
...LINE...
Han So Hee
Ji Eun! Sepertinya kita harus bertemu. Aku bertemu pria itu, Park Seo Joon! Kamu dimana?
^^^Lee Ji Eun^^^
^^^Aku habis kabur dari kematian, dan sekarang sedang minum di minimarket.^^^
Han So hee
Kematian?
^^^Lee Ji Eun^^^
^^^Ya... Pokoknya begitulah~~^^^
^^^Tapi kenapa kamu tiba-tiba bisa bertemu Park Seo Joon?^^^
Han So Hee
Dia tiba-tiba mendatangiku ke agensi. Tunggu ya! Aku kesana sekarang!
^^^Lee Ji Eun^^^
^^^OK^^^
..._______...
Lee Ji Eun
"Pria gila! Padahal aku sudah bicara sampai sebegitunya dan meninggalkannya. Tapi dia masih pergi ke agensimu? Sebenarnya dia pria macam apa sih?!" ujar Lee Ji Eun kesal.
"Dia sepertinya pria baik," jawab So Hee dengan mata berbinar.
"Ya memang sih dia tampan, tapi buka pikiranmu! Sudah jelas dia itu bermasalah..." ujar Lee Ji Eun khawatir.
"Aku mau terus bertemu dengannya," ucap So Hee yakin.
"Yakin? Padahal kemarin kamu memohon padaku untuk mengakhiri ini," ujar Lee Ji Eun mengingat tingkah Han So Hee sebelumnya.
"Aku sudah mengirim joki begitu, tapi dia masih terus mencari ku kan? Bukankah ini namanya jodoh?" tanya So Hee tidak tahu diri mengingat sikapnya sebelumnya.
Ji Eun hanya bisa menggelengkan kepala dan membuang nafas jengah melihat temannya itu.
"JODOH KEPALAMU!!" teriak Ji Eun sangat geram. Ternyata emosinya tidak dapat dibendung lagi.
"Arrgh! Kaget, tahu! Jantungku bisa lepas dari tempatnya! Kalau sudah terus ditolak tapi terus mengejarku, kalau bukan jodoh lalu apa namanya? Lalu pria itu tipeku banget! Aku langsung jatuh pada pandangan pertama! Itu yang selama ini aku nantikan di hidupku~~" ujar So Hee jujur tentang perasaannya.
Mendengar Han So Hee berbicara panjang kali lebar membuat Ji Eun semakin pening dibuatnya. Lantas dia pun meminum sekaleng bir yang baru dengan sekali teguk sampai habis. Dan melempar kalengnya ke dalam tong sampah di dekatnya.
"Ji Eun! Mulai sekarang mata-matai Direkturmu, beri tahu aku semua gerak-geriknya! Mengerti?" perintah So Hee dengan antusias.
"Jodoh macam apa yang licik begini?!" ketus Ji Eun kesal.
"Pertemuan pertama itu takdir, nah selanjutnya harus ada usaha dong? Ji Eun, tolong ya~~" akal bulus So Hee merayu.
"Baiklah! Mau bagaimana lagi kalau kamu sangat menyukainya..." ucap Ji Eun membuang nafas panjang setelahnya.
"Terima kasih! Aku cinta kamu sahabatku~~" ucap So Hee yang langsung memeluk Ji Eun erat.
Mau bagaimana pun, kalau sudah jodoh ya seperti ini akhirnya. Mau buat masalah dan menghindarinya seperti apapun akhirnya akan tetap bersama.
Apa yang dikehendaki manusia memang tidak akan berarti apa-apa kalau dibandingkan dengan kehendak Tuhan, bukan?
Aku iri, kenapa kehendak Tuhan yang hal baik-baik belum juga datang padaku. Apa aku hidup terlalu banyak dosa?
Atau di kehidupanku sebelumnya aku adalah seorang pendosa besar?
Entahlah, aku hanya berharap semoga suatu saat nanti kebahagiaan yang aku mimpikan setiap malam akan sungguh terwujud.
Ck! Tetapi tetap saja, bagaimana Direktur tidak bisa mengenali wajah perempuan yang dia ajak menikah?
**
Pada jaman dahulu kala, terdapat gua yang dihuni oleh harimau yang menakutkan. Yang dapat masuk ke dalam gua itu hanya yang dibawa oleh sang harimau atau yang masuk dengan sendirinya karena rasa penasarannya. Di luar hal tersebut ada pula yang masuk ke dalam gua itu karena dikhianati oleh teman.
...______...
...LINE...
Han So Hee
...______...
Walaupun aku masuk ke gua harimau, aku akan tetap hidup kalau aku fokus untuk dapat bertahan hidup dengan baik.
Yang penting aku tidak ketahuan!
Aku hanya punya 2 pilihan, di depanku harimau di belakangku jurang, mundur dan menjatuhkan diri ke jurang atau maju dimangsa harimau. Meskipun kedua pilihan itu akan tetap berakhir dengan kematian.
Semua dimulai dari kebohongan kecil untuk membantu sahabat. Kebohongan melahirkan kepalsuan karena aku harus terus menyamar. Kepalsuan melahirkan bualan, bualan melahirkan tipu muslihat. Tipu muslihat melahirkan penipuan, penipuan melahirkan amarah.
Amarah melahirkan konflik, konflik melahirkan permasalahan...
Dan pada akhirnya lingkaran setan ini terbentuk dan akan terus berlanjut tanpa ada akhirnya...
Oh, Tuhan, tolonglah hambaMu ini yang telah masuk ke dalam lingkaran setan karena tergiur dan terbutakan oleh uang.
Saya tidak akan menipu orang lagi untuk yang kedua kalinya, tolong ijinkan saya kembali pada kehidupan yang damai seperti di masalalu dan biarkan Direktur saya tidak mengetahui identitas saya.
...📞Unknown is Calling...
"Halo...? Maaf anda siapa?" tanya Ji Eun setelah menerima panggilan telepon tersebut.
"Nona Lee Ji Eun?" tanya seorang pria dari sebrang telepon.
"Benar... Tapi anda siapa?" Ji Eun mengulang pertanyaannya kembali.
"Ah, ternyata benar... Kalau begitu sampai jumpa, selamat menikmati makan siang anda," ujar pria itu lantas menutup panggilan teleponnya.
"Hah... Ternyata telepon iseng!" gumam Ji Eun yang meletakan ponselnya ke meja dan melanjutkan makan siangnya di kantin kantor.
...•••THE SECRET CRUSH•••...
"Ketemu!" gumam sosok pria itu di dalam ruangan kerjanya.
**
1 hari sebelumnya,
"Sayang sekali, siapa sangka dia akan menggunakan orang lain untuk datang ke perjodohan. Kalau sudah seperti ini berarti pernikahan juga terpaksa batal," ucap Song Kang yang sedang melapor.
"Sekretaris Song, kamu selalu melupakan kata-kata ku ya?" tanya Seo Joon di balik meja kerjanya.
"Ma-maksud anda?" tanya Song Kang yang tidak mengerti.
"Di perjodohan kali ini apa yang aku katakan?" tanya Seo Joon kembali.
"A-anda akan menikah dengan wanita di perjodohan," jawab Song Kang sedikit ragu.
"Maka dari itu, pergilah. Temukan identitas sedetail mungkin tentang wanita yang ku temui di perjodohan waktu itu. Harus a-ku-rat! Besok pagi aku harus sudah menerima laporanmu itu, kalau kamu gagal aku akan menikahi wanita mie mu itu," ujar Seo Joon memerintah Song Kang dengan sedikit mengancam.
"Ah! Baiklah Pak Direktur, saya mengerti. Kalau begitu apa saya boleh bebas dari pekerjaan kantor untuk hari ini?" ujar Song Kang menyanggupi perintah bosnya itu.
Lantas dia bertanya apakah mendapat hari bebas bekerja di hari itu.
"Kamu sudah bosan hidup?" namun Seo Joon membalas dengan pertanyaan dengan nada bicara dingin dan tatapan yang ingin membunuh.
"Saya hanya bercanda! Saya akan kembali bekerja sekarang. Permisi Pak Direktur," pamit Song Kang undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk dan tugas tambahan barusan.
**
Keesokan harinya, sebelum Park Seo Joon menelepon Lee Ji Eun.
"Semua informasi tentang identitas wanita anda ada di dalam amplop cokelat ini, Pak Direktur," ujar Song Kang menjalankan tugas rutinnya yang selalu memberi laporan pagi, dan juga melapor tentang tugas tambahan itu.
"Cara kerjamu memang tidak perlu dipertanyakan lagi, Sekretaris Song," ujar Seo Joon memuji Song Kang.
Lantas dia langsung membuka amplop cokelat yang sudah berada di atas meja kerjanya itu. Dia mulai melihat dan memeriksa lembar demi lembar kertas itu, dan berakhir dengan sebuah foto wanita.
"Ah... Ternyata dia karyawan kita? Tunggu, wajah ini... Haha menarik, ternyata sudah sering berpapasan di kantor ya. Kenapa aku bisa tidak mengenalinya..."
Di dalam amplop tersebut berisikan informasi lengkap dari Lee Ji Eun, mulai dari data rekam pendidikan, alamat rumah, data keluarga, nomor telepon, hingga orang-orang terdekatnya. Termasuk Han So Hee dan juga Huang Zitao.
...•••THE SECRET CRUSH•••...