keringat dingin.


"Jadi, tidak terjadi apa-apa?" tanya Seo Joon kembali memastikan.


"Tentu saja tidak. Dia kan calon istri anda," jawab Song Kang tegas takut kalau salah-salah dia memasang ekspresi yang mencurigakan.


"Bukankah biasanya yang terlarang itu malah lebih manis?" tanya Seo Joon kembali memancing Song Kang.


Karena dia menyadari gerak-gerik Song Kang yang sedikit aneh baginya.


"Itu benar! Eh, ma-maksudnya... Tidak. Apa yang sebenarnya anda katakan?" ujar Song Kang sangat gugup.


Dia hampir mengiyakan ucapan Park Seo Joon barusan. Itu bisa menjadi jalannya menuju ke alam baka kalau dia sampai berani mengkhianati Park Seo Joon.


Padahal terlihat sangat jelas sekali, Song Kang memang orang yang tidak pandai untuk menyembunyikan sesuatu.


Kalau wanita itu juga menggoda pria seperti Song Kang, itu  berarti dia bukan wanita yang biasa. Selera yang dimilikinya sangat menarik, dia sangat berani dan tidak memiliki kriteria khusus tentang para pria yang bersamanya.


Walaupun dia tidak menyukaiku dan juga belum tentu menyukai orang seperti Sekretaris Song, tetap saja hal ini sangat berbahaya kalau dibiarkan begini terus. Bisa-bisa aku kalah bersaing dengan para pria-pria itu, tidak, yang seperti itu tidak boleh terjadi.


"Tunjukan jalannya," perintah Seo Joon yang tiba-tiba bangkit dan bersiap pergi.


"Apa? Tiba-tiba? Jangan bilang anda ingin pergi ke Ryu Entertaiment?" tanya Song Kang langsung ke inti.


"Untuk apa aku kesana?" jawab Seo Joon menoleh kebelakang menatap Song Kang dengan tatalan dingin.


"Untuk bertemu Nona Han So Hee?" jawab Song Kang dengan nada bertanya.


"Saat bekerja aku bertemu dengan wanita? A-k-u?" tanya Seo Joon dengan menekankan nada bicaranya.


"Anda bilang tadi, tunjukan jalannya?" ucap Song Kang masih dengan nada bertanya.


Park Seo Joon tidak berniat untuk menanggapi Sekretarisnya itu, ia pun bergegas mendahului dan meninggalkan Song Kang sedikit jauh di belakang dari langkahnya. Dan langsung menuju ke tempat mobilnya terparkir dan menunggu di samping pintu belakang mobilnya.


"Lalu, kemana...?" tanya Song Kang yang nafasnya sedikit terengah-engah.


"Kamu lupa?! Apa alasan kamu bergegas datang padahal sedang makan mie?!" pekik Seo Joon kesal.


"Mana mungkin saya lupa, tadi kan kita sedang membahas Nona Han So Hee dan anda tiba-tiba menyuruh saya mengantar, jadi..." alibi Song Kang yang sebenarnya sempat lupa kalau setelah rapat darurat di kantor mereka berdua juga harus segera mengunjungi klien penting untum membahas masalah kontrak kerjasama.


"Membicarakannya bukan berarti ingin bertemu, kan?! Kamu tidak fokus bekerja karena habis makan mie ya?!" pekik Seo Joon kesal.


"Tidak. Saya pikir anda ingin bertemu dengannya..." jawab Song Kang sembari membukakan pintu untuk Park Seo Joon.


"Bukannya kamu yang sangat ingin bertemu dengannya?" tanya Seo Joon dari kursi penumpang yang kini menahan pintu mobil saat Song Kang hendak menutupnya, dengan menatap dingin Sekretarisnya itu.


...•••THE SECRET CRUSH•••...