
Song Kang
Perusahaan Seo UN Group.
"Ryu Entertainment?!" tanya Seo Joon benar-benar terkejut di balik meja kerjanya.
Direktur memintaku untuk mencari tahu informasi kecil dari Nona Han So Hee setelah di malam terakhir pertemuan mereka. Karena pada saat itu urusan kantor ternyata selesai lebih lama dari dugaan waktu, dan saat aku mengantar Direktur kembali lagi ke restoran waktu itu sudah terlalu larut.
Nona Han So Hee pun menepati janjinya, dari informasi pegawai restoran ia telah menunggu dalam waktu 1 jam lamanya dan kemudian pergi meninggalkan restoran setelah membayar tagihan bill untuk 5 gelas minuman dan sepiring pasta yang sudah ia pesan.
"Benar. Dia tidak bekerja di perusahaan Presdir Han Jin, melainkan di perusahaan entertainment," jelas Song Kang dengan jari telunjuknya yang sibuk di iPad di tangannya. "Tetapi kenapa saya harus mencari tempat Nona Han So Hee bekerja?"
"Dia memblokir nomorku," ujar Seo Joon bersedih.
"Bagaimana kalau anda menyerah saja, sepertinya dia bukan takdir anda..." saran Song Kang yang melihat situasi tidak berjalan dengan baik.
"Siapa yang bilang dia bukan takdirku?" pekik Seo Joon merasa tidak terima hingga dia sempat berdiri dari kursinya dan menggebrak meja kerjanya.
"Bukannya anda sudah di-dicampakan?" tanya Song Kang sedikit ragu.
"Dia menungguku," ujar Seo Joon yang kini sudah kembali duduk di kursi kerjanya.
"Maaf?" tanya Song Kang yang takut salah dengar.
"Bukannya kata Sekretaris Song kalau menyukai seseorang harus mengejarnya dengan gigih?" ujar Seo Joon yang mengingatkan percakapan mereka pada malam seusai perjodohan.
"Ah... Soal itu saya hanya bercanda saja," ucap Song Kang sedikit merasa bersalah.
"Jadi, aku juga harus buktikan kegigihanku untuk mendapatkan hatinya," ujar Seo Joon dengan percaya diri dan bertekad.
Kenapa kata-kata itu malah terdengar seram sekali...
...•••THE SECRET CRUSH•••...
Han so Hee
Aku baru saja keluar dari pintu utama gedung tinggi itu, dan berjalan menuju ke parkiran hendak menghampiri dimana mobilku berada.
"Han So Hee, hati-hati di jalan!" sapa salah satu teman kantor Han So Hee.
"Iya, anda juga!" jawab So Hee dengan sikap sopan.
"Akhirnya pulang juga! Ah, capek," gumam So Hee sembari meregangkan ototnya.
Aku dengar Lee Ji Eun juga sudah menyelesaikan masalahnya, jadi aku bisa pulang dan beristirahat dengan nyaman setelah beberapa hari ini aku mengalami gangguan kesulitan tidur. Ayah juga sempat memarahiku lewat telepon, meskipun begitu itu hanya angin lalu. Beliau tidak mungkin bisa marah pada putri semata wayangnya yang cantik nan jelita ini.
Hidupku sudah kembali ke semula, yah...
Walaupun aku juga harus kembali menjalani serentetan perjodohan kencan buta yang diatur oleh satu-satunya lelaki yang ku cintai di dunia ini -ayahku.
"Nona Han So Hee?" panggil sosok pria dari belakang So Hee.
"Apa benar anda Nona Han So Hee dari Han Jin Enterprise?"
"Iya, benar. Anda siapa?"
Wah, sebenarnya siapa pria keren ini?
"Tipeku banget!" gumam So Hee tanpa sadar keceplosan.
"Ah, mobil anda itu tipe saya sekali. Mungkin besok saya perlu membelinya juga..." jelas So Hee dengan nada bicara canggung sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Sejurus kemudian dia bersikap serius kembali untuk menyambung kalimatnya.
"Anda siapa mencari saya?"
"Saya lupa memperkenalkan diri. Direktur Park Seo Joon dari Seo UN Group yang di jodohkan dengan anda beberapa waktu yang lalu--" ujar sosok pria itu.
"AH, TUAN PARK SEO JOON?" ucap So Hee yang sangat terkejut hingga berteriak.
Aku benar-benar merasa sangat terkejut saat mengenali sosok pria di hadapanku saat ini adalah Park Seo Joon, sangat jauh dari dugaanku sebelumnya.
Pria ini benar-benar sangat tampan, wajahnya, senyumannya, postur badannya, juga suaranya yang terkesan ramah berwibawa berhasil membuatku jatuh pada pertemuan pertama yang tidak pernah terpikirkan sama sekali.
Pantas saja kalau Lee Ji Eun juga langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Lee Ji Eun tidak berbohong sih, Park Seo Joon ternyata sangat tampan sesuai dengan apa yang dia katakan padaku sebelumnya.
Tapi... Kenapa pria setampan ini di katakan pasien sakit jiwa?
Tatapan matanya pun sangat menawan, sama sekali tidak terlihat tajam dan mengintimidasi.
Apa ini karena aku sudah jatuh padanya, hingga aku melihatnya sempurna di mataku?
"Maafkan saya datang dengan tanpa memberi kabar terlebih dahulu," ujar sosok pria itu dengan sangat sopan hingga ia menundukan kepala hormat sebagai permintaan maaf.
Tidak. Aku malah sangat senang bisa bertemu!
Aku menyesali satu hal seumur hidupku, kenapa saat yang di jodohkan ayah saat ini ternyata sosok pria yang sangat sesuai dengan tipeku tetapi aku malah menggunakan Lee Ji Eun sebagai joki pengganti perjodohan.
Terlebih lagi, untuk membatalkan perjodohan ini... Yang lebih penting dari semua penyesalan itu, di mata pria ini aku ini maniak ****!
Arrgh! Dasar Ji Eun wanita sialan!
"Kalau anda ada waktu bisa ikut dengan saya?" tanya pria itu membuka percakapan kembali.
"Ada urusan apa anda kesini? Bukankah urusan kita sudah selesai?" tanya So Hee dengan memaksakan ekspresi wajahnya agar terlihat biasa.
Aku mungkin akan menyesali satu hal lagi seumur hidupku, kenapa aku hanya bisa mengatakan kalimat yang sebenarnya tidak ingin ku katakan itu di depan pria setampan ini, walaupun ini juga hasil dari perbuatanku sendiri.
Tetapi rasanya saat ini aku sangat ingin mengajukan protes pada Tuhan, ini sudah sangat keterlaluan!
Bisa-bisanya Tuhan mempermainkan masa depan percintaanku seperti ini.
"Soal yang kemarin..." ucap pria itu menggantung karena sedikit ragu.
"Kemarin?" tanya So Hee meminta penjelasan langsung.
"Soal pernikahan," sambung pria itu kembali.
"Ah, pernikahan..." gumam So Hee karena bingung mau menjawab apa.
Sepertinya sinergi hati dan pikiranku sedang tidak berjalan sejajar, mereka saling beradu di dalam diriku. Ah, ingin rasanya aku bilang dan mengajaknya untuk menikah saat ini juga.
Tetapi setelah kerja keras Lee Ji Eun... Apa yang harus ku lakukan sekarang?
"Saya antar dengan mobil saya," ucap pria itu sembari menggiring So Hee untuk ikut bersamanya dan mempersilahkan masuk ke dalam mobilnya dengan membukakan pintu juga melindungi kepala So Hee menggunakan tangannya agar tidak terbentur oleh kap mobil. Setelahnya pria itu menyusul masuk dan duduk di balik setir kemudinya.
...•••THE SECRET CRUSH•••...