THE SECRET CRUSH

THE SECRET CRUSH
01


Hai aku Matcha, aku akan berbagi karya tulisanku pada kalian dari sini. Semoga ceritaku dapat menghibur di waktu luang teman-teman yaa ♡ᴗ♡


⚠️MAKAN DULU SEBELUM MEMBACA⚠️


Support on


IG: aerimatcha


Twitter: aerimatcha


...•••THE SECRET CRUSH•••...



Lee Ji Eun


Tinggi Badan 162 cm


...•••...


Lee Ji Eun


Namaku Lee Ji Eun.


Kalau kalian berpikir aku adalah artis dan solois terkenal Korea kalian salah, aku bukan IU. Aku bukan artis Korea bertalenta dan cantik yang lebih dikenal dengan nama panggungnya, IU.


Hanya saja kebetulan nama yang aku dapatkan dari orang tua sama persis dengannya. Panggil aku Ji Eun, 26 tahun, dan masih jomblo sejak lahir.


Suasana kantor saat ini sedang sangat sibuk, memang sudah seharusnya kantor selalu sibuk disaat jam kerja. Namun, sekarang adalah akhir Minggu! Seharusnya sekarang aku sedang rebahan sambil menonton drama Korea di rumah.


Meskipun ini adalah hari Sabtu, kantor dimana tempat aku bekerja benar-benar sedang banyak pekerjaan yang harus segera selesai pada hari ini juga. Sebelum besok Senin, semua berkas dan laporan harus sudah diserahkan pada Direktur.


Karena adanya penggantian Direktur, bagian divisi keuangan harus berkerja keras untuk menggarap laporan keuangan perusahaan yang diminta oleh Direktur yang baru.


Drrrtt Drrrttt Drrrrtt


"Ada hal penting yang ingin aku katakan! Ayo bertemu sekarang!"


Suara menggelegar langsung menyambut telingaku disaat aku baru saja menerima telepon. Di seberang telepon adalah temanku sejak SMA, mungkin bisa dianggap teman dekat tetapi bukan sahabat.


Huang Zitao, sering dipanggil dengan nama Tao. Pria berperawakan tinggi sekitar 183 cm, dengan berat badan ideal sekitar 60 kg. Kulitnya yang *tan, matanya yang sipit, dan gaya berpakaiannya yang selalu terlihat arogan dengan celana jeans robek-robek adalah pesonanya.


"Iya, iya! Aku kesana!" jawabku ketus sebelum mengakhiri sambungan telepon.


"LEE JI EUN! MAU KEMANA KAMU?!"


"Mampus!" gumamku pelan merasakan aura mengerikan dibelakang tubuhku, aku menelan salivaku kasar ketika hendak menghadap ke arah asal suara tersebut.


"Eh, ada ibu Kepala Divisi. Ibu baru sampai ya, Ibu sudah makan siang?"


Aku ketahuan oleh Bu Kepala Divisi yang sepertinya baru saja sampai kantor, dan aku tidak menyadari kedatangannya karena mengangkat telepon tadi.


"Ngapain kamu tadi ngendap-ngendap begitu?"


"Sakit perut Bu, Ji Eun mau pergi ke toilet hehe."


"Ke toiltet bawa-bawa tas juga?"


"Bu Kepala, tolong maafkan saya, benar-benar minta maaf. Tapi saya sekarang ada keperluan penting, sebentar saja. Setelah selesai makan siang saya akan kembali ke kantor secepatnya," ujarku memohon belas kasih.


"Ti-dak bo-leh! Direktur yang baru ini sejak ada di Amerika sudah terkenal sangat galak kita harus segera menyelesaikan laporan. Kamu tidak lihat semuanya juga bekerja tanpa makan siang?"


"Maaf Bu Kepala, bunuh Ji Eun saja nanti. Tetapi mohon ijinkan saya pergi sebentar, 20 menit saja. Saya akan belikan kopi untuk anda sebagai permintaan maaf," ucapku setelah membungkukkan badan hormat, lalu bergegas berbalik badan untuk melarikan diri.


"HEI KAU!"


Aku nekat untuk tetap melarikan diri dari amukan Bu Kepala Divisi dan juga mangkir sebentar dari pekerjaanku.


Mungkin aku akan dipecat setelah ini, mau bagaimana lagi?


Ini adalah saat paling penting di dalam hidupku setelah 26 tahun.


"Hehe akhirnya! Hari yang ku tunggu-tunggu!" gumamku saat melangkahkan kakiku keluar dari lift dan beranjak menghampiri sosok pria yang sudah menungguku disana.


...•••THE SECRET CRUSH•••...


Satu Minggu sebelumnya, aku dan Tao pergi ke salah satu mall di distrik Gangnam, Seoul. Tao menjemputku dan mengajakku kesana untuk membeli hadiah, katanya dia ingin aku menemaninya dan membantunya memilih.


Tao membawaku ke sebuah toko perhiasan di mall itu, tentu saja aku menurut dan mengikuti langkahnya yang membawaku. Kedua netraku dimanjakan dengan berbagai jenis dan model perhiasan yang dipamerkan di toko tersebut.


"Wah, cantiknya..." mataku terpaku dengan salah satu cincin dengan berlian berukuran kecil yang terlihat sangat elegan di dalam etalase kaca.


"Saat ditembak, cewek suka nggak dikasih cincin kayak gitu?"


Eh? Sepertinya dari tadi Tao memperhatikanku terus ya, sampai notice ke cincin berlian yang saat itu mencuri perhatianku.


"Iyalah! Pasti suka banget. Kenapa pakek tanya deh!" ujarku menepuk lengannya sedikit kasar. Bukan karena aku orang yang kasar, tetapi aku sedang berusaha menutupi salah tingkahku setelah mendengar pertanyaannya itu.


"Haha begitu ya... Kalau mau nembak lebih baik buat kejutan kan, ya?"


Apa dia akan menembakku sekarang?


Iya! Pasti seperti itu!


Ah, akhirnya setelah 8 tahun bertepuk sebelah tangan. Sebenarnya ini terlalu lama sih, tetapi akhirnya dia sadar juga.


Masa iya wanita sepertiku hanya sebatas teman?


**


"Tao!" sapaku penuh semangat sembari melambaikan tanganku padanya. Sebelum semangat itu berganti dengan kebingungan, "sorry ya, aku lama-- Ah, dia siapa....?"


"Kenalin! Pacar aku, namanya Irene. Kami resmi pacaran sejak kemarin," jawab Tao memperkenalkan pacar barunya lagi.


Aku hanya bisa mematung, ketika mendapati cincin yang waktu itu nampak indah dimataku, tersemat cantik di jari manis wanita yang bernama Irene itu.


"Sayang, ini temanku, Ji Eun. Dia yang membantuku memilihkan hadiah untuk kamu."


Wanita itu hanya membalas dengan senyuman atas pernyataan Tao. Kini perhatiannya tertuju padaku.


"Halo... Namaku Irene. Aku udah banyak dengar tentang kamu dari Tao. Oh iya, terima kasih banyak ya untuk ini, aku suka!" ucap wanita itu setelah menjabat tanganku singkat, lalu memamerkan cincin yang tersemat indah ditangannya dengan anggun.


Bibirku langsung terasa kelu, sulit sekali untuk mengeluarkan isi hati dan pikiranku yang saling berdebat menyalahkan atas salah pahamku selama satu Minggu terakhir ini. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman kecut, bibirku sangat sulit terangkat untuk tersenyum.


Disinilah seorang Lee Ji Eun sekarang, duduk disalah satu meja di restoran masakan barat bersama dua sejoli yang duduk di depanku, hanya meja yang memisahkan.


Drama roman macam apa yang sekarang sedang ku lihat secara live ini. Mereka melupakan keberadaanku yang saat ini masih berada dihadapan mereka.


Membuatku muak saja!


Ah, napsu makanku sudah hilang. Untuk apa lagi aku berada disini, aku benar-benar sudah gila! Sebaiknya aku pergi sekarang.


Drrrtt Drrrtt Drrrrtt


...📞Psikopat is calling...


Ponselku bergetar tanpa henti di atas meja, membuatku mengambilnya dengan kesal dan seketika aku membelalakan kedua mataku saat mendapati nama kontak yang tertera disana.


Cepat-cepat aku menjawab panggilan telepon itu.


"Ya ampun~ Bu Kepala menelepon~ Ji Eun sedang mengantri kopi untuk anda."


"LEE JI EUN! DASAR WANITA GILA! MAU MAKAN GAJI BUTA, IYA?! DIMANA KAMU SEKARANG?! MAU MATI HAH?! CEPAT KE KANTOR SEKARANG!"


"Iya, baik Bu Kepala.... Saya mengerti...."


Aku segera memutus sambungan telepon sebelum gendang telingaku akan pecah dibuatnya.


"Hehe sepertinya aku tidak bisa ikut makan siang deh, kalian yang pesan aja. Aku harus kembali ke kantor sekarang."


Yes! Akhirnya ada alasan untuk segera pergi dari sini.


"Ini kan hari Sabtu?" tanya Tao menghentikanku yang sudah akan melangkah berbalik.


"Belakangan kantorku sibuk banget, apalagi Bu Kepala lagi sensitif sepertinya dia sudah mau menopouse, mungkin? Hahaha sorry ya aku duluan~"


**


Setibanya di kantor aku langsung disambut dengan semburan api amarah Bu Kepala Divisi, yang ku yakini ceramahnya sudah memakan waktu berjam-jam. Lebih tepatnya aku kembali bekerja dengan diiringi pencerahan pribadi dari Bu Kepala.


Untung saja tadi aku sempat membeli kopi Caramel Macchiato ukuran venti di Starbucks terdekat. Lumayan, bisa menjadi pendingin bara api yang sudah meluap-luap pada diri Bu Kepala. Sebagai ganti waktu mangkirku tadi, aku menjadi pesuruh Divisi untuk mondar-mandir mengambil berkas ataupun sekedar fotokopi.


...______...


...LINE...


Ji Sung


Kak, waktu pelunasan uang tunggakan sewa toko sudah jatuh tempo. Gimana ini?


...______...


Setelah membaca isi pesan singkat dari adikku, secara tiba-tiba badanku menjadi terasa lesu dan sangat lelah, aku menjatuhkan kepalaku pada meja kerja dan berulang-kali membuang nafas jengah yang cukup panjang.


...•••...


*Tan adalah warna kulit sawo matang.


...•••THE SECRET CRUSH•••...



Lee Ji Sung


Tinggi Badan 180 cm