THE SECRET CRUSH

THE SECRET CRUSH
05


Lee Ji Eun


Perusahaan Seo UN Group.


Setelah kencan buta malam itu, tidak ada lagi hal istimewa yang terjadi. Meskipun Direktur Seo Joon bertukar nomor dengannya tetapi ternyata dia sama sekali tidak menelepon atau pun mengirim pesan. Lee Ji Eun saat ini sedang menunggu lift untuk naik ke lantai 8 dimana ruang divisinya berada.


Aku tidak akan bertemu dia di kantor kan?


Benar. Pasti tidak akan berpapasan dengannya, Direktur sebelumnya juga tidak pernah berpapasan. Pokoknya aku harus sangat hati-hati.


"Anda naik atau tidak?"


"Eh, iya saya naik!" seru Lee Ji Eun menegapkan tubuhnya dari yang sebelumnya ia menyenderkan tubuh dan kepalanya di dinding sebelah pintu lift.


Di-direktur?!


Dasar Lee Ji Eun bodoh! Harusnya tadi aku bilang tidak naik. Karena tidak fokus sampai tidak memberi salam pada Direktur, aku tidak akan dipecat kan? Huh! Memangnya itu masalahnya sekarang! Kalau aku ketahuan sudah mempermainkannya pasti langsung dipecat di tempat!


Tetapi... Dari semua yang sudah terjadi ataupun ketakutanku yang sekarang, tidak pernah aku sesali. Pasti jika itu orang lain, kalian akan membodoh-bodohkan diriku karena menolak sosoknya yang seperti ini. Di lihat dari belakang pun, dia sangat terlihat terang di mataku, bahkan dia memiliki punggung yang sangat indah!


Uh, Lee Ji Eun! Sadarkan dirimu!


"Ada yang ingin anda sampaikan pada saya?" tanya Seo Joon menoleh pada Ji Eun.


"Maaf?"


Seo Joon menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap Ji Eun.


"Di lantai 12 tidak ada ruangan selain ruang Direktur, sepertinya anda ingin pergi ke ruangan saya. Kalau ada yang ingin anda katakan, katakan disini saja. Saya sangat sibuk," ujar Seo Joon.


Mungkin hari ini Lee Ji Eun pergi ke kantor tanpa membawa pikirannya untuk ikut bersamanya, entah karena terpesona dengan punggung lebar dari Direktur, atau memang ingin terus bersama Direktur. Tanpa sadar ia turut naik ke lantai 12 dan bahkan ikut melangkah keluar dari lift menyusul langkah Park Seo Joon.


Ji Eun mengedarkan pandangannya yang kemudian berhasil membuatnya membulatkan mata dengan sempurna setelah menyadari sedari tadi dia hanya terpaku oleh punggung yang nampak sangat indah di matanya itu. Sampai ia tidak sadar, hampir ikut masuk ke dalam ruangan Direktur.


"Ah, maaf pak Direktur. Sepertinya saya kurang fokus karena ada banyak hal yang sedang memenuhi pikiran saya. K-kalau begitu saya permisi, selamat siang," ujar Ji Eun diakhiri dengan membungkuk hormat dan segera pergi masuk kembali ke dalam lift yang kebetulan belum turun.


Nyaris saja... Kendalikan dirimu, Lee Ji Eun!


Tetapi, dilihat dari reaksinya tadi sepertinya dia sama sekali tidak mengenaliku. Ah, jelas saja! Waktu kencan buta kan aku benar-benar menjadi seorang *femme fatale bukan sebagai Lee Ji Eun.


Sebentar! Itu kan berarti mission clear!


"Nah, sekarang tinggal menjemput anak-anak ku dari So Hee! Ah... Uangku mami akan segera menjemputmu~~" gumam Ji Eun kegirangan.


Bahkan, saat ini ia berjalan seperti artis Holywood yang sudah memenangkan penghargaan terbesar dan berjalan dengan sangat elegan di atas red carpet.


Drrrt Drrrt


Ponsel Ji Eun berdering di atas meja kerjanya, sedangkan Ji Eun yang sudah sangat kegirangan meraih ponsel itu dari sana dan langsung menjawabnya tanpa memperhatikan layar ponselnya dengan benar.


"Mission clear! Aku akan membuatmu bangkrut malam ini hahaha~~" ujar Ji Eun langsung membuka obrolan.


"Mission clear soal apa?" balasan tak terduga dari seberang telepon. Membuat Ji Eun langsung mematikan teleponnya begitu saja karena terlalu panik.


Astaga! Ternyata dari pak Direktur?


Lee Ji Eun terkulai lemas di meja kerjanya, setelah melihat riwayat panggilan dari ponselnya. Yang tentu saja, tetap menerima spam panggilan dari bosnya itu yang dengan setia selalu di tolak oleh Ji Eun.


"Hidupku sudah tidak ada harapan lagi..." gumam Ji Eun merutuki kebodohannya.


**


...📞Han So Hee is Calling...


"HEI, LEE JI EUN! SEBENARNYA APA SIH YANG UDAH KAMU LAKUKAN KEMARIN?!" teriakan So Hee langsung menyapa telinga Ji Eun saat baru saja ia menjawab panggilan itu.


"Apa maksudnya?" tanya Ji Eun tidak mengerti.


"Kamu beneran nggak tahu atau pura-pura bodoh?! CEPAT KE POJANGMACHA YANG BIASANYA. SEKARANG!" ujar So Hee penuh amarah.


**


"Sebenarnya ada apa, kamu buat gendang telingaku hampir pecah, tahu!" ucap Ji Eun yang baru saja masuk ke tenda warung dan kemudian duduk di depan So Hee.


"Emangnya itu jadi masalah sekarang?! Barusan ayahku telepon! Pihak sana minta untuk ditentukan tanggal pernikahan secepatnya! Katamu misi berhasil! Lalu sekarang ini, apanya yang bisa disebut berhasil?!" jelas So Hee tentang pokok masalah yang terjadi. Ia dengan frustasi meneguk Soju tanpa jeda, bahkan langsung dari botolnya tanpa dituang ke dalam gelas.


"Itu... Mungkin dia seseorang yang mengidap *sadomasokis. Jadi, dia sangat tertarik dan tidak mau hanya bermain saja. Makanya dia ingin langsung menikah..." jelas Ji Eun sedikit ragu, namun pemikirannya sudah sangat mengganggu jadi ia curahkan begitu saja. Dia pun menceritakan semua yang terjadi di malam kencan buta itu.


"A-apa? Ya-yang sangat kau sukai itu apa?" tanya So Hee dengan terbata-bata.


"Se-****....?" jawab Ji Eun ragu. Sesaat kemudian dia menghentakan gelas sojunya sangat keras dan berdiri. Dia menghirup nafas panjang kemudian menyambung kalimatnya. "TAPI KAN AKU MELAKUKAN SESUAI RENCANA KITA!"


"HEH! TAPI KAN ADA BATASNYA! GIMANA DENGAN IMAGEKU SEKARANG?! Bahkan, ciuman pun aku belum pernah... Dan apa katamu? ****?! Benar-benar konyol! Aku ingin melakukan itu saja belum kesampaian, malah sekarang aku sudah di cap sebagai wanita pecinta ****!" keluh So Hee kesal berteriak di awal kalimatnya yang kemudian ia kembali memelankan suaranya.


"Ma-maaf aku terlalu berlebihan. Tapi kan aku juga tidak menduga akan seperti ini...." jelas Ji Eun dengan penuh penyesalan.


Awalnya dia pikir dengan cara itu Brian Kang akan merasa jijik dan membatalkan perjodohan. Namun, siapa yang menyangka kalau ternyata senjata yang dia gencarkan malah menusuk dirinya sendiri.


"So Hee! Tidak terlalu buruk kok menikah tanpa cinta! Pria itu sangat tampan! Badannya juga sangat bagus! Artis dan model mana pun lewat! Aku saja bisa jatuh cinta dengan tatapannya yang tajam itu. Ah, maksudku bukan cinta beneran kok! Ha-hanya sebatas mengagumi! I-iya kagum!" ujar Ji Eun menenangkan sahabatnya itu, dan malah ia menjadi keceplosan membuatnya gelagapan membuat alasan.


Suasana di antara mereka berdua menjadi hening, sama sekali tidak ada pergerakan apapun ataupun kalimat jawaban dari So Hee. Ia hanya diam, menatap Ji Eun dengan tatapan aneh yang tidak dapat diartikan sama sekali. Tatapan itu tajam namun terlihat kosong.


"Terus temui dia," ujar So Hee yang serentak dengan Ji Eun yang mengatakan. "Beri aku uang."


"Disaat-saat seperti ini masih bisa kamu minta uang?!" tanya So Hee kesal.


"Maaf temanku, mau mati-bangun 12 kali berturut-turut pun aku tidak akan melakukan itu lagi!" jawab Ji Eun.


"Tapi kan katamu, kamu menyukai pria itu?!" tanya So Hee masih dengan nada bicara kesal.


"Menyukai pun aku masih sayang dengan perkerjaanku! Pria itu... P-pria itu... Direktur Utama perusahaanku, tahu!" jelas Ji Eun.


"APA?!" ujar So Hee terkejut. Dia membuang nafas jengah yang lumayan sangat panjang, dia pun mengusak wajah hingga kepalanya dengan frustasi. Kemudian dia memantapkan diri. "Kamu harus berkencan degannya! Sebagai dirimu! Apapun yang terjadi nanti, aku akan bertanggung jawab. Kamu bisa berkerja di perusahaan ayahku, selain itu aku akan benar-benar memberimu selembar cek kosong!"


"Itu artinya kamu harus mau terjun langsung ke perusahaan, dan menjadi pewaris ayahmu! Kamu kan cuma bersenang-senang tanpa mau bekerja di perusahaan selama ini! Janjimu itu hanyalah kemustahilan!" ujar Ji Eun.


"K-kalau begitu, pikirkan tentang selembar cek kosongnya!" ucap So Hee antusias.


"Cih, dasar penyihir berwajah teman!" Ji Eun lagi-lagi menyerah, ia kalah telak.


Bagaimana pun ia harus bisa segera mendapatkan uang itu, untuk menyelamatkan bisnis keluarganya yang selama ini berhasil untuk menghidupi dan membiayai segala kebutuhan, juga sekolahnya. Hanya bisnis itu satu-satunya jantung bagi keluarganya.


...•••...


*Femme fatale adalah tokoh perempuan yang menggoda, memiliki daya tarik yang kuat terhadap laki-laki.


*Sadomasokis adalah penyakit kelainan seksual yang dipengaruhi unsur kejiwaan. Pengidapnya menyukai aktivitas seksual yang melibatkan penyiksaan pasangan.


...•••THE SECRET CRUSH•••...